November 27, 2019
ANGIN & UN Women: Pemimpin Perempuan dalam Investasi dan Usaha Indonesia

Pengembangan kepemimpinan dalam pemberdayaan perempuan untuk mencapai kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi.

by Magdalene
Community // Events
AngginXUNWomen
Share:

Berdasarkan pada komitmen kami dalam mempromosikan pemberdayaan perempuan dan membina agen-agen keberlanjutan, UN Women dan ANGIN mengadakan Lokakarya Pemimpin Perempuan dalam Investasi dan Usaha. Lokakarya ini dikembangkan oleh UN Women bersama ANGIN sebagai bagian dari Program WeEmpower Asia, dengan tujuan mengembangkan para pemimpin dalam pemberdayaan perempuan, terutama untuk mempercepat dan mencapai kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi.

Acara dibuka dengan diskusi panel tentang Pemberdayaan Ekonomi Perempuan: Hambatan, Alat, Peluang dengan Jamshed Kazi (Perwakilan UN Women), Julie Sutrisno (Ketua Dewan Kerajinan Nasional Nusa Tenggara Timur), Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group, Co-founder ANGIN, Anggota Dewan Penasihat Bisnis APEC), dan Virginia Tan (Co-founder Teja Ventures) sebagai panelis dan Saskia Tjokro (Kepala ANGIN Impact) sebagai moderator.

Julie Sutrisno mengatakan bahwa tantangan utama dalam pemberdayaan ekonomi adalah kurangnya modal dan akses pasar. Julie menambahkan bahwa memberikan pelatihan saja tidaklah cukup, pemerintah juga harus membuka akses pasar sehingga akan terjadi perputaran ekonomi. Dukungan dari sektor swasta dan publik akan sangat membantu pemberdayaan ekonomi perempuan. Shinta Kamdani menambahkan, “Aspek pembiayaan adalah bagian besar dari mendukung investasi untuk kesetaraan gender (gender lens investing), dan kita harus menemukan berbagai cara untuk menciptakan lebih banyak dana untuk mendukung usaha perempuan. Kehadiran pemerintah juga perlu ditingkatkan, karena dibutuhkan kebijakan dan peraturan untuk mendukung ini juga. "

Virginia Tan menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi instrumen untuk mengembangkan usaha. Ia berbicara tentang bagaimana teknologi dapat membantu perempuan untuk bekerja sesuai dengan situasinya, seperti Sehat Kahani (platform telehealth dari Pakistan yang memberi pasien akses ke layanan kesehatan berkualitas dengan menghubungkan mereka ke dokter perempuan yang tinggal di rumah) dan VIPKID (platform dari Cina yang menghubungkan anak-anak dengan penutur bahasa Inggris asli untuk pelajaran bahasa online).

Jamshed Kazi mengutip sebuah laporan penelitian oleh McKinsey Global Institute yang memperkirakan bahwa jika perempuan menjalankan peran yang sama dengan laki-laki dalam dunia kerja, maka pada tahun 2025 ekonomi global akan bisa bertambah sebanyak $28 triliun. Dia menyoroti seberapa banyak kehilangan kita karena perempuan tidak diberi kesempatan untuk memenuhi potensi mereka. Hambatan lain yang perlu diatasi, tambahnya, adalah bagaimana terkadang laki-laki tidak ingin berbagi beban di rumah, seperti memasak, membersihkan, dan merawat anak-anak, dan hal itu akan terus menahan perempuan untuk mengaktualisasi dirinya.

Setelah panel, peserta lokakarya bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk membuat rencana aksi sesuai dengan peran mereka, baik sebagai pengusaha, investor, atau pemacu pertumbuhan. Beberapa rencana tindakan yang kami buat adalah sebagai berikut: 1) Pelatihan kepemimpinan perempuan, karena bimbingan juga diperlukan untuk menjalankan usaha yang sukses. 2) Lebih banyak ruang bagi pengusaha perempuan untuk terhubung dan berbagi. 3) Pelatihan sosial untuk pengusaha. 3) Melampaui kota-kota besar dan meraih kota-kota yang masih kurang diperhatikan. Lokakarya berakhir dengan janji untuk mengambil tindakan bagi pembangunan ekonomi perempuan, dibaca oleh Halida Hatta.

MAGDALENE is an online publication that offers fresh perspectives beyond the typical gender and cultural confines. We channel the voices of feminists, pluralists and progressives, or just those who are not afraid to be different, regardless of their genders, colors, or sexual preferences. We aim to engage, not alienate.