Women Lead
November 17, 2021

Pesan Kesetaraan dalam Festival Film 100% Manusia

”Festival film ini coba menghilangkan pengotak-ngotakan, mempromosikan toleransi, kesetaraan, dan HAM, melalui film serta seni budaya.”

by Magdalene
Community
Share:

Untuk kelima kalinya sejak dihelat pada 2017, Festival Film 100% Manusia membawa pesan kesetaraan dan hak asasi manusia (HAM). Hal ini disampaikan Direktur Festival Film 100% Manusia Rain Cuaca. Dalam rilis resmi yang diterima Magdalene, (15/11).

”Festival film ini coba menghilangkan pengotak-ngotakan, mempromosikan toleransi, kesetaraan, dan HAM, melalui film serta seni budaya,” kata Rain.

Festival yang dihelat secara daring pada 25 November hingga 1 Desember 2021 di laman festivalscope.com itu bisa diakses gratis oleh publik.

Mengusung tema ”Journey” atau ”Perjalanan”, festival tersebut bakal memutar 25 film panjang dan pendek dari 15 negara. Sebanyak 15 rangkaian acara serta lebih dari 10 sesi diskusi bersama pembuat film dapat diikuti melalui Zoom dan media sosial. Seluruh pemutaran film dan acara festival dapat diikuti secara gratis bagi penonton dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Baca juga: Dihadiri 4 Penulis Asing, Keseruan Sarinah Jakarta Content Week

Tahun ini, festival akan dibuka dengan film co-produksi Jerman dan Irak pemenang penghargaan FIPRESCI untuk film terbaik di Karlovy Vary International Film Festival 2021, The Exam karya sutradara Shawkat Amin Korki. Film ini menceritakan kisah perjalanan seorang perempuan dalam memperjuangkan kondisi hidupnya untuk masuk ke sebuah universitas. Festival akan ditutup dengan film keluarga asal Swedia, My Father Marianne karya sutradara Marten Klingberg. Film pemenang penghargaan Guldbagge 2021 untuk aktris pendukung terbaik ini mengisahkan perjalanan penerimaan anak pemuka agama setelah bapaknya mengekspresikan identitas barunya sebagai perempuan.  

“Berada di industri film lebih dari 15 tahun, saya tumbuh dekat dengan orang-orang yang peduli akan isu kemanusiaan melalui sinema, salah satunya adalah dengan teman-teman di 100% Manusia Film Festival,” ucap Lucky Kuswandi, duta festival.

Baca juga: Shenina Cinnamon Ajak Generasi Muda Tonton Jakarta Film Week 2021

Sementara itu, Astrid Saerong, produser film Dear To Me, yang filmnya terpilih dalam gelaran festival kali ini berujar, “Melalui Festival Film 100% Manusia, sineas bisa mendapatkan ruang untuk menayangkan film-film dengan narasi yang terpinggirkan atau yang kerap mendapat stigma negatif dalam masyarakat.”

Yang spesial dari ajang tahun ini, ada beberapa program baru yang ditawarkan, yaitu 100% Film Chat, sesi diskusi interaktif melalui Instagram Live di mana penonton dapat bincang bersama lebih dari 15 sutradara lokal maupun internasional. Lalu, 100% Outloud di mana pengunjung dapat membacakan puisi pilihannya melalui Instagram Live. Selain itu, terdapat juga acara seperti 100% Heart to Heart yaitu sesi curhat gratis secara virtual bersama psikolog terpercaya.

MAGDALENE is an online publication that offers fresh perspectives beyond the typical gender and cultural confines. We channel the voices of feminists, pluralists and progressives, or just those who are not afraid to be different, regardless of their genders, colors, or sexual preferences. We aim to engage, not alienate.