Women Lead
October 21, 2021

Serial ‘You’ Musim Ketiga, Juaranya Relasi Toksik

Pasangan ikonik dalam serial ‘You’, Joe dan Love sama-sama impulsif dan berbahaya tapi cara coping mereka berbeda.

by Candra Aditya
Culture // Screen Raves
Share:

(Artikel ini mengandung sedikit spoiler)

Serial You yang tayang di Netflix mulanya tidak didesain untuk menjadi fenomena. Pertama kali tayang di kanal Lifetime Amerika, serial yang diadaptasi dari buku karangan Caroline Kepnes ini hanya sebuah thriller dengan bungkusan tak biasa. Namun, kisahnya yang unik didukung pemain baik menjadikan You sebagai tontonan yang sangat binge-able. Itulah sebabnya sejak musim kedua, You bertahan di Netflix.

Keunikan You memang terletak pada kemasannya yang seolah-olah berwujud tayangan komedi romantis. Lebih tepatnya, pemain utama, Joe Goldberg (Penn Badgley) merasa dia adalah tokoh kunci komedi romantis. Faktanya, Goldberg tak lebih dari orang yang tanpa tedeng aling aling memperlihatkan, dia adalah cowok sakit yang sangat manipulatif, toksik, hobi gaslighting, dan sangat impulsif.

Di musim pertamanya, Joe (yang bekerja di toko buku) mendekati perempuan bernama Beck (Elizabeth Lail). Ia mencoba segala cara untuk membuat si gadis jatuh cinta kepadanya. Yang dia lakukan sangat ekstrem, termasuk membunuh pacar dan sahabat Beck. Ketika Beck akhirnya tahu siapa sebenarnya Joe dan apa yang dia lakukan, Joe akhirnya menghabisi Beck dan meninggalkan New York.

Baca juga: 6 Drakor Misteri Terbaik yang Seru dan Menegangkan

Musim keduanya tak jauh berbeda. Joe yang masih merasa dia sosok romantis, mendekati perempuan bernama Love (Victoria Pedretti), koki yang bekerja di supermarket hip di Los Angeles. Kali ini Joe menculik orang untuk menggunakan identitasnya, membunuh komedian, dan menggiling debt collector lalu mengoleksi jari-jarinya. Bagian paling menggetarkan dari musim kedua You adalah fakta Love ternyata sama sakit jiwanya seperti Joe. Love juga impulsif dan tidak segan-segan menggorok leher orang yang ia tidak suka dengan alasan emosional. Bagian kocak dari semua kegilaan ini adalah Joe merasa Love berbahaya.

Melihat akhir musim kedua You yang sangat tidak terduga, tentu saja saya sangat menunggu musim ketiganya. Jujur, saya lumayan puas dengan hasilnya. You musim ketiga memberikan semua hal yang saya inginkan: Drama yang heboh, ketegangan yang lumayan memacu adrenalin, dan karakter-karakter sampingan yang sinting. Yang tidak saya duga dari musim ketiga ini adalah ia jauh lebih lucu dari musim-musim sebelumnya.

You musim ketiga langsung melanjutkan cliffhanger dari ending musim keduanya dengan Joe dan Love yang “main rumah-rumahan” sebagai suami istri teladan di perumahan Madre Linda, San Francisco. Perumahan elit tersebut memuat kamera di tiap sudut dan semua penghuninya terobsesi dengan body image. Jika tinggal di sini, jangan sampai kamu ketahuan makan nasi atau karbohidrat. Salah satu adegan yang paling membuat saya tertawa terbahak-bahak adalah ketika salah satu karakter berteriak heboh, seperti sedang ada gempa bumi ketika anaknya makan cupcake sambil berteriak, “Gula!”

Sumber: Netflix

Joe dan Love sadar rumah tangga mereka sedang tidak baik-baik. Joe sedang “naksir” dengan tetangga barunya, Natalie (Michaela McManus) dan Love sadar suaminya seperti setengah tersadar. Joe melakukan kebiasaannya mengintai target terbaru itu. Namun, kali ini lebih creepy karena kadang dia melakukannya dengan membawa sang anak yang masih kecil. Tidak butuh waktu lama bagi pasangan muda ini untuk tenggelam dalam konflik ketika Love tahu suaminya hilang fokus. Natalie tewas di tangan Love dan kini mereka berdua harus menghilangkan jejak sebelum polisi datang.

Salah satu hal yang paling mengganggu dari You sebenarnya adalah respons dari para penonton yang tergila-gila dengan karakter Joe. Dari awal, pembuat serial ini sudah menggaris bawahi bahwa Joe Goldberg adalah cowok yang harus dihindari karena dia pembunuh. Namun, hal tersebut ternyata tidak membuat para penontonnya terus bernafsu pada karakter ini, hanya karena ia cakep seperti Penn Badgley. Si aktor bahkan berkali-kali membuat disclaimer, Joe Goldberg sungguh disturbing. Joe Goldberg adalah tipikal cowok-cowok yang menggunakan ketampanannya untuk menyembunyikan semua kelakuannya yang semuanya berhak di-red flag.

Baca juga: Mimpi Buruk dalam ‘I’m Thinking of Ending Things’

Saya merasa hal itu sangat mengganggu pembuat serial You. Dua musim sebelumnya, penonton hanya diberi tahu Joe terobsesi hanya dengan satu perempuan dalam satu musim. Di musim ketiga, pembuatnya menunjukkan Joe Goldberg adalah cowok posesif yang sangat impulsif dengan membuatnya naksir dengan dua cewek berbeda dalam waktu yang berdekatan. Semua demi menunjukkan orang ini memang tidak pernah mencintai siapapun. Semua yang dia lakukan hanyalah coping dari trauma masa kecilnya. Elaborasi ini menurut saya akan membuat penonton melihat lebih jelas, meskipun tokoh utama serial ini adalah Joe tapi dia jelas bukan protagonis.

Menaruh Joe dan Love dalam satu atap juga merupakan keputusan yang baik karena ini jadi resep drama yang sangat efektif. Joe dan Love sama-sama impulsif dan berbahaya tapi cara coping mereka berbeda. Love terlalu “refleks” dan tidak pikir panjang, sedangkan Joe sangat profesional dengan semua tindakan kriminal yang ia lakukan. Tambahkan bumbu rumah tangga, cinta, saling cemburuan, dan potensi orang ketiga, maka kamu akan menemukan parodi Scenes From A Marriage yang jauh lebih menghibur.

Baca juga: ‘Squid Game’: Mereka yang Bertaruh Nyawa demi Cuan

Ada banyak momen yang membuat saya tertawa dalam You musim ketiga. Akan tetapi mungkin yang paling mengesankan ada di episode 8 ketika sebuah acara intim yang tadinya kocak berubah jadi horor dengan sangat cepat. Percayalah, kalau kamu menyaksikannya, kamu mungkin akan memegang perut saking kocaknya.

Sebelum musim ketiganya tayang, Netflix mengumumkan You akan kembali hadir untuk musim keempatnya. Saya tidak tahu siapa yang akan diincar Joe dan keriuhan apa lagi yang akan dia sebabkan, tapi saya sungguh tidak sabar untuk menantinya.

You dapat disaksikan di Netflix.

Opini yang dinyatakan di artikel tidak mewakili pandangan Magdalene.co dan adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis. 

Candra Aditya adalah penulis, pembuat film, dan bapaknya Rico. Novelnya ‘When Everything Feels Like Romcoms’ dapat dibeli di toko-toko buku.