April 29, 2020
AJI dan UNICEF Beri Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak 2020

Media Awards UNICEF-AJI kampanyekan hak anak soal imunisasi.

by Magdalene
Community
Share:

Aliansi Jurnalis Independen dengan dukungan UNICEF kembali menyelenggarakan Penghargaan Liputan Terbaik Isu Anak 2020 untuk kategori cetak/ online, televisi, radio dan foto. Selain memberikan penghargaan pada satu jurnalis sebagai pemenang utama untuk setiap kategori, juga ada penghargaan special mention dengan isu khusus imunisasi. Penghargaan ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan Pekan Imunisasi Dunia yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan.

Awalnya AJI-UNICEF dengan dukungan Kementerian Kesehatan merencanakan penghargaan dalam situasi yang hangat. Karena dalam situasi pandemi COVID-19, pengumuman ini kemudian disampaikan secara daring setelah Webinar bertema “Strategi Pemberian Imunisasi Tambahan pada Daerah Cakupan Imunsasi Rendah”, yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Rabu, 29 April 2020. AJI dan UNICEF bekerjasama cukup lama untuk mendorong peningkatan perhatian media tentang isu anak serta meningkatkan kapasitas jurnalis di Indonesia mengenai topik-topik penting ini. Kolaborasi tahun ini juga melahirkan buku saku pedoman pemberitaan tentang anak yang diharapan dapat menjadi panduan pekerja media saat melakukan peliputan mengenai anak. Panduan bisa diakses di https://aji.or.id/read/buku/65/pedoman-peliputan-dan-pemberitaan-anak.html. Serta buku kumpulan karya jurnalistik terbaik tentang anak 2020.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini, mengatakan media adalah partner yang penting karena memiliki kekuatan untuk mengangkat berbagai topik ke ruang publik, memicu percakapan penting dan memengaruhi perubahan positif, termasuk dalam isu imunisasi sebagai intervensi kesehatan yang terbukti efektif untuk mencegah penyakit menular. “Imunisasi adalah hak anak dan media punya peran penting untuk memberikan informasi pada publik tentang manfaat imunisasi,” kata Debora dalam sambutannya.

Saat pandemik Covid-19 ini, layanan imunisasi juga tertunda. Akibatnya banyak anak yang tidak mendapatkan vaksinasi. Debora menambahkan, jurnalis mempunyai peran penting untuk terus mengkampanyekan agar layananan imunisasi tetap terus berjalan terutama bagi keluarga rentan. “Dukungan media dan jurnalis ini penting untuk  menyelamatkan nyawa anak-anak,” ujarnya.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan (Kementerian Kesehatan), drg. R. Vensya Sitohang. M.Epid dalam sambutan penghargaan ini mengatakan, media memiliki peran besar melalui pemberitaannya, selain partisipasi aktif publik, dalam soal imunisasi. Untuk media, kampanye terpentingnya adalah dengan mengedukasi publik agar membawa anak-anak ke puskesmas, posyandu atau rumah sakit untuk imunisasi. “Karena imunisasi adalah hak anak dan menjadi kewajiban orang tua,” ujarnya.

Sebelum menyelenggarakan penghargaan ini, AJI-UNICEF dan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan workshop meliput isu anak, khususnya soal imunisasi.Workshop diikuti oleh 40 jurnalis, yang terdiri 16 perempuan(40 persen) dan 24 laki-laki (60 persen). Para peserta berasal dari 23 provinsi, termasuk yang wilayahnya memiliki cakupan imunisasi rendah, yaitu  Aceh, Nusa Tenggara Barat, Riau dan Jawa Barat.

Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan mengatakan, kerja sama ini adalah bentuk komitmen AJI untuk terus meningkatkan pengetahuan jurnalis pada isu-isu spesifik, termasuk isu anak. Ia mengatakan, situasi yang terus berubah dan menyebabkan tantangan yang dihadapi juga tak sama, sehingga perlu pembelajaran terus menerus bagi jurnalis agar bisa memahami kompleksitas isu anak, khususnya soal imunisasi.

Manan menambahkan, AJI menyadari bahwa tema soal anak dan kesehatan bukan topik yang cukup popular. Padahal isu ini penting dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. “Karena itu tantangan bagi kami membuat hal penting ini menjadi menarik, dan penghargaan ini adalah salah satu upaya untuk mendorong jurnalis dan media peduli terhadap isu anak, khususnya soal imunisasi,” ujarnya.

Untuk acara Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak 2020 ini, panitia di AJI menerima total 413 karya untuk empat kategori lomba yaitu online/cetak, radio, televisi dan foto.  Para dewan juri yang terdiri atas professional praktisi, pemerhati isu anak dan UNICEF memutuskan pemenang penghargaan ini adalah:

Pemenang Kategori Cetak/ Online

Erik Tanjung (Suara.com), judul karya “Terancam Hukuman Mati, Kejanggalan Peradilan Bagi Mispo Si Anak Papua)

Pemenang Spesial Mention kategori Cetak/ Online

Alexander (Rakyat Merdeka Online Bengkulu/ RMOLbengkulu.com) dengan judul karya “Bidan Penakluk Kerinci Seblat”

Pemenang Kategori Radio

Tim KBR, judul karya “Hidup Usai Teror Episode 1-8”

Pemenang Spesial Mention Kategori Radio

Eko Susanto (I Radio FM), judul karya “Imunisasi Measles Rubelle, Upaya Melindungi Generasi Bangsa”

Pemenang Kategori Televisi

Miftah Faridl dan Priyuda Anangga D (CNN Indonesia TV), judul karya “Anakku Tidak akan Jadi Teroris”

Pemenang Spesial Mention Kategori Televisi

Muhammad Sridipo, Defry Novaldy dan Wahyu Santiko (Jawapos TV), judul karya “Ironi Kontroversi Imunisasi”

Pemenang Kategori Foto

Ignas Kunda (Media Indonesia), judul karya “Perjuangan Warga Kampung Wololuba Demi Air Keruh”

Pemenang Special Mention Kategori Foto

Chaideer Mahyuddin (Agence France-Presse/AFP), judul karya “Vaksin Sehat”