Dua Hari Menjajal Aplikasi Poligami dan Ini yang Saya Temukan

Friday, 25 August 2017 - 11:38:32 WIB
By : Elma Adisya | Category: Sosial - 111090 hits
Ukhti memang siap dipoligami?”  Saya tertawa ketika mendapatkan pesan dari seorang laki-laki di salah satu aplikasi untuk mencari pasangan berpoligami.

Di zaman seperti sekarang ini, jangan kaget karena tidak cuma aplikasi kencan yang tersedia di toko-toko aplikasi daring, tapi juga aplikasi poligami, salah satunya ayopoligami.com. Aplikasi ini tersedia di Playstore untuk pengguna android, dan cara mendaftarnya sangat mudah.

Saya mencobanya dan mulai menjelajah aplikasi syariat ini. “Lho, kenapa ini laki-laki semua yang mendaftar?” pikir saya kaget. Berbasis lokasi, saya menemukan bahwa jumlah akun yang mengaku laki-laki jauh melebihi jumlah perempuan: 114 perempuan dan hampir 600 akun laki-laki.

Saya sampai berpikir apa saya sedang ada di aplikasi kencan khusus laki-laki gay dan biseksual, tapi berkedok syariah, saking banyaknya laki-laki di sana. Pertama-tama saya mencoba membuat akun laki-laki, tapi sama sekali tidak ada tanggapan. Saya kemudian membuat akun perempuan, bermodal kutipan religius dan foto asal. Dalam 20 menit, sudah 20 orang yang melihat profil saya dan tiba-tiba saya sudah memiliki beberapa teman. Rupanya ‘pertemanan’ tidak memerlukan persetujuan dari pemilik akun.

Sebelum ini, saya telah mencoba beberapa aplikasi kencan daring seperti OK Cupid dan Tinder, dan baru kali ini kotak pesan saya dipenuhi notifikasi. Mereka adalah para ikhwan yang ngebet untuk mencari madu bagi istrinya. Beberapa adalah para suami yang jujur mengakui bahwa mereka ada di situ tanpa sepengetahuan istri mereka.

Karena ini aplikasi yang sangat bernuansa religi, setiap yang tertarik pasti selalu menyapa dengan Assalamualaikum. Seorang laki-laki bernama “Tono” langsung meminta foto saya, yang kontan saya tolak. “Enggak boleh atuh, akhi, kan enggak boleh liatin muka, selfie. Tapi Insha Allah saya enggak kekurangan apa-apa mukanya...masih ada hidung sama mulut sama mata.” Ternyata hal itu tidak mempan dan dia tetap memaksa. Saya pun beralih.

Dari Tono ada “Pak Kumis”, yang sudah menikah hampir 23 tahun dan memiliki anak berusia 22 tahun yang sedang kuliah. Bapak ini ingin mencari istri kedua karena katanya istri yang sekarang tidak seperti dulu lagi di tempat tidur, sementara dia masih “kuat seperti dahulu kala”. Apakah sang istri tahu Pak Kumis berniat poligami? “Ya tidak tahu lah. Saya kan masih menjaga perasaan istri saya.”

Penjelajahan saya tidak sampai di situ. Ada satu laki-laki lagi yang mengirimkan pesan bernama “Mas Reno”. Ia seorang buruh pabrik yang tinggal di Jakarta, sementara istri dan anaknya di luar kota. Dengan dalih kesepian, ia ingin mencari istri baru. Istri dan keluarganya tidak mengizinkan Reno untuk berpoligami, maka dia diam-diam membuat akun di aplikasi ini.

“Mbak siap dipoligami dengan nikah siri dan dirahasiakan?” tanyanya dalam pesan langsung kepada saya, yang membuat saya tertawa miris.

Selama dua hari menjelajah ayopoligami.com dengan akun perempuan, emosi saya bolak-balik antara geram dan geli. Di hari kedua, saya lihat jumlah akun laki-laki sudah naik menjadi hampir 1.500 akun, sedangkan yang perempuan 121 akun. Saya jadi tidak yakin semua perempuan ini memang berniat dimadu atau mencari ‘imam’, mungkin banyak dari mereka hanya iseng seperti saya.

Munculnya aplikasi seperti ayopoligami ini adalah salah satu bentuk bahaya dari komersialisasi agama. Lailatul Fitriyah, mahasiswi doktoral Program Perbandingan Agama dan Gereja Dunia di Departemen Teologi, Universitas Notre Dame, mengatakan bahwa ketika kapitalisme dan agama bertemu, maka semua dapat diperjualbelikan. Hal ini juga diperkuat dengan era globalisasi yang memudahkan doktrin dari luar dapat diimpor secara mudah ke Indonesia, seperti perspektif banyak anak adalah berkah dan ibadah.

“Perspektif yang sama bisa dijumpai di wilayah konflik seperti Palestina, yang memunculkan doktrin baru yang menyatakan bahwa melahirkan dan bereproduksi itu adalah ibadah. Doktrin ini masuk ke wilayah seperti Indonesia dan Malaysia yang bukan negara konflik,” ujar Lailatul.

“Glorifikasi reproduksi anak dan generasi selanjutnya dengan cara yang sama seperti orang-orang Palestina ini namanya ‘sakit’, karena kita hidup dalam masa damai tapi kita dalam undersiege mentality, tidak tahu musuh kita siapa, ya karena memang kita tidak ada musuh. Tapi kemudian karena kita mengimpor sesuatu dari luar dan menjadikannya bentuk dari ancaman bagi diri kita sendiri. Itulah kenapa orang-orang ini selalu merasa terancam.”

Kemunculan aplikasi ayopoligami ini juga semata-mata ingin mencari keuntungan atau komersialisasi dengan memanfaatkan kebutuhan laki-laki seperti Tono, Pak Kumis dan Mas Reno. Akhirnya saya menghapus akun saya pada malam kedua karena mual. Aplikasi ayopoligami ini menurut saya adalah wadah untuk para lelaki yang ingin selingkuh tapi bersembunyi di balik dalil-dalil pembenaran. Untuk para akhi, salam dari ukhti queer yang kebetulan mampir sebentar di sana. 

Ada tanggapan atau komentar? Tulis di bawah ini.

Writer Profile
Elma Adisya, Reporter
Elma adalah reporter magang Magdalene, dan manusia yang sedang menyelesaikan studi jurnalistik. Selain menulis dan memotret, ia juga ahli dalam hal fangirling fandom kesayangannya yang jumlahnya tak terhitung. 
Related Articles
COMMENTS
songdaehan | 25 August 2017 | 17:57:26 WIB
Slay!!!! Thanks for the piece!!!
Rizka | 25 August 2017 | 16:24:26 WIB
"Apakah sang istri tahu Pak Kumis berniat poligami? 'Ya tidak tahu lah. Saya kan masih menjaga perasaan istri saya.'"

Kalimat paling epic yang pernah saya dengar dari hidung belang, eh, pengguna aplikasi "syar'i".
Melissa | 25 August 2017 | 15:55:19 WIB
Syahwat berkedok agama. Poligami bukan sesuai anjuran Nabi u/ menikahi janda2 tua & tdk mampu, tapi krn urusan ranjang. Meh!
Wisesa | 25 August 2017 | 15:27:38 WIB
Lucu juga ya poligami tanpa restu dari istri pertama... Ini mah namanya selingkuh yg "dihalalkan" lol
Palupilupitta | 25 August 2017 | 15:13:52 WIB
Uffffttt,,, muak juga mbayangin di tanyain gitu2
merida merry | 26 August 2017 | 21:36:34 WIB
Ada applikasi poligami ? Gilaak!
Para lelaki ini memang udah bawaan orok kali ya, ga pernah puas sama satu perempuan. Astaghfirullaah
Hida | 26 August 2017 | 20:17:50 WIB
Segitunya ya...memanfaatkan "poligami" sebagai excuse urusan syahwat..
Rumaisha | 26 August 2017 | 20:25:55 WIB
Saya rasa banyak beranggapan bahwa semua agama doktrin. Padahal dlm islam akidah dicari, bahkan dipikirkan dg akal. Justru akidah akan tertolak saat yg muncul adalah doktrin. Tp orang di luar sana banyak menganggap hasil pemahaman yg diambil dg proses berfikir sama dg doktrin. Karena mungkin dua duanya sama kuat pengaruh nya..
Maka ada sabda nabi bahwa umat islam dianjurkan memiliki banyak keturunan krna akan dibanggakan pd hari kiamat adalah kepercayaan. Kepercayaan ini lahir dr akidah islam yg didapat melalui proses berfikir.
Bukan doktrin atau bisnis. Beda lg kalau kita hidup d jaman kapitalis, dimana yg berlaku adalah asas manfaat yg menghantarkan pd kepuasan materiil. Maka agama apapun kalau memang berpeluang menghasilkan uang, ya pasti akan "dijual" oleh oknum tertentu
Fanny f nila | 26 August 2017 | 20:16:10 WIB
Kok jijik ya baca komen2 cowo2 itu mba :( . Pleaselah, bukan kyk gini poligami yg diajarkan islam. Kasian bayangin istri2 mereka punya suami napsu doang yg diutamain, kedoknya aja syariah..
inez | 26 August 2017 | 19:50:08 WIB
Salut! Magang tapi bisa hasilkan tulisan kayak gini :)
Oguds | 26 August 2017 | 18:38:02 WIB
Poligami hanya kedok buat para penjahat kelamin, ngakunya mengikuti perintah tuhan padahal kelakuan setan.
Dian Yuliasri | 26 August 2017 | 12:42:53 WIB
Wow...
Saya nggak perlu iseng mencoba lagi. Terima kasih tulisannya. Memang sudah gila dunia ini, apapun dilakukan demi uang.
Louiet | 26 August 2017 | 14:00:15 WIB
Sedih gaksih 'sebagian dari indonesia' se 'kurang terpelajar' itu tentang etika dan aga sexist :)))
Faras | 26 August 2017 | 10:21:59 WIB
(((Salam dr ukhti queer))) 😂😂
Sekar | 26 August 2017 | 09:53:10 WIB
Heran. Kata poligami disalahartikan. Ayopoligami.com = ashley madison apps, samaaa aja cuma ayopoligami.com dibalut agama.
Salma Mufidah | 26 August 2017 | 09:04:17 WIB
Aku baca ini sampe pasang muka geleuh gitu
MrsDyoe | 26 August 2017 | 09:20:41 WIB
Masih banyak sunah Rasul selain poligami. Masih ada menyantuni anak yatim dll. Dan Rasulullah SAW pun poligami untuk bukan tujuan napsu saja sperti member2 ayopoligami.com ini. Miris.
Paloma Lia | 26 August 2017 | 07:48:51 WIB
Melahirkan dan bereproduksi ibadah? Gimana perempuan yang memutuskan untuk nggak punya anak? Gak dapat pahala gitu? 🤔🤔🤔
Paloma Lia | 26 August 2017 | 07:52:48 WIB
Melahirkan dan bereproduksi ibadah? Gimana perempuan yang memutuskan untuk nggak punya anak? Gak dapat pahala gitu? 🤔🤔🤔
Rasti | 26 August 2017 | 07:10:32 WIB
Bacanya bikin misuh2 :((((((
Ms. Yoyo | 26 August 2017 | 07:31:28 WIB
mungkin maksudnya bereproduksi dengan bertanggungjawab yg dimaksud dgn ibadah, punya anak banyak bereproduksi tiap tahun tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan anak sbg individu kan namanya tidak bertanggungjawab. mungkin ini yg disebut fenomena baru, menikah, banyak anak tapi tidak mempertimbangkan kebutuhan anak nantinya.

*PS: and then lo kira wanita cuma buat wadah bereproduksi? amoeba kali ahh bereproduksi
Papa Cahyo | 26 August 2017 | 03:24:38 WIB
itu bukan doktrin baru. memang betul bahwa melahirkan dan bereproduksi adalah ibadah, tentu selama dilakukan dengan pasangan yang sah.
tanya semua muslim pasti jawabannya sama, di negeri mana pun.
Orion | 27 August 2017 | 19:23:14 WIB
Lebih banyakan cuma pengen pelampiadan nafsu y kak
Meijg | 27 August 2017 | 18:32:52 WIB
Saya misuh dalam hati melihat pengakuan para lelaki tersebut. Mba hebat bisa bertahan selama 2 hari...
CMDW | 28 August 2017 | 13:39:23 WIB
semoga segera ada aplikasi poliandri ya
Nes | 28 August 2017 | 14:55:12 WIB
wondering if the developer dare to share their users' success story
The Travel Junkie | 28 August 2017 | 09:50:28 WIB
Hahahaha...
Nisa | 28 August 2017 | 07:39:32 WIB
Selingkuh sih selingkuh aja ya, ga usah pake dalih mau beribadah dengan cara poligami. Sebel!

Dengan chat di aplikasi itu, berarti si bapa-bapa itu kan udh SELINGKUH, sia sibuk chatting sana-sini, sibuk flirting dll.

Aku iseng ngikutin ukhti queer, semenit bikin udh banyak yg chat kemudian langsung apus aplikasi karna JIJIK. Bahkan ada loh yg foto profilnya foto dia BESERTA KELUARGA nya. Gila.
Lasta | 28 August 2017 | 02:15:27 WIB
Ini ko yg komen cewek smua...saya sebagai laki" mengakui, 90% laki-laki poligami untuk tujuan memuaskan hasrat, klo alasan perempuan mau di poligami itu dengan alasan ekonomi.
Jason | 28 August 2017 | 15:52:56 WIB
lebih baik friend with benefit... daripada poligami, ngabisin duit doang :))
Reta | 29 August 2017 | 16:47:03 WIB
Saya tertarik bgt dengan tulisan mba ini.. apakah tulisan ini sudah ada penelitian ilmiahnya seperti skripsi/thesis? Atau mba hanya membuat tulisan opini saja..?
Karena saya tertarik dgn kajian gender ini..
Sorry kalau mba kuliah jurnalistik d univeraitas mana..
Terimakasih..
alienile | 29 August 2017 | 14:25:08 WIB
GYLA MAKSIMAL!
Gicch | 29 August 2017 | 10:33:06 WIB
"Maksud hijrah ukhti apa nih?" "Hijrah menjadi lebih baik dong, khi. Masa hijrah ke Dark Side sama Darth Vader?" Yaampun referensi Star Wars nya :")))

Btw, salut sama ukhti queer yang bisa bertahan dua hari sebelum akhirnya muak, saya aja baca ini sebentar langsung ingin melempar jumrah sama akhi2 itu TT A TT
bunda dila | 30 August 2017 | 16:41:29 WIB
Duuh..kasian para istri dr akhi2 di apps ini :'( kirain alim & setia, tnyata mau maduin mereka. Prihatin. Tu akhi, ganjen banget..kalah deh ABG alay! Pengen selingkuh tapi di'halal'kan dibalik kata poligami. iiissh...kagak malu pak??! Niatan poligami ya udh salah tuh, ga sesuai ajaran agama *Geregetan!
Elma Adisya | 30 August 2017 | 10:10:33 WIB
halo semua terima kasih sudah membaca tulisan saya, untuk penelitian mengenai efek poligami terhadap perempuan dan anak, bisa kalian lihat di artikel utama saya tentang Anak dalam keluarga poligami: Unsur yang dilupakan :D

Salam, ukhti queer
Pndx | 31 August 2017 | 02:01:10 WIB
Haha payah tuh bapak bapak niat poligami cuma buat legalisasi ngewe syar'i. Ga beda jauh sama bocah bocah yg ngebet ngelamar anak orang sok sok an ta'aruf tapi kagak bisa bedain mana akal mana nafsu.
huisvanabdi | 04 September 2017 | 07:33:22 WIB
Gregret ih penutupnya: "salam dari ukhti queer" ;))
Hilarius Abut | 05 September 2017 | 17:08:47 WIB
saya tidak mengerti agama, tetapi versi saya poligami adalah:
1. Menikah tidak menjadi sakral
2. Merendahkan martabat perempuan
3. akan menghasilkan keturunan yang egois dan mati rasa
4. tidak adil karena tidak memikirkan generasi perempuan
5. kalau memang agama membolehkan poligami, maka negara harus tegas bawha yang poligami harus memenuhi syarat:
a. harus seizin istri pertama
b. berjanji untuk membiayai hidup anak2nya sampai mereka mandiri
c. kalau istri pertama sudah mempunyai anak, maka istri berikutnya tidak boleh mempunyai anak lagi
swordfish | 05 September 2017 | 09:08:32 WIB
mana sich yg lebih baik poligami sbg pelampiasan nafsu, atau selingkuh sebagai pelampiasan nafsu atau pada pergi ke lokalisasi sbg pelampiasan nafsu atau pergaulan bebas sbg pelampiasan nafsu..... wech..wech..logika terbolak-balik atau komen pada baper nich
Galih | 05 September 2017 | 08:44:16 WIB
Yah begitulah ,ketika agama dikombinasikan dengan liberalisme,apa pun bisa di perjual belikan,, Aplikasi seperti ini kok ga di ganyang ganyang / di demo ya? Padahal secara tidak langsung ini merupakan suatu tindakan pelecehan agama. Yah semoga Indonesia makin sadar deh :v
Jan | 06 September 2017 | 12:05:17 WIB
ini kenapa pada tidak percaya pada ketentuan Allah dan rasulNYA?

POLIGAMI adalah HALAL
ZINA adalah HARAM (dosa besar dan masuk neraka )
Arpon | 06 September 2017 | 10:57:00 WIB
YG BILANG AGAMA ISLAM ITU SEBUAH DOKTRIN, BERARTI DIA TIDAK MEMAHAMI TENTANG ISLAM.., BAHKAN KELEBIHAN ISLAM ITU SENGAJA DIHANCURKAN, DIBELOKAN UNTUK KEPENTINGANNYA..
MUNKIN SEKARANG POLIGAMI BELUM TERLALU DIPERLUKAN.. TAPI LIHAT NANTI 50 THN KEDEPAN.. POLIGAMI AKAN MENJADI SOLUSI ,DIMANA JUMLAH WANITA 2X LIPAT DARI JUMLAH LAKI-2,
ISLAM ITU AGAMA YG LALU-SEKARANG- DAN MASA YG AKAN DATANG..
Rostantina | 07 September 2017 | 17:04:11 WIB
@Jan : sebetulnya, bukan masalah percaya atau gak percaya. Saya muslim, saya berjilbab, saya anak dari keluarga poligami, saya percaya banget sama ajaran Nabi dari Alloh dan apa-apa yang dilakukan Nabi pasti bertujuan untuk kebaikan. Hanya pelaksanaannya jaman sekarang terkesan meremehkan, memudahkan yang kurang baik dalam balutan agama.

sekarang, kamu bawa-bawa HALAL dan HARAM.
Iya tahu, poligami itu HALAL.

Jangan salah, tindakan HALAL juga rentan menimbulkan dosa, karena ia terlihat samar. Memangnya kalau sudah jelas HALAL kita lempeng aja gitu ga hati-hati? Memangnya kalau sudah jelas HALAL ga bisa menimbulkan dosa?

Kamu musti banyak belajar lagi deh, sebelum tereak kenceng tentang halal-haram serta surga-neraka, hehehe
Ari | 07 September 2017 | 15:09:12 WIB
Berkedokan agama untuk poligami,, maaf kalo menurut pendapat saya itu hanya NAFSU belaka... Meskipun dari zaman rasulullah poligami itu sudah ada,, Tapi Tuhan pun tak akan ridho bila umatnya menyakiti perasaan pasanganan nya satu sama lain....!! Maaf ya ini cuma pendapat
Hisakii | 08 September 2017 | 15:06:28 WIB
OMG, saya baru tau ada aplikasi ini. Wwkwkw.. lucu 😀 This app is a Joke 😂.
Tray | 11 September 2017 | 10:32:59 WIB
Saking kehiburnya saya sampe salah nyebut kata ya ampun. I'm sorry, guys. Let me fix my sentences.

Polygamy itself is a joke tho. It's just another term for adultery. Full stop.
Tray | 11 September 2017 | 10:28:11 WIB
@Jan: Makasih ya udah menghibur saya pagi-pagi. Aduh ini semua yang teriak poligami itu halal kayak yang bisa aja berlaku adil ke semua istrinya. :)))

Bahkan, ayat ke-129 dari surat An-Nisa pun diturunkan untuk mengingatkan Nabi Muhammad untuk dapat berlaku adil. Jika tidak mampu berkomitmen, ya cukup satu saja. Nabi Muhammad saja sampai ditegur oleh Allah karena tidak berlaku adil ke semua istri-istrinya, gimana kita yang hanya merupakan orang biasa begini ya ampun. Kita saja yang cuman punya satu partner kadang-kadang masih terlibat dalam konflik yang pelik, gimana yang banyak. :)))

Polygamy and monogamy themselves are a joke tho. They're just other terms for adultery. Full stop.
Janji kelingking | 17 September 2017 | 19:18:27 WIB
@Arpon : tahu ga sih. Saat ini, jumlah laki-laki lebih banyak drpd perempuan. Dan tren kelihatannya akan lebih banyak laki-laki. Kalau sudah seperti itu, apakah poliandri layak dijalankan, seperti argumen pro poligini. Think













Weekly Top 5