February 5, 2023
Issues

Kenapa Pengunduran Diri Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Mengejutkan?

Jacinda Ardern mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Ini menyisakan diskusi penting soal beban berlapis politisi perempuan.

Magdalene
  • January 23, 2023
  • 3 min read
  • 216 Views
Kenapa Pengunduran Diri Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Mengejutkan?

Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru mengumumkan pengunduran dirinya, (19/1).

“Bagi saya, inilah waktunya,” tutur Ardern, dilansir dari New Zealand Herald.

Kendati ia menegaskan akan tetap menjadi anggota parlemen Mt Albert hingga April, tapi pengunduran diri Ardern sontak menuai reaksi dari berbagai pihak. Magdalene merangkum beberapa alasan kenapa pengunduran diri Ardern relatif mengejutkan:

Jacinda Ardern Menjadi Perdana Menteri di Umur 37 Tahun

Jacinda Ardern dipilih sebagai Perdana Menteri Selandia Baru pada 2017, di usia 37 tahun. Ia menjadi perdana menteri termuda di sana setelah 150 tahun. Ardern juga masuk salah satu pemimpin perempuan termuda di dunia.

Baca Juga: #SetaraituNyata: Mendorong Kepemimpinan Perempuan, Mengakhiri Ketimpangan Gender

Lahir di kota Hamilton, Ardern mengenyam pendidikan di University of Waikato dengan jurusan komunikasi politik dan public relations. Ardern sudah bergabung dengan partai buruh Selandia Baru sejak umur 18 tahun. Dari sana karier politiknya terus melejit.

Jacinda Ardern Jadi Perhatian Dunia karena Kepemimpinannya yang Empatik

Nama Jacinda Ardern makin jadi perhatian dunia setelah tragedi penembakan di salah satu masjid di Christchurch, 2019 silam. Dalam menangani kasus ini, Ardern sebagai pemimpin mengutamakan perasaan korban. Caranya merangkul kelompok Muslim yang jadi minoritas di sana jadi sorotan.

“They are us. The person who has perpetuated this violence against us is not,” ujar Ardern seperti dikutip dari The Guardian.

Penanganan COVID-19 yang Mengutamakan Keselamatan Masyarakat

Saat Covid-19 melanda dunia 2019, Selandia Baru dinobatkan jadi salah satu negara dengan karantina dan penanganan krisis terkuat di dunia. Semua itu bisa terjadi karena kebijakan Ardern yang efektif dan juga mengutamakan keselamatan masyarakatnya.

Tak sekadar menyuruh warga Selandia Baru diam di rumah, ia juga memperhatikan kesejahteraan mereka selama dalam masa self-carantine.

Di sisi lain, Ardern juga tidak menampik bahwa berdiam di rumah adalah hal yang sulit dilakukan, terutama jika menyangkut pekerjaan dan orang yang disayangi. Bukannya merasa ingin dipatuhi, Ardern sebagai pemimpin menunjukkan rasa empati dalam kebijakannya.

Menjadi Ibu dan Pemimpin

Meski kiprahnya sebagai perdana menteri banyak dikagumi, Jacinda Ardern tak menunjukkan dirinya sebagai seorang “Wonder Woman”. Selama masa jadi perdana menteri, Ardern juga berjuang sebagai seorang ibu baru.

Baca Juga: Pertanyaan Lawas yang Masih Diperjuangkan: Benarkah Perempuan Sudah Mandiri?

Ardern tak jarang membawa anaknya ke tempat kerja, seperti saat ia harus menghadiri konferensi UN di New York, AS.

Pengunduran Diri Jacinda Ardern yang Mengejutkan Dunia

Pengunduran diri Ardern yang diumumkan beberapa waktu lalu jelas mengejutkan masyarakat dunia. Apalagi, Ardern banyak dijadikan role model sebagai seorang pemimpin. Namun, pada akhirnya keputusan Ardern memperlihatkan bagaimana seorang pemimpin pun punya “batas” tersendiri.

Seperti yang Adern katakan:

“I know what this job takes. And I know that I no longer have enough in the tank to do it justice. It’s that simple.”


Editor:  Magdalene
Magdalene
About Author

Magdalene

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *