Kamis ke-500: Menuntut Keadilan yang Masih Sebatas Janji

Saturday, 29 July 2017 - 07:51:21 WIB
By : Elma Adisya | Category: Politik - 1196 hits
Seperti Kamis-Kamis sebelumnya, payung hitam mulai terkembang di depan Istana Merdeka, namun hari ini ada sesuatu yang berbeda. Hari ini, 27 Juli, 2017, payung-payung hitam tersebut lebih banyak jumlahnya. Hari ini menandakan 500 kali sejak dimulainya aksi “Kamisan” pertama 10 tahun lalu.

Bagi para korban pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia, Kamisan  adalah aksi untuk menuntut keadilan. Payung hitam menjadi simbol perlindungan dan keteguhan iman. Kamisan kali ini juga bertepatan dengan peristiwa kerusuhan penyerangan kantor DPP PDI  pada  27 Juli 1996 yang berbuntut kerusuhan, peristiwa yang dikenal dengan singkatan KUDATULI yang mulai  dilupakan  oleh banyak orang.

Momen ke-500 Kamis ini terlihat lebih semarak dari sebelum-sebelumnya. Berbagai kalangan mengekspresikan dukungan mereka lewat berbagai aktivitas, mulai dari  pantomim,  pertunjukan musik bernyanyi, deklamasi puisi, mural, hingga stand-up comedy. Salah satu penyintas, Eyang Sri, dengan bersemangat memimpin  massa menyanyikan Halo-halo Bandung . Grup musik Efek Rumah Kaca turut tampil di hari itu, dan masyarakat dari berbagai  latar belakang hadir meramaikan, mulai dari mahasiswa, aktivis dari lintas isu, pekerja lembaga bantuan hukum, bahkan murid sekolah. Mereka dapat mengekspresikan dukungan untuk para korban, salah satunya dengan menulis pesan untuk Presiden Joko Widodo. Pesan-pesan ditulis di sticky note berwarna-warni dan ditempel di papan di   satu pojok  area Kamisan hari. Kamis ke 500 hari itu juga mempunyai slogan ‘500 Kamis Cuma janji manis.’

Dimulai dari beberapa orang yang berkumpul di depan istana pada tanggal 8 Januari 2007, aktivis aksi Kamisan telah tumbuh menjadi puluhan orang yang bergabung untuk saling menguatkan dan membantu para korban. Dipilihnya aksi diam bukan saja untuk menyimbolkan para korban yang telah kehilangan suara dan hak mereka sebagai warga negara, namun juga untuk menunjukkan diri  sebagai bukan tukang rusuh, bukan warga negara yang susah diatur, meskipun tetap menuntut keadilan. Aksi berdiri untuk menunjukkan bahwa mereka tetap mampu berdiri dan memiliki hak sebagai warga negara Indonesia.

Dukungan untuk Kamisan juga terlihat di media sosial lewat tanda tagar #AkuKamisan di Instagram. Aksi Kamisan ini tidak hanya dilakukan di Jakarta saja tetapi juga di berbagai kota seperti Bandung, Surabaya,  Malang, Banten, Sragen, Palu, Yogyakarta, Pare, Samarinda, Aceh, Karawang,  Cirebon, Ternate, dan Medan.

500 aksi Kamisan ini menunjukkan bahwa, pemerintah  masih abai  terhadap kasus-kasus pelanggaran Hak  Asasi Manusia di Indonesia. Berapa ratus Kamisan harus dilakukan sebelum pemerintah serius menangani kasus-kasus yang masih tertahan di kejaksaan itu?
Bagi mereka yang berdiri di bawah payung-payung hitam di depan istana setiap Kamis, tidak ada kata menyerah sebelum keadilan menang dan kebenaran terungkap.

Semua foto oleh Elma Adisya

Elma Adisya adalah reporter magang terbaru Magdalene, dan manusia yang sedang menyelesaikan studi jurnalistik. Selain menulis dan memotret, ia juga ahli dalam hal fangirling fandom kesayangannya yang jumlahnya tak terhitung.  

Ada tanggapan atau komentar? Tulis di bawah ini.

500 Kamis
Salah satu seniman anggota SERRUM tengah menggambar secara langsung mural dalam rangkaian acara Aksi kamisan ke 500(27/7). (elm/Magdalene)
HAMpir lupa
Kain hitam bertuliskan Jokowi HAMpir lupa yang dipasang di beton pembatas jalan yang neghadap ke depan istana (27/7). (elm/Magdalene)
Tangan Kecil Mengingat Masa Lalu
Terpal putih yang sudah mulai terisi pesan dan cap tangan yang dibuat dari cat hitam ini juga salah satu bentuk penyaluran aspirasi massa yang datang.
Penguasa Takut Keadilan
Coretan dari salah satu massa aksi Kamisan, Kamis, (27/7), depan istana merdeka. Terpal putih ini merupakan medium penyampaian aspirasi sekaligus menunjukkan solidaritas pada penyintas
Tiap Kamis Hanya Janji Manis
Satu dari puluhan pesan untuk pak Presiden Joko Widodo yang ditulis oleh massa Kamisan.
Pulangkan Mereka yang Hilang
Salah satu staf dari Amnesty Indonesia tengah menempelkan mini poster sebagai tanda dukungan untuk aksi Kamisan, Kamis (27/7) di depan Istana Merdeka.
Dear Mr. President
Papan hitam berisi sticky note yang bertuliskan berbagai pesan untuk presiden Joko Widodo(27/7). (elm/Magdalene)
Cari Keadilan Sambil Cari Nafkah
Plat motor ini salah satu bukti berbagai cara mereka gunakkan dalam berjuang, Kamis (27/7) di depan istana merdeka. korban tidak pernah menyerah dalam mencari keadilan yang telah lama dijanjikan oleh pemerintah.
Korban Semanggi 98
Berbagai cara korban dalam melawan ketidak adilan yang mereka terima selama ini, salah satunya adalah spanduk yang dibuat oleh keluarga korban tragedi Semanggi 98.
500 Kamisan
Antusias massa Kamisan terlihat dari banyaknya massa yang memadati area depan istana merdeka.
Korban HAM di Kamisan ke 500
Seorang korban yang tengah menyampaikan kasus yang ia hadapi, pada salah satu cameraman dalam aksi Kamisan ke 500, Kamis (27/7) di depan istana.
magdalene.co

Writer Profile
Elma Adisya, Reporter
Elma adalah reporter magang Magdalene, dan manusia yang sedang menyelesaikan studi jurnalistik. Selain menulis dan memotret, ia juga ahli dalam hal fangirling fandom kesayangannya yang jumlahnya tak terhitung. 
Related Articles
COMMENTS













Weekly Top 5