November 18, 2019
Sajak Aan Mansyur 3: Makan Malam di Restoran Baru

“Jika aku bisa jadi kota, aku kota yang tidak menyingkirkan perempuan & anak.”

by Aan Mansyur
Culture // Prose & Poem
Share:

MAKAN MALAM DI RESTORAN BARU
TIDAK JAUH DARI PANTAI LOSARI

Jika aku bisa jadi laut, aku laut pasang,
(bulan tunduk menyerahkan cahaya murung
& aku memungut cangkang-cangkang mutiara
dari dalam diriku—untuk lehermu) laut yang tidak
menyerahkan tubuhnya jadi alas kota-kota baru
yang asing.

Jika aku bisa jadi kota, aku kota yang tidak
menyingkirkan perempuan & anak-anak
dari jalan raya, atau menyangkarkan mereka
di rumah, kota yang tulang-tulangnya bukan




perampasan & kepatuhan, kota yang diterangi
cinta & kecemasan sehari-hari.

Jika aku bisa jadi cinta, aku cinta
beraroma tubuh tidak tercemar deodoran,
cinta beraroma kerja orang-orang biasa, cinta
yang senantiasa basah oleh keringat yang bisa
mencium hidungmu dari seberang meja makan.

Baca juga: Sajak Aan Mansyur 4: Ibuku dan Aku

M. Aan Mansyur bekerja sebagai pustakawan di Katakerja, sebuah ruang kreatif dan ruang sosial, di Makassar. Bukunya yang sudah terbit antara lain “Kukila” (GPU, 2012) dan “Melihat Api Bekerja” (GPU, 2015).