January 19, 2026
Lifestyle

5 Momen Paling Berkesan di Golden Globes 2026: K-Pop Demon Hunters sampai Teyana Taylor

Golden Globes 2026 bukan cuma soal piala. Ada kisah perempuan bersuara, aktor muda pecahkan rekor, hingga sejarah baru K-pop. Ini 5 momen paling berkesan.

  • January 19, 2026
  • 7 min read
  • 84 Views
5 Momen Paling Berkesan di Golden Globes 2026: K-Pop Demon Hunters sampai Teyana Taylor

Gemerlap Golden Globes 2026 bukan cuma soal selebritas di karpet merah atau deretan piala prestisius. Di balik sorotan kamera, ada cerita tentang perempuan yang akhirnya diakui setelah bertahun-tahun kerja keras, talenta muda yang memecahkan rekor, hingga musisi lintas budaya yang menembus batas industri global.

Tahun ini, panggung Golden Globes terasa semakin politis dalam arti yang personal: memberi ruang pada suara, emosi, dan pengalaman yang selama ini sering dianggap pinggiran. Kemenangan Teyana Taylor dengan pidato yang menyentuh, Rhea Seehorn yang akhirnya mendapat pengakuan layak, hingga lagu K-pop “Golden” yang menorehkan sejarah, semuanya menandai perubahan arah industri hiburan.

Berikut lima momen paling berkesan dari pemenang Golden Globes 2026 yang layak kamu tahu—bukan hanya karena prestasinya, tapi juga karena pesan sosial yang mereka bawa.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Chloe Zhao, Sutradara Perempuan Asia Pertama Peraih Oscar

1. One Battle After Another Borong 4 Piala di Golden Globes 2026

Ajang Golden Globes Awards 2026 resmi digelar di Beverly Hilton, Los Angeles, pada 11 Januari lalu. Salah satu film yang paling mencuri perhatian adalah One Battle After Another, karya sutradara kawakan Paul Thomas Anderson. Film ini tampil dominan dengan menyabet empat penghargaan sekaligus, termasuk kategori prestisius Best Motion Picture – Musical or Comedy.

Mengutip Golden Globes dalam artikel ‘One Battle After Another’ and ‘Hamnet’ Take Best Picture Prizes at Golden Globes, kemenangan ini menegaskan posisi film tersebut sebagai salah satu karya paling kuat tahun ini. Keberhasilan One Battle After Another tak lepas dari kombinasi cerita yang solid, akting yang meyakinkan, visual yang matang, serta pendekatan sinematik yang emosional dan berkesan bagi penonton.

Tak hanya itu, Paul Thomas Anderson juga membawa pulang penghargaan Best Director – Motion Picture dan Best Screenplay – Motion Picture, memperkuat reputasinya sebagai sutradara visioner yang konsisten menghadirkan karya berkualitas.

Dikutip dari The Guardian, dalam pidato kemenangannya Anderson mengatakan, “Saya senang melakukan apa yang saya lakukan, jadi ini sangat menyenangkan.” Ia juga menutup sambutan dengan penghormatan khusus untuk mendiang Adam Somner, asisten sutradara film tersebut yang wafat pada November 2024. Momen ini memberi sentuhan emosional yang kuat di tengah gemerlap malam penghargaan.

Baca Juga: Oscars 2025: Kemenangan ‘The Brutalist’ dan Kontroversi Film-film yang Pakai AI

2. Rhea Seehorn Akhirnya Raih Golden Globe Lewat Serial Pluribus

Aktris Rhea Seehorn akhirnya meraih Golden Globe pertamanya pada Selasa, 13 Januari 2026. Penghargaan ini ia dapatkan lewat perannya sebagai Carol Sturka dalam serial Apple TV berjudul Pluribus. Ia dinobatkan sebagai pemenang kategori Best Performance by a Female Actor in a Television Series – Drama.

Banyak penggemar menilai kemenangan ini terasa seperti pengakuan yang “terlambat datang”. Pasalnya, Seehorn sudah lama menuai pujian lewat perannya sebagai Kim Wexler di serial Better Call Saul. Karakter perempuan ambisius, tangguh, dan kompleks itu kerap dianggap sebagai salah satu representasi perempuan paling kuat dalam serial televisi modern.

Meski begitu, performanya di Pluribus memang sulit diabaikan. Dikutip dari TechRadar dalam artikel Pluribus star Rhea Seehorn teases that the new Apple TV sci-fi show goes to unexpected places: ‘It’s bananas, it’s bonkers’, Seehorn menggambarkan serial ini sebagai sesuatu yang “bananas and bonkers”.

Ia memerankan sosok manusia yang kebal terhadap virus yang membuat semua orang terhubung dalam satu hive mind penuh kebahagiaan. Karakter Carol Sturka tampil unik: kocak, datar, sangat manusiawi, namun sarat emosi. Kompleksitas inilah yang membuat akting Seehorn terasa kuat dan pantas diganjar penghargaan.

Namun bagi banyak penonton setia, nama Rhea Seehorn tetap lekat dengan Kim Wexler—figur perempuan yang menantang dominasi maskulin dalam dunia hukum fiktif Better Call Saul. Meski serial itu berfokus pada karakter Jimmy McGill (Bob Odenkirk), Kim sering kali justru menjadi pusat emosi dan konflik cerita. Kemenangan di Golden Globes 2026 ini seolah menjadi pengakuan baru atas perjalanan panjang karier Seehorn di industri televisi.

3. Teyana Taylor Kalahkan Ariana Grande dan Elle Fanning di Kategori Best Supporting Actress

Kemenangan Teyana Taylor sebagai Best Supporting Female Actor in a Motion Picture lewat film One Battle After Another menjadi salah satu momen paling emosional di Golden Globes 2026. Ini adalah nominasi pertamanya, sehingga tak heran Taylor tampak terkejut saat namanya diumumkan sebagai pemenang. Ia bahkan mengaku hampir tidak menyiapkan pidato karena merasa peluang menangnya kecil.

Justru di situlah ketulusan emosinya terasa kuat. Dikutip dari People dalam artikel Teyana Taylor Calls Her Crystal Thong a ‘Party in the Back’ as She Cries Through Her Golden Globes Win, Taylor menyampaikan pidato yang sangat personal. Ia berbicara langsung kepada perempuan dan anak perempuan kulit hitam, menekankan pentingnya ruang aman untuk bermimpi, keberanian untuk tetap lembut tanpa dianggap lemah, serta hak untuk bersinar dengan bebas.

Kalimat penutupnya, “Our voices matter, and our dreams deserve space,” disambut tepuk tangan panjang dan langsung viral di media sosial. Banyak penonton menilai pidato Taylor sebagai salah satu momen paling kuat dan bermakna sepanjang malam penghargaan.

Baca Juga: In-Docs dan Tribeca Film Institute Dukung Film Dokumenter Asia Tenggara

4. Owen Cooper Cetak Sejarah sebagai Pemenang Termuda di Golden Globes 2026

Aktor muda Owen Cooper mencatat sejarah di Golden Globes 2026 setelah memenangkan kategori Best Performance by a Male Actor in a Supporting Role on Television lewat perannya dalam serial Netflix Adolescence. Di usia 16 tahun, ia menjadi pemenang termuda dalam kategori tersebut, sekaligus aktor pria termuda kedua sepanjang sejarah Golden Globes.

Dikutip dari Kumparan dalam artikel Owen Cooper Jadi Pemenang Termuda Kategori Aktor Pendukung Terbaik Golden Globes, rekor sebelumnya dipegang oleh Chris Colfer, yang menang di usia 20 tahun lewat serial Glee pada 2010. Sementara itu, aktor termuda sepanjang sejarah Golden Globes masih dipegang oleh Ricky Schroder, yang meraih penghargaan New Star of The Year pada 1980 saat berusia 9 tahun.

Mengutip Variety dalam artikel Adolescence’ Star Owen Cooper Becomes Youngest Golden Globes Winner for Supporting Actor in TV Series, Owen mengaku tidak menyangka bisa membawa pulang penghargaan tersebut. Dalam pidatonya, ia berterima kasih kepada keluarga dan semua pihak yang mendukung perjalanan kariernya.

“Berdiri di sini di Golden Globes tak terasa nyata. Sebuah perjalanan luar biasa yang telah saya dan keluarga saya lalui,” ujar Owen, dikutip dari Variety, Senin (12/1).

Owen memenangkan penghargaan ini berkat perannya sebagai Jamie Miller, mengalahkan nama-nama besar seperti Billy Crudup (The Morning Show), Walton Goggins dan Jason Isaacs (The White Lotus), Tramell Tillman (Severance), serta Ashley Walters (Adolescence).

5. “Golden” Jadi Lagu K-pop Pertama yang Menang Best Original Song di Golden Globes

Kategori Best Original Song di Golden Globes 2026 menghadirkan momen penuh haru ketika lagu “Golden” dari film animasi Netflix KPop Demon Hunters diumumkan sebagai pemenang. Lagu ini mencetak sejarah sebagai lagu K-pop pertama yang berhasil memenangkan penghargaan di kategori tersebut.

Nama EJAE—yang memiliki nama asli Kim Eun Jae—ikut mencatat sejarah sebagai kreator Korea-Amerika pertama yang memenangkan kategori Best Original Song – Motion Picture. Ia terlibat sebagai co-songwriter lagu “Golden” sekaligus pengisi suara nyanyian karakter Rumi dalam film, bersama Mark Sonnenblick dan tim penulis lagu lainnya.

Dikutip dari BBC dalam artikel KPop Demon Hunters wins Golden Globes for best animated film, dalam pidato kemenangannya EJAE membagikan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Ia bercerita pernah menghabiskan sekitar sepuluh tahun sebagai trainee demi mimpi menjadi idol K-pop. Namun, impian itu kandas karena penolakan dan rasa tidak percaya diri terhadap kualitas vokalnya.

Dari pengalaman tersebut, EJAE justru menemukan jalannya sebagai penyanyi dan penulis lagu. “Sekarang saya berdiri di sini sebagai seorang penyanyi dan penulis lagu,” ujarnya, menegaskan bagaimana kegagalan masa lalu membawanya pada titik penting dalam hidup.

Kemenangan “Golden” terasa semakin bermakna karena lagu ini membawa pesan tentang penerimaan diri dan harapan. EJAE menyebut, bisa menjadi bagian dari karya yang membantu banyak orang—tanpa batas gender dan usia—untuk melewati masa sulit dan berdamai dengan diri sendiri adalah mimpi yang akhirnya terwujud.

About Author

Kevin Seftian

Kevin merupakan SEO Specialist di Magdalene, yang sekarang bercita-cita ingin menjadi dog walker.