November 06, 2020

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye Dorong Pengesahan RUU PKS

The Body Shop meluncurkan kampanye untuk mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

by Siti Parhani, Reporter
Safe Space
The Body Shop Indonesia Campaign Stop Sexual Violence
Share:

Produsen produk kecantikan dan perawatan kulit The Body Shop Indonesia meluncurkan kampanye untuk menyatakan dukungannya terhadap pengesahan Rancangan Undang-undang Kekerasan Seksual (RUU PKS). Kampanye yang dinamakan Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood itu mencakup, antara lain, edukasi bagi generasi muda dan penandatanganan petisi “Stop Sexual Violence” yang akan berlangsung sampai Maret 2021.

Suzy Hutomo, Owner dan Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia mengatakan, sejak awal didirikan, perusahaan tersebut berkomitmen untuk selalu ikut berjuang demi perubahan lebih baik, terutama bagi perempuan, kemanusiaan, dan juga lingkungan.

 “Kami akan mengajak generasi muda Indonesia untuk menghentikan kekerasan seksual melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Kami juga akan menggandeng 500 ribu orang lewat pengumpulan petisi  dan materi edukasi mengenai sex education yang mudah dipahami masyarakat awam, yang dapat diakses melalui #TBSFightForSisterhood,” ujarnya dalam konferensi pers bertajuk “The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi” pada Kamis (5/11).

“Kalau semua peduli, semua mau bergerak, bisa lebih mendesak. Kita juga berharap bisa mendapatkan tiga juta orang untuk menandatangani petisi untuk mendorong pengesahan RUU PKS yang nantinya akan dibawa ke Komisi VIII DPR,” Suzy menambahkan.

Sebagai penyintas kekerasan seksual, Suzy mengatakan selama ini suara korban kerap dibungkam karena sistem sosial kita sering menyalahkan dan menghukum korban. Ia ingin The Body Shop hadir menjadi teman seperjuangan para penyintas kekerasan seksual dengan membagikan cerita penyintas sebagai bentuk edukasi agar bisa membuka dan menggerakkan lebih banyak orang lagi bahwa kasus kekerasan seksual itu nyata.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang RUU PKS

Sebagai brand, The Body Shop memang dikenal progresif dalam menyuarakan isu-isu sosial. Pada 2004 sampai 2008, The Body Shop juga turut mendukung kampanya Stop Violence untuk mendukung UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta kampanye penghentian perdagangan manusia.

Kampanye untuk pengesahan RUU PKS ini dilakukan lewat kerja sama dengan Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, serta Key Opinion Leaders (KOL) yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual. Para KOL tersebut antara lain aktris Hannah Al Rashid, musisi Kartika Jahja, dan komika Bintang Emon.

Indonesia memang sudah mengalami darurat kekerasan seksual. Data dari Komisi Nasional Anti-Kekerasan Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia di tahun 2019 mencapai 431,471 kasus, atau naik 8 kali lipat dalam 12 tahun terakhir. Kekerasan seksual juga meningkat selama pandemi COVID-19, menjadikannya pandemi bayangan atau shadow pandemic.

Penyanyi Kartika Jahja menyanyikan lagu "Tubuhku Otoritasku" dalam pembukaan
konferensi pers The Body Shop Indonesia (5/11)

Lily Yulianti Farid, aktivis, pendiri, dan Direktur Makassar International Writers Festival mengatakan pihaknya akan membuat seri video kampanye tentang perjuangan dari penyintas kekerasan seksual yang akan membuka mata tentang korban, dan mengapa perlu UU yang berorientasi pada korban.

“RUU PKS merupakan salah satu upaya untuk menegakkan amanat konstitusi yang menegaskan jaminan hak setiap warga negara untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. RUU PKS menjamin perlindungan, pemulihan, dan penanganan bagi korban,” ujarnya. 

Baca juga: Komnas Perempuan: Angka Kekerasan terhadap Anak Perempuan Naik Tajam

Aktris dan aktivis Hannah Al Rashid, yang juga terlibat dalam kampanye ini, melihat kampanye ini sebagai awal yang bagus untuk menggandeng  lebih banyak pihak dalam mendesak pengesahan RUU PKS.

“Perempuan berhak atas perasaan aman dari kekerasan seksual, dan korban kekerasan seksual berhak untuk mengungkapkan kasusnya tanpa ada yang menyalahkan. Korban semakin banyak dan tidak ada lagi alasan untuk menunda pengesahan RUU PKS yang melindungi seluruh warga Indonesia dari segala bentuk kekerasan seksual,” ujarnya dalam konferensi pers.

Komika Bintang Emon mendorong lebih banyak laki-laki dan anak muda untuk terlibat dalam kampanye ini.

“Kekerasan seksual bisa terjadi pada siapa saja, termasuk laki-laki. Ini pun bentuk dukungan saya sebagai laki-laki yang merasa kekerasan seksual bisa segera dihapuskan. Kalau laki-laki bener tentu mendukung RUU PKS,” ujar Bintang.

Baca juga: RUU PKS Tidak Menyalahi Ajaran Islam

Public Relations Yayasan Pulih, Wawan Suwandi mengatakan masih banyak laki-laki di luar sana yang kurang peduli dengan isu-isu seperti ini karena adanya maskulinitas yang toksik.

“Ada anggapan seberapa berani kita menggoda perempuan itu jadi satu kebanggaan, atau seberapa banyak perempuan yang kita taklukan itu jadi pencapaian. Banyak sekali korban yang tidak menyadari dirinya adalah korban kekerasan. Padahal kalau lebih laki-laki dan perempuan bergandengan pasti akan lebih banyak lagi dukungan,” ujar Wawan.  

Kampanye Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood adalah kerja sama antara The Body Shop Indonesia bersama Yayasan Pulih dan Magdalene. Petisi untuk mendesak pengesahan RUU PKS dapat ditandatangani di sini.

Siti Parhani merupakan reporter Magdalene. Bisa dipanggil Hani. Mempunyai cita-cita utopis bisa hidup di mana latar belakang manusia tidak jadi pertimbangan untuk menjalani hidup.