November 22, 2019
FemFest 2019 Dorong Narasi Kesetaraan Gender dan Hak Perempuan

FemFest tahun ini ingin meningkatkan pemahaman bahwa feminisme bukan barang impor.

by Femfest
Community
Femfest
Share:

Festival feminis dwi tahunan FemFest kembali hadir dengan tema “Feminis Buatan Indonesia”. Diselenggarakan oleh Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta, acara ini berlangsung selama dua hari pada 23-24 November di Wisma PKBI, Jakarta Selatan.

Ketua FemFest 2019 Skolastika Lupitawina mengatakan, visi festival tahun ini adalah meningkatkan pemahaman bahwa feminisme juga merupakan bagian dari budaya Indonesia. Selama ini feminisme banyak dianggap sebagai upaya westernisasi padahal nilai-nilai feminisme telah hidup dalam kebudayaan negara ini.

“FemFest tahun ini ingin meningkatkan pemahaman bahwa feminisme bukan barang impor, melainkan perspektif dan perjuangan yang sudah lama hidup di Indonesia,” ujar Skolastika, atau biasa dipanggil Tika.

“Kami juga ingin mendorong masyarakat, khususnya muda-mudi, untuk turut menjadi aktivis feminis dengan pemahaman ini.”

Tika mengatakan bahwa tema festival tahun ini juga datang dari pergerakan perempuan yang sejak lama sudah vokal dan terus berupaya untuk dilanjutkan.

“Feminis Buatan Indonesia adalah kesempatan kami mendorong narasi bahwa kesetaraan gender dan hak perempuan sudah ada sejak dulu, dan akan terus menjadi isu Indonesia yang dibawakan oleh orang Indonesia,” ujar Tika.

“Indonesia punya sejarah pergerakan perempuan yang sangat kaya, yang memiliki semangat feminis meskipun tidak selalu dibingkai dengan istilah feminisme.”

Dokumentasi Femfest 2017

Acara tahun ini juga mendorong digalakkannya lagi narasi mengenai kesetaraan gender dan hak perempuan. Paham feminisme sendiri juga bukan hanya berkutat pada persoalan gender, melainkan pula juga pada isu ras, kelas sosial, agama, dan isu-isu yang berkelindan lainnya dalam identitas pribadi dan politik.

FemFest 2019 akan menghadirkan serangkaian diskusi dan lokakarya. Tema diskusi beragam, yakni perempuan dan budaya, identitas gender, interseksionalitas, sekutu feminis, feminis di kampus, feminisme dalam politik, hingga feminisme dan hak pekerja. Sesi-sesi diskusi menghadirkan pembicara-pembicara seperti aktivis buruh migran Anis Hidayah, aktivis gender Tunggal Pawestri, seniman Ika Vantiani, politisi Dara Nasution, sampai aktris Hannah Al Rashid dan Tara Basro.

Jadwal lengkap FemFest 2019 dapat diakses di tautan ini, sementara tiket dapat dibeli melalui laman ini.

Dokumentasi Femfest 2017

FemFest atau Feminist Festival adalah rangkaian pra-acara dan festival dua hari dwitahunan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta. Berdiri sejak November 2014 sebagai Jakarta Feminist Discussion Group (@jakartafeminist), perkumpulan ini beranggotakan individu lintas gender di Jakarta dan disahkan sebagai badan hukum pada Juli 2019.

FemFest menghubungkan muda-mudi Jabodetabek dengan berbagai macam komunitas dan LSM lokal lintas sektor yang bergerak di bidang ataupun berperspektif keadilan gender. Selain bazar dan presentasi LSM, FemFest juga mengadakan panel pleno, kelas diskusi dan lokakarya, serta beasiswa Feminist Fellows untuk 20 feminis lokal luar daerah.

FemFest diadakan pertama kali dengan rangkaian pra-acara sejak bulan Mei 2017 dan acara utama pada 26-27 Agustus 2017 di SMA 1 PSKD, Salemba, Jakarta Pusat. Festival ini menggali guna dan pentingnya feminisme di Indonesia pada abad 21, dan secara khusus menyasar anak muda yang sudah memiliki ketertarikan untuk bergabung dengan gerakan dan berjuang untuk mencapai keadilan gender dan memenuhi hak perempuan di Indonesia. FemFest 2017 menarik setidaknya 300 peserta lintas gender, sebagian besar berusia 17-35 tahun.