November 29, 2017
Perempuan

Puisi untuk perempuan korban perdagangan manusia, dan petani Kendeng.

by Isabella Novsima Sinulingga
Culture // Prose & Poem
Share:
Perempuan
Yang dari tubuhnya keluar darah setiap bulan
Pulang ke rumah dengan tubuh kaku yang rupanya dikenal oleh ragu
Hatinya yang mencinta tidak lagi ada
Jantungnya yang terpacu rindu tidak lagi ada
Paru-paru ruang singgah aroma kayu tidak lagi ada
 
Perempuan
Yang dari tubuhnya keluar darah setiap bulan
Pergi dari rumah demi tanah



Demi air
Demi apa yang dirasa rumah
Kakinya dipasung dalam kotak-kotak kayu
Bukan karena tidak patut berlaku
Tapi berjuang dalam simbol yang melampaui uang
Bukan saat berpanasan di depan istana
Tapi di saat juga tak tersentuh media massa
Saat tidur dan saat mengeluarkan sisa makanan
Saat gatal hanya tubuh sendiri yang rasakan
Saat rindu anak 3 tahun di kampung membuat dada tertekan
 
Perempuan
Di dalam rahimmu
Mereka
Dulu
Yang mengambil bagian tubuhmu
Yang tidak peduli tentang anak cucumu
Demi uang
Dan kekuasaan
 
Perempuan
Darahmu tidak cukup setiap bulan
 
Untuk mengenang para perempuan di Timor yang menjadi korban perdagangan orang dan para perempuan petani Kendeng yang berjuang bagi Ibu Pertiwi.
 
Isabella Novsima Sinulingga adalah seorang yang belajar teologi dan secara khusus mempelajari teologi disabilitas. Ia juga tertarik pada isu-isu feminisme dan kesehatan mental.