February, 16 2018
Hibah Seni Budaya Rp 3,5M Tersedia untuk Perempuan di Indonesia

Hibah dana tunai Cipta Media Kreasi bertujuan untuk merayakan keragaman pengetahuan dan ekspresi kreativitas perempuan di Indonesia.

by Hera Diani, Redaktur Pelaksana
Culture
Share:
Sekelompok perempuan penggiat seni budaya dan lembaga donor Ford Foundation meluncurkan Cipta Media Kreasi, skema hibah dana tunai senilai total Rp3,5 miliar untuk perempuan di Indonesia yang memiliki inisiatif seni budaya.
 
Hibah ini dapat diakses siapa saja yang mengaku perempuan, berusia di atas 18 tahun pada 21 April 2018, warga negara Indonesia maupun asing. Peserta yang bukan warga negara Indonesia harus memenuhi syarat sudah bekerja aktif di lingkup kebudayaan di Indonesia selama paling tidak lima tahun.
 
Dana yang diminta tidak boleh dipakai untuk proyek di luar Indonesia.  Proyek yang diusulkan harus selesai pada 28 Februari 2019, dan dana yang tidak terpakai harus dikembalikan.

Lisabona Rahman, pelaku arsip dan studi film Indonesia yang juga salah satu dari dewan juri dan panitia inisiatif ini, mengatakan hibah ini diberikan khusus untuk perempuan karena tingkat representasi perempuan di sebagian besar bidang kesenian sangat rendah.
 
“Banyak perempuan yang dihalangi berkarya karena jenis kelaminnya. Banyak juga yang terhambat karena harus menggunakan waktunya untuk mengurus anak atau keluarga,” ujarnya kepada Magdalene.
 


Perempuan juga mengalami pembatasan daya jelajah (mobilitas) yang mengurangi kesempatan mereka untuk melakukan perjalanan dan bekerja secara lintas-budaya, ujarnya. Bahkan untuk menghadiri pameran yang berlangsung malam hari pun terkadang sulit bagi perempuan.
 
“Kesempatan perempuan untuk bekerja sama atau berkolaborasi juga terbatas karena beban sosial dan batasan yang diterapkan kepada perempuan. Silakan hitung berapa jumlah kolektif seni yang anggotanya mayoritas lelaki dengan yang mayoritas perempuan. Kesulitan-kesulitan seperti ini nyata terjadi, namun jarang disikapi,” kata Lisabona.
 
Adanya batasan-batasan yang dihadapi perempuan ini membuat kriteria proyek yang diusulkan lebih cair, tidak terpaku pada sebuah karya, namun juga bisa untuk fasilitas pendukung untuk meringankan tugas-tugas sosial yang dibebankan kepada perempuan.
 
“Misalnya saja usulan pemakaian dana untuk membayar pengasuh, atau tenda keliling tempat anak-anak bermain sementara para ibunya pameran atau berkarya. Hal-hal seperti itu bisa dipertimbangkan, asal tetap pada jalur tujuan untuk upaya seni dan budaya,” ujar Lisabona, yang bersama pemrakarsa lain berkeliling daerah untuk mendorong mereka yang tinggal di daerah terpencil dan tidak terjangkau teknologi untuk ikut mendaftar.
 
“Kami menyadari bahwa tidak jarang fasilitas seperti ini juga menjadi tempat tumbuhnya banyak gagasan baru yang sangat maju mengenai peran perempuan ataupun seni budaya dari perspektif perempuan.”

Pendaftaran hibah akan ditutup 23 Maret 2018. Informasi lebih lanjut serta formulir pendaftaran dapat dilihat di laman Cipta Media Kreasi.  
Hera, seperti banyak orang Indonesia lainnya, memiliki dua nama dan ia senang karena perempuan Indonesia tidak perlu menggunakan nama belakang ayah dan suami mereka. Ia pecinta budaya populer, namun kritis terhadap aspek-aspek buruk budaya tersebut, seperti konten-konten yang mengandung pesan misoginis dan budaya pemerkosaan, serta The Kardashians.