September 09, 2019
Perempuan dan Berbagai Permasalahan ‘Intim’ yang Jarang Terungkapkan

Kurangnya pengetahuan akan pentingnya kesehatan seksual & reproduksi hingga rasa risih dan malu untuk membicarakannya.

by Magdalene
Community // Brand News
Andalan
Share:

Apa yang ada di benak perempuan ketika berbicara tentang intimasi? Ternyata, mayoritas dari mereka berfikir bahwa kecantikan tubuh / body image, termasuk kecantikan area kewanitaan / intimate beauty adalah kunci dari kesehatan seksual & reproduksi yang dapat menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan. Saking pentingnya intimate beauty, 52 % perempuan sampai sengaja menghindari hubungan seksual walaupun sudah ‘turn on’ hanya karena merasa sedang tidak ready dengan tubuhnya. Dan 13 % dari perempuan mengaku hanya mau berhubungan seksual dalam keadaan gelap karena merasa tidak percaya diri[1].

Fakta menarik lain menyebutkan bahwa perempuan cenderung tertutup untuk mengkomunikasikan seksualitas dibandingkan dengan lelaki karena merasa tabu, dan hal ini berujung pada kepuasan seksual mereka yang berkurang secara signifikan[2]. Mengetahui akan hal tersebut, Andalan Feminine Care mengadakan acara “Pillow Talks with Andalan: The Untold Facts of Intimate Beauty” sebagai sebuah ‘ajang curhat’ para perempuan mengenai berbagai masalah kewanitaannya.

Maharani Anindita, Brand Manager Andalan Feminine Care mengungkapkan “Intimate beauty atau yang biasa disebut dengan intimate wellness merupakan suatu kondisi dimana perempuan merasa aman dan nyaman terkait dengan kesehatan organ kewanitaannya. Kurangnya pengetahuan akan pentingnya kesehatan seksual & reproduksi hingga rasa risih dan malu untuk membicarakannya, membuat perempuan sering merasa ‘insecure’ dengan intimate beauty. Akibatnya, banyak perempuan yang menghadapi berbagai permasalahan ranjang tanpa tahu apa yang harus dilakukan, dan pasif untuk mencari solusi”.

Andalan Feminine Care mengumpulkan lima pertanyaan terkait dengan intimate beauty, yang paling sering ditanyakan oleh perempuan, yang selanjutnya dijawab oleh Aesthetic Gynaecologist dr. Dinda Derdameisya Sp.OG dari sudut pandang kesehatan reproduksi, dan juga Sexologist, dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) berdasarkan sudut pandang seksualitas dan psikologis dengan pasangan:

  1. Normalkah aroma vagina saya?

Kesehatan reproduksi: Vaginal odor menjadi keywords yang paling banyak dicari oleh perempuan di dunia[3]. Vagina yang sehat tidak beraroma atau sedikit asam tapi tidak menyengat. Namun apabila ada aroma yang menyengat dan mengganggu mengindikasikan adanya suatu infeksi yang dapat disebabkan oleh jamur, parasit, ataupun infeksi lainnya.

Dampak seksologi: Aroma vagina yang tidak sedap akan mempengaruhi kondisi pasangannya, yang tadinya sudah ‘turn on’ akan ‘turn off’, serta menyulitkan pria untuk melakukan penetrasi, dan bila penetrasi dilakukan, pria cenderung ingin cepat-cepat menyelesaikan hubungan seksual tersebut padahal perempuan belum mencapai klimaks. Bila hal ini tidak diatasi, maka lambat laun akan menurunkan minat bagi perempuan bahkan pasangannya, untuk melakukan hubungan seksual.

  1. Cantikkah bentuk genitalia saya?

Kesehatan reproduksi: Belakangan ini perempuan mulai concern terhadap penampilan genitalia eksternal. Sama seperti wajah, ada wajah yang tidak asimetris, simetris, dan memiliki warna yang terang maupun gelap. Tidak ada standar kecantikan khusus untuk genitalia, sama seperti standar kecantikan wajah. Kecantikan genitalia masuk ke ranah estetik, apabila tidak ada indikasi tidak usah diubah karena dapat menimbulkan suatu komplikasi atau risiko.

Dampak seksologi: Bentuk genitalia tidak berpengaruh terhadap gairah seksual selama anatomi dan fungsinya normal. Namun, fungsi seksual tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fisik saja, namun ada faktor psikis yang berperan. Ekspektasi yang berlebihan akan tampilan organ reproduksi yang ‘indah & sedap dipandang’ dapat menurunkan rasa percaya diri, sehingga berpotensi mengganggu kehidupan seksual. Dengan demikian, sebaiknya kedua belah pihak bisa saling menerima kelebihan serta kekurangan pasangannya.

  1. Pentingkah menggunakan sabun kewanitaan?

Kesehatan reproduksi: Penggunaan sabun kewanitaan dapat membantu menjaga pH vagina tetap asam, sehingga mencegah bakteri dan jamur serta infeksi lainnya tidak mudah masuk. Apalagi dengan aktivitas perempuan modern saat ini yang sangat sibuk. Sabun kewanitaan yang mengandung prebiotics alami dapat membantu untuk menjaga keasaman area vulva serta dapat mengaktifkan bakteri baik.

Dampak seksologi: Penting untuk menjaga vagina tetap sehat dan bebas dari bakteri jahat, jamur atau parasit. Vagina yang tidak sehat akan membuat perempuan tidak percaya diri saat melakukan hubungan seksual, serta membuat pasangan menjadi terganggu sehingga sulit untuk menaikkan dan mempertahankan gairah seksual. Selain itu, vagina yang tidak sehat berpotensi menularkan penyakit kepada pasangannya bila ternyata penyebabnya adalah infeksi. Bila hal ini dibiarkan, akan mengganggu kehidupan seksual dan keharmonisan rumah tangga.

  1. Kenapa partner saya turn off sewaktu di tengah-tengah bercinta?

Kesehatan reproduksi: Beri waktu pasangan untuk jeda terlebih dahulu, karena untuk mencapai suatu klimaks laki-laki mengalami beberapa tahapan. Setelah dia ready, mulai lagi untuk foreplay perlahan supaya bisa mencapai puncaknya. Dan jangan terlalu menyalahkan diri, serta komunikasikan dengan pasangan pada saat santai, dan tanyakan apa yang diinginkan pasangan dari kita untuk membantu proses foreplay lebih maksimal.

Dampak seksologi: Jangan memaksakan diri untuk membangkitkan gairah yang turn off di tengah sesi bercinta, lebih baik berhenti dulu sambil berkomunikasi secara terbuka untuk mengatasi penyebabnya. Karena penyebabnya bisa berupa psikis maupun fisik. Tujuan melakukan hubungan seksual adalah untuk mendapatkan kehidupan seksual yang menyenangkan yang dapat dicapai bila memenuhi tiga syarat: pertama, ada keterlibatan emosional di antara pasangan; kedua, tidak ada gangguan fungsi seksual baik fisik maupun psikis; ketiga, dapat memberikan kepuasan seksual bagi kedua belah pihak.

  1. Bagaimana cara menjaga kekencangan vagina?

Kesehatan reproduksi: Metode tradisional yang paling mudah dilakukan untuk menjaga kekencangan vagina yaitu kegel exercise yang dapat mengencangkan otot dasar panggul. Ini wajib dilakukan oleh perempuan yang sudah melahirkan, yang dilakukan dengan cara seperti menahan buang air kecil selama satu menit dalam jeda 1 detik selama 20 kali, tiga set sehari, lalu frekuensinya dinaikkan 30 kali dalam hari berikutnya, hingga sampai 40 kali di hari berikutnya, selamat tiga set.

Dampak seksologi: Vagina adalah organ yang sangat elastis, bahkan bisa melebar hingga 10cm untuk memudahkan bayi keluar pada saat proses persalinan. Namun, ada beberapa faktor yang membuat otot vagina meregang/melemah, antara lain persalinan (terutama yang sudah memiliki lebih dari satu anak), penuaan, serta faktor genetik. Kondisi tersebut dapat membuat diameter vagina membesar sehingga dapat mengurangi sensasi seksual. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah labioplasti dan vaginoplasti dengan tujuan untuk memperbaiki tambilan luar vulva, serta mengencangkan otot vagina.

“Dengan menjaga intimate beauty, perempuan akan lebih paham tentang kondisi kesehatan pada organ kewanitaannya, serta membantu untuk dapat membedakan kondisi organ kewanitaan yang normal dan yang sedang terinfeksi, sehingga perempuan dapat segera mencari rujukan medis, serta meningkatkan kondisi kebersihan organ intim mereka” ungkap dr. Dinda melanjutkan. 

Selain itu, menurut dr. Haekal, intimate beauty akan sangat membantu perempuan untuk meningkatkan rasa percaya diri pada aktivitas seksualnya, karena sudah memiliki organ seksual yang ampuh untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan, baik untuk pasangan maupun dirinya sendiri.

Lantas, apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga intimate beauty? Baik dr. Dinda maupun dr. Haekal sepakat untuk menyebutkan tiga poin utama yang bisa perempuan lakukan untuk merawat intimate beauty, yaitu:

  1. Be Confident, selalu percaya diri dengan tubuh mereka, serta menciptakan mindset percaya diri dalam kehidupan sehari-hari
  2. Be Talkative, berani lebih terbuka dan tak tabu lagi berbicara tentang kesehatan seksual reproduksi,
  3. Be Prepared, selalu siap sedia untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan kapanpun dan dimanapun berada, dan menggunakan sabun kewanitaan yang mengandung prebiotic serta bahan alami pada momen-momen penting, seperti sebelum dan sesudah bercinta.

Untuk menunjang kesehatan area kewanitaan perempuan di Indonesia, DKT Indonesia menghadirkan Andalan Feminine Care sebagai Andalan di Setiap Momen yang dapat menemani perempuan dalam aktivitas sehari-harinya. Andalan Feminine Care saat ini memiliki varian intimate wash Revitalize untuk membantu mengencangkan dan meremajakan area kewanitaan yang dilengkapi dengan kandungan ekstrak manjakani[4]. Serta Natural White dengan kandungan ekstrak white lily yang dapat membantu mencerahkan dan mengembalikan warna alami area kewanitaan. Ke semua varian Andalan Feminine Care mengandung Prebiotic Concepts, sehingga dapat membantu menjaga pH alami area kewanitaan, serta mengaktifkan bakteri baik pada organ kewanitaan.

[1] Sex in The Nation Survey 2011, Daily Mail
[2] Jennifer L. Montesi on Journal of Social & Personal Relationships 2010
[3] Seth Stephens-Davidowitz on The Hidden Truths of Deepest Anxieties in Google Searches
[4] Lorzadeh, Nahid & Sepavand, Friba & Soleimaninezhad, Maryam & Kazemirad, Nastaran. (2016). The Effect of Extract of Oak Gall for Vaginal Tightening and Rejuvenation in Women with Vaginal Relaxation. Open Journal of Obstetrics and Gynecology. 06. 879-887. 10.4236/ojog.2016.613106.

MAGDALENE is an online publication that offers fresh perspectives beyond the typical gender and cultural confines. We channel the voices of feminists, pluralists and progressives, or just those who are not afraid to be different, regardless of their genders, colors, or sexual preferences. We aim to engage, not alienate.