August 26, 2020

Ivan Gunawan, Deddy Corbuzier, dan Maskulinitas vs. Feminitas

Ivan Gunawan memberikan lima pelajaran selama menjadi selebritas selama ini. Apa sajakah itu?

by Siti Parhani, Reporter
Lifestyle
Share:

Warganet bersorak saat aktor dan desainer Ivan Gunawan membuat pesulap/pembawa acara Deddy Corbuzier mati kutu dalam acara bincang-bincangnya di YouTube. Ivan langsung menyambar saat Deddy mencela jenis olahraga yang suka dilakukannya, squat (dan juga cardio), adalah olahraga cewek.

Ivan menyebut hidup Deddy ribet karena terlalu mengotak-kotakkan mana yang harus dilakukan perempuan maupun laki-laki. Ia juga langsung menyindir Deddy yang pada saat masih menjadi pesulap, selalu menggunakan rias mata tebal.

“Enggak ada bapak-bapak umur 44 pakai eye-shadow ke kantor. Kesel gue lama-lama,” ujar Ivan.

Video yang kini sudah ditonton 4,9 juta orang tersebut kemudian viral di media sosial. Ivan dielukan banyak orang karena dianggap berani membungkam gaya maskulinitas toksik Deddy. Selama ini Deddy memang dikenal dengan citra pria maskulin berotot besar dengan gaya bicara yang sering kali agresif dan intimidatif terhadap lawan bicaranya.

Seolah memuaskan dahaga warganet yang selama ini kesal dengan Deddy, Ivan mampu membuat Deddy tak berkutik. Tidak berhenti di situ, ia pun secara terang-terangan mengkritik citra maskulin yang mati-matian dibangun Deddy lewat media sosialnya. Ivan menyebut perilaku pamer otot di instagram seperti yang dilakukan Deddy bukannya keren tapi menjijikkan.

Bertubuh tinggi besar dengan gestur feminin, Ivan selama ini dikenal publik sebagai selebritas yang tidak pernah berpura-pura dan bangga dengan femininitasnya. Meski bekerja di dunia yang selalu menjunjung tinggi citra personal, Ivan tetap tampil nyaman dengan dirinya sendiri. Ia tidak pernah malu mengakui dirinya senang merawat badan hingga melakukan operasi plastik. Selain menggugat toxic masculinity, ada beberapa hal yang juga bisa kita pelajari dari Ivan, apa sajakah itu?

Baca juga: 5 Tanda Kamu Punya Maskulinitas Rapuh

  1. Maskulinitas rapuh itu tidak penting

Tak lama setelah videonya dengan Deddy viral, Ivan kemudian mengeluarkan video kolaborasi dengan Deddy. Bedanya, kali ini di kanal Youtube-nya sendiri dengan judul yang cukup menggelitik “Makeup aja Ded Gapapa Lemesin Shay”. Ivan seperti ingin menyampaikan pada semua orang bahwa laki-laki menggunakan tata rias itu sesuatu yang wajar. Bahkan laki-laki “semaskulin” Deddy pun tidak masalah ketika ingin merias diri.

Terlihat gengsi dan takut citranya sebagai public figure runtuh, awalnya Deddy menolak untuk menggunakan makeup yang disodorkan Ivan, tapi lama-kelamaan akhirnya Deddy mau mencoba tata rias yang diberikan padanya. Menariknya, Deddy malah hafal bagaimana cara menggunakan alat-alat itu. Sambil berkelakar, mereka berdua akhirnya berbagi cerita tentang produk makeup yang dikeluarkan Ivan.

Walau terlihat remeh dan ringan, cuplikan itu cukup membuktikan jika Ivan bisa menghilangkan batas antara feminin dan maskulin. Dan yang paling penting, Ivan mampu membuktikan bahwa maskulinitas rapuh seperti yang Deddy lakukan itu tidak perlu.  

  1. Tidak ada yang salah menjadi laki-laki feminin

Beberapa tahun silam, Ivan sempat tampil di televisi dengan karakter “Madam Ivan” yang dibuatnya. Ia tampil layaknya bintang Hollywood dengan riasan wajah glamor dan rambut yang ditata sedemikian rupa. Menariknya tampilan Ivan yang feminin dan disiarkan di TV nasional itu tidak begitu mendapat kontroversi. Orang-orang malah menikmati tampilan dan lawakan Ivan di layar kaca.

Baca juga: Didi Kempot Meredam ‘Toxic Masculinty’

Kini, citra Madam Ivan sudah benar-benar dilepaskannya, Ivan justru lebih memperlihatkan sisi maskulinnya dengan memelihara brewok kumis tipi, dan tato yang berjejer di badannya. Dalam sebuah wawancara, Ivan mengatakan dirinya melepas karakter Madam Ivan, bukan semata-mata ingin tampil lebih “laki” tapi karena alasan ribet setiap harinya harus tampil glamor serta mengingat usianya yang makin menua karakter itu sudah tidak begitu cocok. Sekarang ini ia lebih fokus menjadi dirinya yang sederhana tapi masih tetap suka menggunakan makeup dan mengembangkan hobinya itu ke dalam bisnis brand makeupnya sendiri.

Dalam berbagai wawancara, Ivan selalu mengatakan dirinya selama berkarier di dunia hiburan hanya berusaha menjadi dirinya sendiri tanpa banyak memikirkan perkataan orang lain yang sering menghina tampilannya yang feminin.

  1. Menormalisasi laki-laki nyaman dengan dirinya sendiri

Ketika tengah siaran langsung di akun Instagramnya sambil didandani, ada seseorang yang berkomentar “kayak bencong” kepada Ivan. Sontak ia pun membalas bahwa memang benar dirinya adalah bencong. Ivan tidak lagi mempermasalahkan ketika ada orang yang menghinanya bencong, atau ngondek. Bagi Ivan tidak ada yang salah menjadi laki-laki feminin selama itu terjadi natural bukan dibuat-buat sebagai gimmick agar populer.

Keberanian Ivan menjadi dirinya sendiri sempat membuat kagum komika Uus. Dalam wawancaranya di kanal Youtube  Froyonion, Uus mengatakan orang yang menginspirasi dirinya berani tampil apa adanya di dunia hiburan adalah Ivan Gunawan.

Menurut Uus, Ivan justru lebih “gentle” dibanding laki-laki di luar sana yang sering menjadi palsu dengan membangun citra maskulin. Uus tahu betul sulitnya menjadi diri sendiri di dunia hiburan yang penuh dengan pencitraan, sehingga keberanian Ivan untuk tampil apa adanya tanpa peduli citra itu patut diacungi jempol.

“Ketika orang melihat dia seperti perempuan atau menanyakan orientasi seksualnya, bagi gue itu enggak penting. Yang penting itu Ivan berani tampil di televisi dengan dirinya apa adanya,” ujar Uus.

Baca juga: Mahasiswa di Luar Negeri dan Jodoh Bule: Manifestasi Maskulinitas Toksik

  1. Merawat badan itu tidak mengenal gender

Ivan memang tergolong selebritas yang sering menyuarakan tentang pentingnya perawatan diri, terlepas gender seseorang. Lima tahun ke belakang Ivan menyebut usahanya merawat tubuh itu sebagai “investasi kegantengan”.

Dalam wawancaranya dengan pembawa acara Sarah Sechan, Ivan mengatakan dirinya rajin berkonsultasi dengan dokter kulit, mencari tahu perawatan apa yang baik bagi tubuhnya. Menurut Ivan, perawatan tubuh itu bisa dimulai dengan hal-hal kecil seperti mandi, membersihkan gigi, dan memperhatikan bau badan. Ivan pun tak segan mengatakan dirinya melakukan veneer gigi dan sulam alis.

  1. Penerimaan bentuk tubuh

Perawakan Ivan yang besar membuatnya sering mendapat body shaming, baik sedang live di TV maupun di kehidupan nyata. Biasanya Ivan dengan santai menjawab olok-olok tentang tubuhnya itu dengan mengafirmasi bahwa memang dirinya memiliki tubuh besar seperti “gapura” dan ia menerima tubuhnya yang seperti itu.

Ivan sendiri sebetulnya mengalami transformasi bentuk tubuh yang cukup signifikan. Di awal penampilannya Ivan memiliki badan yang kurus, sekarang badan Ivan memang jauh dari kata kurus. Pada 2012 Ivan sempat menjalani sedot lemak, namun badannya kembali gemuk tak lama kemudian.

Pengalamannya memiliki berbagai bentuk tubuh tersebut dikatakan Ivan membuatnya lebih bersyukur dan belajar menerima bentuk badannya yang sekarang, yang terpenting baginya adalah memiliki badan sehat. Ivan tidak begitu memikirkan apa yang orang katakana selama tubuhnya baik-baik saja.

Siti Parhani merupakan reporter Magdalene. Bisa dipanggil Hani. Mempunyai cita-cita utopis bisa hidup di mana latar belakang manusia tidak jadi pertimbangan untuk menjalani hidup.