March, 22 2019
Kekerasan Terhadap Pasangan: Belajar dari Pengalaman Penyintas

Selain dampak terhadap kesehatan fisik, Kekerasan terhadap pasangan berdampak pula terhadap kondisi kesehatan mental, baik bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang.

by Magdalene
Community
Share:

Kekerasan terhadap pasangan adalah masalah yang dapat terjadi pada siapa saja tanpa dibatasi oleh usia, ras, jenis kelamin dan orientasi seksual. Kekerasan terhadap pasangan juga dapat terjadi dalam ruang lingkup rumah tangga (KDRT) dan pacaran (KDP). Selain dampak terhadap kesehatan fisik, Kekerasan terhadap pasangan berdampak pula terhadap kondisi kesehatan mental, baik bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Terdapat banyak faktor penyebab, bentuk intervensi dan usaha pencegahan yang harus dipahami, agar setiap orang dapat berkontribusi optimal dalam mengurangi tingkat kekerasan terhadap pasangan.

Oleh karena itu, Langitterbukaluas Creative & Psychological Services mengadakan diskusi publik kekerasan terhadap pasangan dengan tema “Belajar Dari Pengalaman Penyintas”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan menekan potensi terjadinya kekerasan terhadap pasangan.

Diskusi publik ini akan diadakan pada Sabtu, 06 April 2019, bertempat di Ruang Hampa (Jakarta Selatan), mulai jam 09.00 – 14.00 wib. Beberapa narasumber seperti Psikolog, Aktivis dan Penyintas akan ikut berpartisipasi dalam diskusi ini. Diskusi ini merupakan acara yang serius namun dihadirkan dalam setting suasana yang santai. Selain menambah wawasan, kita juga dapat melihat stand up comedy, music performance. Tentunya, bagi yang membutuhkan pendampingan psikologis, beberapa psikolog yang hadir dengan senang hati akan meluangkan waktu untuk memberikan dukungan psikososial.

Penulis :

Mutiara Proehoeman

Public Relation Manager

Langitterbukaluas Creative & Psychological Services