Halo Kontributor Magdalene,


Terima kasih telah memilih Magdalene sebagai ruang untuk menyuarakan gagasanmu. Kami adalah media digital yang berbasis pada nilai-nilai feminisme interseksional, keadilan sosial, dan keberagaman. Kami percaya tulisan, baik personal maupun politis, memiliki kekuatan untuk mengungkap, mengubah, memberdayakan, dan menyembuhkan. Kami ingin mendengar suara-suara yang jujur, reflektif, dan berpihak, terutama dari mereka yang kerap terpinggirkan dari narasi arus utama.

Di Magdalene, kamu bebas menulis tentang tubuh, keresahan, komunitas, dan pengamatanmu terhadap dunia—dengan tetap menjunjung tanggung jawab sosial dan empati. Kami menerima berbagai bentuk tulisan. Mulai dari opini, esai personal, komentar berbasis data, ulasan budaya, liputan jurnalisme konstruktif, hingga prosa dan komik reflektif.

Panduan ini akan memandumu menyusun naskah agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan semangat Magdalene.

Isinya mencakup:
A. Apa yang Kami Cari;
B. Tips dan Gaya Penulisan;
C. Penjelasan Rubrik;
D. Artikel yang Disukai dan Alasan Penolakan;
E. Kriteria Kontributor dan Honorarium;
F. FAQ (Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan).

  1. Mulai dari pengalaman konkret atau anekdot yang menyentuh dan punya sisi kemanusiaan.
  2. Punya sudut pandang yang jelas dan sikap yang tegas.
  3. Gunakan narasi seperti bercerita ke teman dekat.
  4. Kaitkan personal dengan konteks publik atau struktural.
  5. Buat paragraf pembuka yang kuat dan membekas.
  6. Hindari jargon akademik yang mengaburkan pesan.
  7. Sisipkan data atau referensi secukupnya, tidak mendominasi. Cara penulisan referensi pun cukup menyertakan nama penulis beserta atribusi, judul karya yang ditulis, tahun terbit. Jangan lupa sertakan tautan ke sumber referensi ilmiah yang dikutip. Contoh: Akademisi dari Universitas Melbourne, Rika Rosvianti dalam risetnya berjudul “Kompleksitas Permasalahan Perempuan yang Mengalami Kehamilan Tak Direncanakan” (2010)…
  8. Hormati kerentanan, baik dirimu maupun pembaca.
  9. Akhiri dengan refleksi atau ajakan (call to action).
  10. Revisi dulu sebelum mengirim ke editor Magdalene—kami akan menghargainya.

Issues

Tulisan reflektif, analitis, atau liputan tentang persoalan sosial, gender, politik, dan keadilan.

Subkategori:

  • History: Sejarah yang ditulis dari sudut pandang progresif dan feminis.
  • Environment: Krisis iklim, keadilan ekologi, dan aksi komunitas.
  • Politics & Society: Keadilan sosial, hukum, HAM, dan kebijakan publik.
  • Gender & Sexuality: Tubuh, seksualitas, orientasi, dan ekspresi gender.
  • Relationship: Relasi romantis, kekerasan, dan dinamika kuasa.
  • Technology: Dampak teknologi digital dan bias struktural dalam ekosistem daring.
  • Feminism A to Z: Edukasi feminisme secara populer dan aplikatif.


Culture

Ulasan kritis tentang budaya populer dan ekspresi kreatif.

Subkategori:

  • Screen Raves: Film, serial, dan dokumenter dari perspektif progresif.
  • Graphic Series: Komik, ilustrasi, dan karya visual yang memicu diskusi.
  • Prose and Poem: Karya sastra pendek, eksperimen naratif, dan puisi.
  • Korean Wave: Fenomena budaya Korea dan komunitas penggemarnya.
  • Boys’ Love: Analisis BL dari kacamata queer dan feminis.


Lifestyle

Tulisan praktis yang tetap berpijak pada refleksi diri dan struktur sosial.

Subkategori:

  • Health & Beauty: Kami mendorong angle/sudut pandang yang menentang standar kecantikan, dan narasi yang mengobjektifikasi ketubuhan dan kapitalisasi feminitas.
  • Horoscope: Astrologi sebagai refleksi dan penghibur, bukan kebenaran mutlak.
  • Travel & Leisure: Pengalaman perjalanan, urban escapism, dan catatan rasa.
  • Madge PCR: Kompleksitas dan problem relasi, baik relasi romantis, platonik, relasi dengan teman, orang tua, dan orang terdekat.


Safe Space

Cerita personal yang jujur, sensitif, dan penuh kerentanan. Bisa anonim.


People We Love

Profil, wawancara, atau esai penghormatan untuk tokoh atau komunitas inspiratif.

Artikel yang Disukai:

  • Esai personal yang menyentuh, punya sisi kemanusiaan, dan penuh refleksi, seperti:
    • “Saya Pernah Menolak Menjadi Perempuan”
    • “Saya Perempuan, Saya Tidak Ingin Punya Anak”
  • Analisis isu terkini dengan sudut pandang berbeda, unik, dan punya kebaruan. Misalnya:
    • Kritik feminis terhadap Revisi RKUHAP
    • Refleksi relasi ibu-anak dari perspektif trauma generasi
  • Narasi komunitas atau pengalaman minoritas:
    • Pengalaman menjadi queer di pesantren
    • Cerita pengorganisasian warga untuk ruang aman
  • Tulisan budaya yang mengulas dengan konteks sosial:
    • Film, musik, buku, atau tren dari perspektif interseksional

Alasan Umum Penolakan:

  • Tulisan terlalu umum, tidak punya sudut pandang khas
  • Artikel yang substansi maupun alurnya dibuat dengan menggunakan bantuan generative AI secara total.
  • Isinya lebih menyerupai curhat atau blog tanpa refleksi struktural
  • Mengulang narasi dominan tanpa kritik
  • Mengandung glorifikasi trauma atau kekerasan
  • Tidak sesuai nilai Magdalene (misoginis, transfobik, ableist, ageist, rasis, dll.)
  • Gaya tulisan kaku, seperti esai akademik tanpa narasi
  • Data yang digunakan terlalu banyak tanpa dielaborasi lebih lanjut
  • Tidak fokus atau runtut
  • Pitching terlalu singkat atau tidak jelas tujuannya
  • Tulisan terlalu panjang atau pendek tanpa justifikasi

Kami menyukai tulisan yang terasa berani, jujur, berpihak, dan penuh empati. Bukan semata bicara tentang "isu perempuan", tapi mengupas bagaimana tubuh, kekuasaan, dan harapan saling bertaut dalam keseharian kita.

Ada tiga jenis kontributor:

  1. Kontributor Tetap (Kolumnis)
  • Diundang oleh redaksi setelah konsisten menulis minimal 3 kali.
  • Mendapat honor flat Rp300.000 per tulisan.
  • Wajib menulis minimal 1 kali setiap bulan.
  1. Freelancer Jurnalis
  • Mengajukan pitching atau menerima penugasan dari redaksi.
  • Tulisan berbasis data dan wawancara.
  • Honor bervariasi sesuai proyek.
  1. Freelancer Bersponsor
  • Tulisan bagian dari proyek mitra (NGO, lembaga donor).
  • Redaksi yang menugaskan.
  • Honor menyesuaikan skema pendanaan proyek.
  1. Kontributor Umum (Unpaid)
  • Siapa pun yang mengirim tulisan secara sukarela.
  • Tidak menerima honor.
  • Tulisan tetap melalui proses kurasi dan editing ketat.
  • Tidak berlaku sistem pitching atau penugasan.

Pitching

Pitching disarankan untuk:

  • Liputan jurnalistik, jurnalisme data, dan investigatif
  • Tulisan panjang dan sensitif waktu
  • Kolaborasi proyek atau tulisan berseri

Lalu untuk format pitching, yakni:

  • Judul sementaramu
  • Ringkasan isi (1 paragraf)
  • Rubrik dan subkategori yang dituju
  • Kenapa tulisan ini penting sekarang
  • Referensi tulisan sebelumnya (jika ada)

Kirim pitching ke: [email protected]

Subjek email: [PITCHING] – Judul – Namamu

Redaksi akan merespons pitching dalam 5–7 hari kerja.


Honorarium

  • Honorarium hanya berlaku untuk kolumnis tetap dan freelancer (jurnalis atau bersponsor).
  • Nilai honor kolumnis tetap: Rp300.000 per tulisan, flat untuk semua rubrik.
  • Tidak berlaku untuk kontributor umum atau tulisan sukarela.
  • Pembayaran dilakukan otomatis setiap akhir bulan (tanggal 25-31).
  • Tulisan yang tayang setelah tanggal 20 akan dihitung untuk bulan berikutnya.
  • Tidak perlu mengirim invoice. Semua dicatat otomatis oleh sistem internal redaksi.

Di Magdalene, kami memahami bahwa perkembangan teknologi, termasuk Akal Imitasi (AI), kini menjadi bagian dari proses kreatif banyak penulis. Kami tidak melarang penggunaannya, namun menekankan bahwa AI harus digunakan secara etis, terbatas, dan transparan.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 yang mewajibkan setiap penggunaan AI dalam karya jurnalistik—terutama yang berdampak signifikan—untuk dinyatakan secara terbuka kepada pembaca.

AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti penulis. Tulisan yang dikirimkan ke Magdalene harus tetap merupakan hasil pemikiran, analisis, dan perspektif penulis. Penulis bertanggung jawab penuh atas seluruh isi tulisan, termasuk akurasi data, serta memastikan proses penulisan berada di bawah kontrol manusia dari awal hingga akhir.

Jika penulis menggunakan AI dalam proses penulisan, wajib mencantumkan penafian di akhir artikel. Penafian tersebut perlu menjelaskan bagian mana yang dibantu AI, sejauh mana AI digunakan, serta mana yang merupakan hasil riset, observasi, atau pengalaman langsung penulis.

Sebagai panduan, berikut contoh penafian yang dapat digunakan:

“Penulis menggunakan alat bantu Akal Imitasi (AI), seperti ChatGPT, secara terbatas untuk penyuntingan bahasa dan perapian struktur tulisan. Seluruh isi, analisis, dan argumen merupakan hasil riset, observasi, dan pemikiran penulis.”

Perlu ditegaskan bahwa Magdalene tidak menerima artikel yang ditulis sepenuhnya oleh AI atau sebagian besar dihasilkan oleh AI. Tulisan harus tetap menunjukkan suara, perspektif, dan pengalaman penulis secara jelas.

Bagi kami, tulisan bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang pengalaman, sudut pandang, dan kejujuran. Itulah yang memberi sebuah tulisan karakter dan relevansi bagi pembaca. Teknologi dapat membantu proses menulis, tetapi tidak dapat menggantikan perspektif manusia yang menjadi inti dari karya jurnalistik yang kami publikasikan.



Kirimkan Tulisan Kamu kesini:
[email protected]