January 29, 2020

Ujung 3019

“Sudah tidak ada yang perlu mati di umur dua puluh tujuh.”

by Muhamad Kusuma Gotansyah
Culture // Prose & Poem
Share:

Tidak ada mobil listrik
terbang. Juga tidak ada stasiun angkasa
di planet-planet jiran. Bahkan Industri
4.0, pun batal terwujud di tengah
abad yang berlari. Tetapi

juga sudah tidak ada darah di
baju-baju ibuku. Tidak ada yang perlu
dirahasiakan siswi-siswi di sekolah
dari guru BK. Tidak ada cerita soal permen
yang berbungkus dan yang tidak.

Selain itu, sudah tidak ada yang perlu mati di umur dua
puluh tujuh. Tidak ada yang mati karena demam berdarah,




atau kanker. Atau bunuh diri. Atau AIDS. Tidak

            ada kaki yang disemen. Tidak ada keraguan
di depan keluarga, atau calon mertua. Tidak
            ada hidup penuh penundaan
dan petak umpet.

Baca juga: Sajak Aan Mansyur 5: Percakapan

Muhamad Kusuma Gotansyah adalah seorang pelajar yang menetap di Kuala Lumpur, Malaysia bersama keluarganya. Di waktu luangnya gemar menulis. Memiliki blog yang beralamat di berisiklegal.wordpress.com