November 23, 2017
Cerita Cinta Posesif di Wattpad: Berbahaya atau Biasa?

Fiksi dengan bumbu kekerasan dalam pacaran bertebaran di Wattpad dan laris dibaca.

by Elma Adisya, Reporter
Issues // Politics and Society
Share:

Diterbitkan buku hasil karyanya adalah impian semua penulis, termasuk “Vivi”, mahasiswi tingkat akhir jurusan Sastra Indonesia di sebuah universitas di Jawa Timur. Namun karena tidak memiliki akses ke penerbitan, Vivi kemudian mengunggah tulisan-tulisannya di Wattpad, komunitas penceritaan di dunia maya, tempat para pengguna dapat menumpahkan semua karya mereka, mulai dari artikel, cerita pendek dan novel, sampai fiksi penggemar (fan fiction), atau puisi.
 
Diluncurkan pada 2006, Wattpad saat ini memiliki 45 juta pengguna di seluruh dunia, yang dapat mengakses laman ini lewat komputer meja ataupun ponsel lewat sistem android maupun iOS. Seperti di media sosial, para pengunjung dapat memilih tulisan mana yang mereka suka dari 29 genre yang ada, mulai dari romansa, horor, misteri, fiksi ilmiah, dsb.
 
Mengingat banyaknya tulisan yang tersedia di Wattpad, tidak mudah untuk menarik pembaca. Menurut Vivi, perlu waktu lama sampai ia mendapatkan perhatian sejak mengunggah novelnya yang bertema percintaan.
 
“Lima bulan pertama sejak aku menerbitkan tulisan di Wattpad, enggak ada pengunjung sama sekali. Sampai-sampai waktu itu aku berhenti menulis selama tiga bulan karena sedih,” ujarnya dalam wawancara lewat telepon baru-baru ini.
 
Genre percintaan memang salah satu tema yang paling banyak ditulis, mencapai sekitar 142 ribu cerita dalam Bahasa Indonesia saja. Sebagai perbandingan, genre fantasi hanya berjumlah 32 ribu lebih, sehingga persaingan memang ketat. Vivi kemudian memutar otak untuk membuat ceritanya menarik perhatian pembaca.
 




Dari riset kecil-kecilan yang ia lakukan, ternyata ada tema berulang yang laris di Wattpad. Kata kuncinya: bad boy. Inti cerita: Laki-laki ganteng dan kaya (kalau bisa CEO, miliarder, atau memang anak orang kaya), punya sifat keras, kasar, nakal, mengekang, posesif, yang akhirnya takluk dan dapat diubah sifat dan hidupnya oleh perempuan. Semacam Fifty Shades of Grey, walaupun mungkin tidak selalu erotis.
Tagar CEO dipakai di hampir 10.000 cerita, tagar posesif 15.000 cerita, dan tagar bad boy 20.000 cerita. Dan tak jarang kita dapat menemukan cerita dengan tiga tagar sekaligus dalam cerita-cerita romansa di Wattpad.
 
Vivi kemudian banting setir dan menulis kisah percintaan seorang perempuan muda dan laki-laki kaya yang keras hati dan posesif, dengan bumbu erotika. Upayanya berhasil: Sampai ratusan ribu orang membaca novelnya, bahkan akunnya saat ini telah dikunjungi 8 juta pengguna. Novel pertama Vivi jenis itu sempat menjadi salah satu cerita populer di Wattpad, bahkan peringkat tertinggi di genre romance.
 
“Aku coba mengikuti tren itu, dan benar saja, pada suka semua. Aku juga kaget sendiri,” tutur Vivi. Karena jumlah pembaca yang terus-menerus meningkat, pada 2016, salah satu penerbit menghubungi Vivi dan menanyakan apakah Vivi bersedia bukunya untuk diterbitkan. Tentu saja Vivi menerima tawaran tersebut.
 
Power play
 
Sebagian besar fiksi romantis yang populer di Wattpad punya beberapa kesamaan, yaitu memiliki karakter laki-laki tampan. Tidak perlu lelah-lelah membayangkan atau membaca seganteng apa si lelaki, cukup melihat sampul yang biasanya memakai foto laki-laki ganteng Asia atau Kaukasia.
 
Dari segi karakter, para laki-laki ini dominan, posesif, dan pemaksa, dan hubungan percintaan dengan karakter  perempuan cenderung mengarah ke hubungan yang tidak sehat. Mulai dari pengekangan seperti tidak membolehkan si perempuan berekspresi dengan penampilannya, menerapkan berbagai macam aturan yang membatasi gerak dan ekspresi perempuan, sampai dengan paksa mencium sang perempuan atau bahkan lebih dari itu. 
 
Hendri Yulius, penulis dan pengajar isu-isu gender dan seksualitas, mengatakan bahwa cerita bergenre romansa yang memiliki alur seperti itu digemari karena pembaca seperti memiliki kekuatan melalui si tokoh perempuan untuk mengubah tokoh laki-lakinya dari yang kurang baik, menjadi lebih baik.
“Yang terjadi juga ada dinamika power antara perempuan dan juga laki-laki, jadi tidak terus-terusan hubungannya itu singular. Yang menariknya lagi, yang nulis itu perempuan dan dibaca oleh perempuan, nah ketika si perempuan itu dapat mengubah si lelakinya, di situ pleasure-nya,” ujar Hendri, yang sekarang sedang mengambil S2 dalam gender and cultural studies di University of Sydney.
 
Hal ini tidak menjadi masalah jika pembaca paham bahwa cerita ini adalah fantasi. Namun menurut psikolog Livia Iskandar dari Yayasan Pulih, cerita semacam ini akan membahayakan untuk pembaca yang masih belum dapat berpikir secara kritis, karena akan berdampak pada pemakluman terhadap kekerasan.
 
“Tiap orang memiliki cara masing-masing dalam menyaring informasi, namun jika orang tersebut dalam masa mencari role model dan kurang bisa berpikir kritis, nah itu menurut saya bisa banget memengaruhi,“ tutur Livia, yang juga salah satu pendiri Pulih@thePeak, sebuah pusat pemberdayaan perempuan dan keluarga.
 
Livia mengatakan seperti film, ada pentingnya pemeringkatan berdasarkan umur untuk cerita-cerita di Wattpad, karena tiap tingkatan umur memiliki tingkat pemahaman yang berbeda dalam memahami suatu konflik. 
 
Tetapi dalam segi umur pun, Livia menambahkan bahwa ini kembali lagi pada individu si pembacanya, jika si individu memiliki saringan yang banyak dan kuat dalam berpikir kritis, cerita-cerita seperti itu tidak akan memengaruhinya,
 
Pendapat yang sama dilontarkan oleh Hendri: “Pengalaman pembaca itu kan berbeda-beda, dan teks juga ditafsirkannya berbeda-beda, jadi kita juga harus melihat lebih lanjut, apakah si pembaca terpapar oleh edukasi kekerasan dalam pacar atau tidak.”
 
Untuk mendapatkan perspektif yang lebih banyak dan beragam, tambah Hendri, jangan melihat si pembaca sebagai korban yang menghadapi kekerasan dalam cerita-cerita ini karena interpretasi orang berbeda-beda.
 
Tanggung jawab penerbit & penulis
 
Perkembangan cerita-cerita di Wattpad memang dilirik oleh para penerbit. Jika kita ke toko buku, buku fiksi dari Wattpad terpajang rapi dengan label ‘sudah dibaca 1 juta kali’ atau ‘telah dibaca 3.2 juta kali di Wattpad’.
 
Afrianti Pardede, salah satu editor fiksi Elex Media, mengatakan bahwa Elex Media adalah yang pertama kali menerbitkan fiksi yang berasal dari Wattpad.
 
“Tapi kami sama sekali tidak pernah mencantumkan logo Wattpad atau sampai yang cap dibaca jutaan kali, karena kita tidak mau mengedukasi pembaca bahwa naskah ini diterbitkan karena telah dibaca jutaan kali. Tidak seperti itu. Biar semua penulis itu percaya diri, kita tetap kembali ke kualitas kontennya,” ujar Afrianti.
 
Kualitas konten yang dinilai oleh Elex Media, tambahnya, adalah teknik bercerita si penulis, kematangan konflik di dalam cerita, inti dari cerita tersebut, dan karakter-karakter yang dibangun oleh si penulis.
 
“Sebagai editor kami juga punya kekhawatiran, jangan sampai pembaca teredukasi bahwa naskah yang baik itu naskah yang banyak ciumannya, atau naskah yang si tokohnya tersakiti banget,” ujar Afrianti.
 
Afrianti juga mengingatkan bahwa penerbit sudah seharusnya memiliki saringan yang ketat dalam memilih cerita dari Wattpad, agar jangan hanya dilihat dari sisi bisnisnya saja tapi tetap harus melihat efek yang ditimbulkan dari si cerita tersebut. 
 
Psikolog Livia mengingatkan bahwa para penulis harus bertanggung jawab dengan apa yang mereka hasilkan.
 
“Penulis bisa memasang peringatan di tiga halaman terakhir bukunya, bahwa cerita yang ia buat memiliki hubungan percintaan yang tidak sehat, ya untuk mengingatkan saja kepada pembacanya. Penulis kan mempunyai risiko bahwa cerita tersebut bisa saja dibaca oleh remaja di bawah umur,“ ujar Livia.
 
Agar si pembaca juga memiliki saringan dan pemikiran yang kritis, Livia juga mengharapkan orang tua untuk berperan dalam pembentukan pemikiran kritis ini.
 
“Bukannya melarang, tapi mengedukasi anak-anak kita agar mereka bisa matang dalam berpikir kritis dan punya saringan-saringan itu,“ ujarnya.
 
Sebagai penulis dan juga pembaca, Vivi pun juga memiliki kekhawatiran yang sama.
 
“Aku lebih memikirkan dampak ke pembacanya. Ya it’s okay kalau mereka sudah mengerti mana fiksi dan mana yang nyata. Tapi aku takutnya kadang ada remaja-remaja tanggung bahkan anak kecil yang nyasar. Anak kecil kan masih belum mengerti mana nyata dan fiksi,” ujar Vivi, yang sedang menunggu buku kedua, lanjutan buku pertamanya, terbit dan beredar di toko-toko buku.
Baca juga tentang festival film yang merayakan keberagaman.

Elma Adisya adalah reporter Magdalene, lebih sering dipanggil Elam dan Kentang. Hobi baca tulis fanfiction dan mendengarkan musik  genre surf rock. Jangan sungkan menghubunginya di Twitter @spoopyydoo