Issues Politics & Society

Bias Media Barat dan Sejarah Israel Beri Keterangan Palsu

Dalam pendudukannya atas Palestina, Israel tak cuma disokong kucuran senjata oleh duit Barat. Media Barat juga berperan besar dalam membingkai genosida yang dilakukan Israel.

Avatar
  • November 14, 2023
  • 4 min read
  • 829 Views
Bias Media Barat dan Sejarah Israel Beri Keterangan Palsu

Satu hal yang terlihat jelas dalam banyak pemberitaan media-media Barat, adalah cara mereka membingkai Israel dan Palestina setelah serangan Hamas 7 Oktober lalu. Perlawanan Hamas dipotret sebagai tindakan amoral dan brutal atas warga sipil Israel. Sementara, serangan balik militer Israel yang membombardir warga Palestina dan semua sarana vital mereka diperhalus dan selalu diberi konteks sebagai “serangan balik”.

Catatan ini juga diperhatikan Patrick Gathara, Senior Editor di The New Humanitarian. Dalam banyak interview tentang serangan itu, ia tidak menemukan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana para orang Israel keluarga korban tewas ditanyai pendapat mereka tentang aksi pemerintah mereka: melakukan genosida atau mengusir orang Gaza, atau penyataan kontroversial Menteri Pertahanan Israel yang menyebut orang-orang Gaza sebagai “manusia binatang”.

 

 

Penyebabnya dicatat editorial The New Humanitarian secara lebih tegas dan gamblang: “Kita dikondisikan untuk tidak melihat kemanusiaan Palestina karena kolonialisme, supremasi kulit putih, dan islamofobia masih jadi lensa dominan yang digunakan negara, institusi, masyarakat, dan media Barat dalam memandang dunia.”

Profesor Sosiologi M. Muhannad Ayyash dari Mount Royal University, menyebut dalam kolomnya di The Conversation, gagasan “Barat menentang kekerasan terhadap warga sipil” sangat tidak masuk akal. Ada standar ganda yang dipotret media-media Barat saat membicarakan Israel dan Palestina. Cap “terorisme”, menurut Ayyash, mereka gunakan hanya untuk memberi Israel lampu hijau melakukan kekerasan tanpa batas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

Propaganda media ini bukan barang baru. Strategi “menyalahkan” Hamas dan gerakan perlawanan lain dari warga Palestina telah dilakukan media Barat sejak lama. Berikut beberapa klaim atau keterangan palsu yang dilempar Israel dan sempat dimakan media Barat untuk membersihkan kejahatan perang yang dilakukan Israel.

Baca juga: Sebulan Palestina Melawan, Ini 4 Fakta Menariknya

1. Klaim Bom Rumah Sakit Gaza

Pemerintah Israel sempat mengeluarkan pernyataan resmi bahwa penyebab ledakan di Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza, pada 17 Oktober lalu, bukanlah mereka. Melainkan Hamas yang melepaskan tembakan roket di sekitar area itu. Mereka lalu merilis sebuah video yang memperkuat tudingan itu.

Belakangan, video yang disebar diverifikasi oleh The New York Times. Hasilnya, roket yang ada dalam video itu adalah roket milik Israel. Dan roket itu bukanlah yang menghantam Rumah Sakit Baptis Al-Ahli. Laporan The New York Times tidak menyimpulkan siapa yang mengebom rumah sakit itu, tapi membuat pernyataan resmi Israel jadi dipertanyakan.

Sebelum investigasi itu rilis, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour, pada 18 Oktober, telah menyebut bahwa ia punya bukti serangan itu dilakukan oleh Israel. 

“Dia [Netanyahu] pembohong. Juru bicara digitalnya men-tweet bahwa Israel melakukan serangan itu dengan berpikir bahwa ada pangkalan Hamas di sekitar rumah sakit ini, dan kemudian dia menghapus tweet itu,” kata Mansour. “Kami memiliki salinan tweet itu…Sekarang mereka mengubah ceritanya menjadi cobalah untuk menyalahkan Palestina,” lanjut Mansour.

Baca juga: Standar Ganda Barat pada Palestina Tidak Mengejutkan, tapi Tetap Perlu Dilawan

2. Penggunaan Granat Fosfor Putih

Israel sempat menyatakan tidak menggunakan granat fosfor putih dalam operasi militer mereka di Lebanon dan Gaza pada 10 dan 11 Oktober 2023. Fosfor putih, yang dapat digunakan sebagai tabir asap atau senjata, berpotensi menimbulkan kerugian bagi warga sipil karena bisa mengakibatkan luka bakar parah serta dapat menimbulkan dampak jangka panjang kepada para penyintas. 

Penggunaannya di wilayah padat penduduk kota Gaza melanggar persyaratan hukum humaniter internasional yang mengharuskan pihak-pihak yang terlibat konflik mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan guna menghindari cedera dan hilangnya nyawa warga sipil.

Investigas Human Rights Watch lalu  membuktikan bahwa militer Israel memang menggunakan fosfor putih, pada 19 Oktober 2023.

Baca juga: Lebih dari Satu Jurnalis Mati per Hari dalam Serangan Israel, ini Harus Dihentikan

3. Mengebom Pengungsi yang Sedang Evakuasi ke Penampungan Aman

Sebanyak 70 orang Gaza tewas saat melewati “Rute Aman” (Safe Route), yang harusnya aman buat orang-orang sipil dari perang. Jalur itu dibom lewat serangan udara, yang belakangan terbukti dilakukan oleh Israel.

Dalam laporan The Guardian, Hamas sempat menyebut serangan itu datang dari Israel. Namun Israel Defence Force (IDF) sempat membantah dengan keterangan resmi. Mereka bilang, “IDF menaati hukum internasional dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi kerugian warga sipil, termasuk tindakan yang diambil hari ini dan kemarin untuk mendesak warga sipil agar pindah ke selatan Gaza.”


Avatar
About Author

Aulia Adam

Aulia Adam adalah penulis, editor, produser yang terlibat jurnalisme sejak 2013. Ia menggemari pemikiran Ursula Kroeber Le Guin, Angela Davis, Zoe Baker, dan Intan Paramaditha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *