June 13, 2019
Hiburan Sekaligus Literasi Film di Bioskop Alternatif

Bioskop hanya dipenuhi film-film box office? Kejar film-film yang berbeda di bioskop-bioskop alternatif ini.

by Elma Adisya, Reporter
Lifestyle // Travel and Leisure
Bioskop_Alternatif_SarahArifin
Share:

Saat ada film keluaran studio besar Hollywood diluncurkan, biasanya layar-layar bioskop di Indonesia dipenuhi oleh film tersebut, tidak meninggalkan banyak tontonan yang bisa dinikmati. Sementara itu, ketika para pemenang Oscar (atau penghargaan film bergengsi lainnya) diumumkan, kita hanya bisa tercenung karena kemungkinan besar film-film itu tidak akan ditayangkan di bioskop, karena “film seni” dianggap kurang peminat.

Untunglah, paling tidak di Jakarta, telah bermunculan bioskop-bioskop alternatif yang memutar film-film yang berbeda daripada yang ditayangkan bioskop waralaba besar. Pemutaran film juga biasanya diikuti dengan diskusi mengenai isu dalam film tersebut atau teknis pembuatan filmnya. 

Berikut ini beberapa bioskop alternatif yang bisa kamu datangi di sekitar Jakarta dan Tangerang, untuk melihat film-film yang relatif lebih “bergizi”.

  1. Kineforum

Berdiri sejak 2006, Kineforum merupakan bagian dari program Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Bioskop mini ini berkapasitas 45 orang dan terletak di bagian belakang kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Harga tiket ditetapkan Rp20.000 atau juga donasi sukarela terserah penonton.

Film-film yang diputar di Kineforum sangat beragam, bisa sampai era 1950-an dengan film-film karya Usmar Ismail, hingga film-film terkini. Sebagian besar film yang diputar adalah film Indonesia. 

Jika kamu belum sempat menonton Kucumbu Tubuh Indahku karya sutradara Garin Nugroho, film ini akan kembali ditayangkan pada 14 dan 16 Juni 2019 ini. Diluncurkan April tahun ini, film ini sempat mengundang protes dari kelompok konservatif karena mengangkat isu seksualitas.

Juga minggu ini, pada 14-16 Juni, ada program khusus di Kineforum untuk mengenang penata suara andal Khikmawan Santosa, yang meninggal dunia Mei lalu karena kecelakaan motor. Selain Kucumbu, akan diputar film-film lain yang pernah digarap oleh Khikmawan, yakni Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) karya Sutradara Mouly Surya; serta A Copy of My Mind (2015) dan Kala (2005) karya Joko Anwar.

Jadwal lengkap pemutaran film dapat dilihat di akun Instagram Kineforum.

Copyright Kineforum Jakarta

Kineforum
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No.73
Jakarta Pusat

  1. Kinosaurus

Terletak di bagian belakang toko buku Aksara di Kemang, Jakarta Selatan, Kinosaurus adalah ruang alternatif dengan program pemutaran film dan diskusi setiap pekannya.

Minggu ini, Kinosaurus akan menayangkan film horor Keramat (2009) karya Monty Tiwa. Berbeda dari sebagian besar film horor Indonesia, film ini menggunakan teknik pengambilan gambar found footage, di mana semua atau sebagian besar karya disajikan dengan rekaman melalui kamera yang dibawa oleh satu atau lebih karakter. Film ini akan ditayangkan pada 14 Juni jam 19.30 dan 21 Juni pada pukul 21.30 WIB. Film horor lainnya yang akan tayang di Kinosaurus adalah Kafir (2018) karya Azhar Kinoi Lubis pada 22 dan 23 Juni jam 19.00 WIB.

Selain film horor, pada Sabtu 15 Juni ini, Kinosaurus bekerja sama dengan Singapore International Film Festival 2019 akan mengadakan diskusi mengenai lanskap perfilman di Asia Tenggara, berikut pemutaran beberapa film pendek karya sutradara-sutradara muda dari wilayah ini.   

Tiket untuk setiap pemutaran film adalah Rp50.000 untuk umum dan Rp35.000 untuk pelajar (dengan memperlihatkan kartu pelajar). Untuk info lebih lanjut kamu dapat mengunjungi akun Instagram Kinosaurus atau langsung kunjungi laman Kinosaurus.

Copyright Kinosaurus Jakarta

Kinosaurus
Jl. Kemang Raya No.8B (belakang toko buku Aksara)
Jakarta Selatan

  1. Paviliun 28

Restoran yang berada di daerah Petogogan, Jakarta Selatan ini merupakan salah satu tempat yang sering mengadakan kegiatan seni yang berkaitan dengan musik dan juga film. Setiap minggunya, ada program Sinema Rabu yang memutar film-film Indonesia, baik yang berdurasi film feature maupun film pendek.

Tiket berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 untuk setiap pemutaran film. Cek akun Instagram Sinema Rabu untuk jadwal pemutaran film.

Paviliun 28
Jl. Petogogan 1 No.25
Jakarta Selatan 

  1. Sinema Sang Akar

Selain Paviliun 28, bioskop alternatif lain di Jakarta Selatan adalah Sinema Sang Akar, yang didirikan oleh Sang Akar Enterprise, sebuah perusahaan sosial yang bergerak bidang seni dan kreatif.

Tiket pemutaran film berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000, dan jadwal pemutaran film bisa dilihat di akun Instagramnya.

Sinema Sang Akar
Jl. Tebet Dalam 1
Jakarta Selatan

  1. Institut Francais Indonesia (IFI)

Untuk mendapatkan pilihan film alternatif lainnya, kamu juga bisa melihat-lihat di pusat kebudayaan negara lain, salah satunya yang rutin mengadakan pemutaran film yaitu Institut Francais Indonesia (IFI). Pusat kebudayaan Prancis yang sering disebut IFI ini, berlokasi di daerah Thamrin Jakarta Pusat dan di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

Pemutaran film yang dinamakan dengan Ciné-Macet ini sebagian besar menampilkan film panjang maupun pendek dari sineas-sineas asal Benua Eropa, dan juga film-film asal Indonesia. Ciné-Macet di akhir pekan ini tepatnya Sabtu tanggal 15 Juni akan memutar film animasi asal Prancis berjudul The Rabbi’s Cat (2010) karya sutradara Joan Sfar pada jam 10.00 pagi. Di Sore hari, Ciné-macet bekerja sama dengan Jakarta Feminist Discussion Group mengadakan sesi pemutaran dan diskusi film dokumenter More Than Work (2019) karya sutradara yang juga seorang jurnalis, Luviana. Dokumenter ini menceritakan tentang perempuan pekerja dalam industri media di Indonesia.

Jika kamu baru pertama kali menonton di IFI, ada biaya yang harus dibayarkan  sebesar 20.000 rupiah per-film yang diputar di IFI Thamrin. Untuk film-film yang diputarkan di IFI jalan Wijaya bebas biaya.

IFI Thamrin




Jl. M.H. Thamrin No.20
Jakarta Pusat


IFI Wijaya
Jalan Wijaya I No.48
Jakarta Selatan 

  1. Radiant Cinema

Bioskop alternatif Radiant Cinema mulai beroperasi pada 2017 untuk menjawab kebutuhan anak-anak muda yang tinggal daerah sekitar Tangerang Selatan, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke tengah Jakarta untuk menonton film.

Film-film yang diputar lebih berfokus pada film-film Indonesia, baik fiksi maupun dokumenter. Tiket seharga Rp25.000 hingga Rp35.000 dan jadwal pemutaran film bisa dilihat di akun Radiant Cinema.

Copyright Radiant Cinema, Tangerang

The Radiant
Jl. H. Abdul Gani No. 17
Ciputat, Tangerang Selatan 

  1. Cinespace

Digagas oleh sutradara Nia Dinata, Cinespace adalah bioskop alternatif untuk masyarakat di Tangerang Selatan. Untuk yang ingin membawa anak, adik atau keponakannya yang masih kecil, Cinespace minggu ini (14-16 Juni) akan menayangkan Petualangan Menangkap Petir (2018) karya Kuntz Agus. Film lainnya yang bakal tayang adalah musikal Ini Kisah Tiga Dara karya Nia Dinata, yang terinspirasi dari musikal klasik Tiga Dara karya seniman legendaris Usmar Ismail.

Dengan berdonasi sebesar Rp15.000, kamu bisa menonton sambil minum kopi atau teh. Informasi lengkap dapat dilihat di akun instagram Cinespace.      

Cinespace
Ruko Summarecon Digital Center
Scentia Square Park Garden View 01
Jl. Scentia Boulevard
Gading Serpong, Tangerang Selatan

Baca juga tentang perempuan India di belahan dunia yang bersuara lewat cerpen.

Ilustrasi oleh Sarah Arifin

Elma Adisya adalah reporter Magdalene, lebih sering dipanggil Elam dan Kentang. Hobi baca tulis fanfiction dan mendengarkan musik  genre surf rock. Jangan sungkan menghubunginya di Twitter @spoopyydoo