More Stories
Culture // Prose & Poem
Dilarang Menulis

Banyak orang yang menjadi tahanan rumah karena di rumah mereka ditemukan benda-benda yang memuat ide dan gagasan si pemilik rumah, ada juga yang langsung ditembak mati lantaran kepergok menulis.

by Rania Alyaghina March 13, 2020
Culture // Prose & Poem
Tuhan, Aku Tidak Mau Jadi Manusia

Manusia memaki dengan kata “anjing”. Tidak bisa kuterima! Ini melecehkan kami dan sangat tidak berperikeanjingan!

by Shofia Gunawan March 5, 2020
Culture // Prose & Poem
Menertawakan Kesucian

Pihak pondok pesantren selalu bungkam setiap ada korban yang mengadukan kasus kekerasan seksual demi menjaga nama pesantren yang selalu dianggap tempat suci.

by Umi Ma’rufah February 27, 2020
Culture // Prose & Poem
Irama Rima Belaka

“Dalam ucapan aku masih semrawut. Luar dalam masih meragu.”

by Rania Alyaghina February 25, 2020
Culture // Prose & Poem
Mammi Melarangku Menikah

Mammi melarang aku menikah padahal sudah ada tiga calon suami yang melamar.

by A. Fatimah Hardianti February 6, 2020
Culture // Prose & Poem
Ujung 3019

“Sudah tidak ada yang perlu mati di umur dua puluh tujuh.”

by Muhamad Kusuma Gotansyah January 29, 2020
Culture // Prose & Poem
Nina Si Bule Kampung

Setiap jam 5 pagi, Nina si murid kelas 4 itu kabur dari rumah demi menghindari agar tidak masuk sekolah.

by Mena Oktariyana January 17, 2020
Culture // Prose & Poem
Kala

Mayakresna adalah perempuan dengan segala hasratnya. Ia punya otoritas atas hasrat dan gairahnya.

by Udiarti January 8, 2020
Culture // Prose & Poem
Puisi November

“November, anak itu belum pulang. mungkin sepertimu. hilang. atau dihilangkan.”

by Zulfikar A.S. December 17, 2019
Culture // Prose & Poem
Mewah itu Langit Biru

Jakarta semakin tersegregasi antara dunia Atas dan Bawah, yang terpisah lautan.

by Antonia Timmerman November 28, 2019