August 28, 2020
5 Drama Korea yang Tampilkan Ragam Karier Perempuan

Drama Korea tidak cuma menampilkan percintaan unyu-unyu tapi juga perempuan dan tantangan mereka di tempat kerja.

by Elma Adisya, Reporter
Culture // Korean Wave
Drakor_Drama_korea_TV Series_SarahArifin
Share:

Drama Korea alias drakor yang pertama kali saya tonton adalah Jewel in the Palace (2003). Protagonis utama dalam serial itu, Dae Jang Geum (Lee Young-ae), mencuri perhatian saya dengan keahlian memasaknya sebagai pekerja di dapur istana. Ia sangat bertalenta, bahkan tahu segala macam bumbu dapur dengan mata tertutup.

Namun, banyak yang tidak suka dengan keahliannya dan berusaha membunuhnya. Jang Geum akhirnya melarikan diri dari kerajaan dan belajar menjadi seorang tabib. Dasar segala bisa, ia akhirnya juga menguasai ilmu pengobatan kala itu dan menjadi seorang tabib perempuan pertama yang berpengaruh di dalam masyarakat.

Setelah portofolio tontonan saya bertambah, saya semakin kagum dengan drama Korea yang menampilkan karakter-karakter fiksi yang multidimensional dengan latar belakang yang beragam. Para pembuat drakor juga lihai menampilkan profesi para karakter, yang tidak hanya sebagai tampilan tapi juga digambarkan secara detail.

Kembali ke Jewel in the Palace, seorang tukang masak kerajaan saja diperlihatkan bagaimana dia belajar dan menjalani berbagai tantangan layaknya para perempuan di dunia kerja.

Nah, kamu bisa kepoin beberapa drama Korea pilihan saya dan melihat bagaimana perempuan di Korea Selatan menghadapi tantangan di dunia kerja, apakah kamu juga pernah mengalami hal seperti mereka?

  1. Judge vs. Judge (2017)

Sebelum Ms. Hammurabi (2018), yang mengisahkan tentang hidup dan pekerjaan hakim perempuan muda, ada serial Judge vs. Judge, tapi memang tone-nya yang memang lebih berat. Karakter utamanya, Lee Jung-Joo (Park Eun Bin) adalah seorang hakim muda di Pengadilan Distrik Seoul. Intrik dari drama ini sebetulnya berkutat pada masa lalu Lee Jung-Joo yang ingin membantu membersihkan nama kakak laki-lakinya atas tuduhan kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Ternyata dari satu kasus itu, terurai banyak hal yang membuat Jung-Joo mempertanyakan kredibilitas orang-orang yang ia anggap sebagai senior di pekerjaannya.

Baca juga: Kenapa Karakter Perempuan di Sinetron Indonesia Masih Belum Beragam?

Walaupun inti ceritanya suram, penulis naskahnya bisa banget memasukkan humor yang bisa bikin senyum atau ngakak. Menarik juga melihat bagaimana melihat detail kecil di pengadilan, ada ruang istirahat untuk pekerja yang hamil, serta ruang laktasi yang untuk ibu menyusui.

Di sini juga digambarkan betapa seksisnya dunia peradilan. Bagaimana Jung-Joo yang naik pitam karena omongan terdakwa, ditangkap kamera video dan viral di internet. Ia pun kemudian dihakimi sebagai hakim emosional dan gila. Kepala pengadilan Seoul dalam serial ini malah menggunakan video tersebut untuk mengubur kasus lebih besar yang terjadi di hari yang sama. Alasannya sederhana (juga seksis dan bikin gedek): Jung Joo bakal mengalihkan perhatian masyarakat karena ia perempuan dan masih muda.

  1. Hospital Ship (2017)

Perempuan dokter yang andal, Song Eun Jae (Ha Ji Won), memilih untuk mengabdikan diri di sebuah rumah sakit kapal kecil, menyusul insiden ia dikeluarkan dari rumah sakit bonafid di Seoul. Ia dikenal sebagai dokter bedah yang brilian, namun memang memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan pasien.

Tantangan Eun Jae sebagai ahli bedah perempuan terlihat bagaimana hasil kerjanya dalam menyelamatkan anak konglomerat diklaim oleh mentornya. Belum lagi saat si anak konglomerat bangun dari operasi, ia malah menggoda Eun Jae dan mengajak kencan, hanya karena ia seorang perempuan.  

Drama ini banyak bicara soal teknis dunia medis, tapi juga membuat kita memahami pola pikir dokter perempuan seperti Song Eun Jae.

Baca juga: Kenapa ‘Reply 1988’ Terus Populer

  1. Witch a Court

Dalam tujuh tahun kariernya, jaksa Ma Yi Deum (Jung Ryeo Won) sudah bertugas di empat kantor kejaksaan di distrik Seoul. Karakternya tiga dimensi dan tidak steril seperti malaikat. Meski andal dan gesit serta baik hati, ia juga agak materialistis dan suka menabrak batas legal dalam memenangkan kasusnya. Tiap episodenya memiliki vibe seperti bawang merah, semakin dikupas semakin berat dan pedih, tetapi mind blowing.

Enggak di mana-mana, salah satu tantangan bagi pekerja perempuan adalah kekerasan seksual di kantor, dan Ma Yi Deum juga mengalami hal yang sama. Drama ini juga memperlihatkan bagaimana klien sering kali meremehkan seseorang hanya karena kamu perempuan. Namun, ketimbang diam saja, Ma Yi Deum punya cara tersendiri untuk membalas orang-orang yang meremehkannya, dan membuktikan bahwa ia punya kapabilitas dalam pekerjaannya.

  1. The Beauty Inside (2018)

Dari tadi temanya berat-berat, nah yang satu ini komedi romantis nan manis yang sukses bikin tertawa sampai sakit perut dan pipi merona, apalagi di episode-episode selanjutnya.

Drama ini berfokus pada kehidupan seorang aktris terkenal multitalenta bernama Han Se Kye (Seo Hyun Jin). Terlepas dari kehidupannya yang terlihat glamor dan penuh pemujaan publik, terkadang Se Kye juga sangat menderita karena harus berpura-pura di depan publik, terutama karena dia seorang perempuan.

Pada suatu hari, Se Kye tiba-tiba bisa berubah bentuk menjadi orang-orang yang berbeda-beda, dari mulai anak kecil, perempuan tua, sampai bapak-bapak. Karena dia selalu dikuntit paparazzi, kondisi ini membuatnya tertimpa banyak gosip, perempuan yang suka berganti pasangan lah, perempuan hamil di luar nikah, dan lain sebagainya.

Baca juga: Galau Sama Kerjaan dan Karier? Tonton 5 Romcom Ini

Beruntung dia bertemu dengan Seo Do Je (Lee Min Ki), seorang pengusaha muda sukses yang memiliki penyakit tidak bisa mengenali wajah orang. Memang terdengar cheesy, tapi penulisnya jagoan jadi ceritanya malah romantis dan manis.

Ada satu karakter lain yang membuat saya jatuh cinta, yakni adik tiri Seo Do Je yang bernama Kang Sa Ra (Lee Dae He). Sa Ra adalah direktur dari sebuah perusahaan penerbangan dan selalu menganggap  kakaknya sebagai saingan untuk mendapatkan pengakuan dari kakek mereka. Namun sebagai perempuan pengusaha, Sa Ra banyak menghadapi seksisme dari rekan bisnis atau klien.

Suatu kali seorang pengusaha berkata, Sa Ra tidak perlu sulit-sulit bekerja karena ia sudah cantik, lebih baik temani saja mereka makan malam. Sa Ra yang sebetulnya sangat marah, harus menekan amarahnya karena ia tidak ingin menghancurkan reputasi perusahaan.

  1. Search WWW. (2019)

Pekerja perempuan penting sekali memiliki panutan dan sistem pendukung, dan drama Search WWW membahas isu ini dengan baik. Cerita ini berfokus pada kehidupan Bae Ta Mi (Im So Jung), direktur Unicorn, salah satu portal web papan atas di Korea Selatan. Ia kemudian pindah ke Baro, saingan terbesar Unicorn yang memecatnya.  

Bae Ta Mi ini karakter luar biasa, pengejawantahan yang baik dari pemimpin yang bisa menyeimbangkan kualitas kepemimpinan maskulin dan feminin. Ia memang sangat kompetitif dan tak segan mengambil risiko besar, namun ia juga empatik, bisa menahan ego, dan mengedepankan sifat kolaborasi.

Kepada salah seorang staf di Baro yang menolak masuk timnya, ia mengatakan, “Kamu tidak perlu menyukai saya, tapi  yang pasti saya butuh bantuan dan keahlianmu dalam tim ini.”

Elma Adisya adalah reporter Magdalene, lebih sering dipanggil Elam dan Kentang. Hobi baca tulis fanfiction dan mendengarkan musik  genre surf rock.