Aksi Mahasiswa di Depan Gedung DPR RI, Tagih Janji Pendidikan Gratis
Foto: Andrei Wilmar/Magdalene
Sebanyak 200 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi di depan gedung DPR (5/10). Mereka menyuarakan pendidikan gratis yang dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia.
Dari pantauan Magdalene, BEM SI tiba di depan DPR pada pukul 14.51 WIB dan menggelar aksi di sisi kanan gerbang, sementara mahasiswa LMND sudah lebih dulu berkumpul dan berorasi di sisi kiri gerbang. Selain pendidikan gratis, aksi tersebut berkaitan dengan upaya mahasiswa mengawal janji pemerintah dan pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Menteri Sospol BEM Polimedia Jakarta, Muhammad Arjuna, mengatakan aksi tersebut merupakan upaya mengawal janji Presiden Prabowo Subianto terkait akses pendidikan. Dilansir dari presidenri.go.id, Prabowo mengutarakan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia dalam rapat terbatas di Istana Negara, (23/9). Komitmen itu menjadi salah satu dasar tuntutan mahasiswa dalam aksi di depan DPR.
Baca juga: Dari Bersuara hingga Bagi Logistik, Peran Perempuan dalam Aksi 27 Agustus
Pendidikan Gratis dan RUU Sisdiknas
Tuntutan mahasiswa juga berkaitan dengan pembahasan RUU Sisdiknas di DPR yang memuat sejumlah poin mengenai pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Merujuk situs dpr.go.id dan The Conversation, poin penting dalam RUU ini adalah meningkatkan pendapatan guru, serta mengharuskan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan transfer ke daerah dialokasi untuk pendidikan. BEM SI menilai poin tersebut perlu dikawal agar kebijakan pendidikan yang dibahas DPR sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Atas dasar itu, Arjuna mengungkap, BEM SI wajib mengawal poin pendidikan gratis dengan membandingkannya dengan program pemerintah yang sudah berjalan. Perbandingan tersebut menjadi bagian dari tuntutan mahasiswa dalam mengawal arah kebijakan pendidikan pemerintah.
“Kita di sini untuk menyuarakan, lebih penting makan gratis atau pendidikan gratis?” tanya Arjuna. “Pendidikan gratis,” jawab peserta aksi.
Aksi kemudian berlangsung hingga sore dengan aktivitas mahasiswa di dua sisi gerbang DPR. Di sisi kiri, polisi memadamkan api dari ban yang dibakar massa LMND dengan menyemprotkan apar, sementara massa LMND berupaya menghentikan polisi. Menurut mereka, api yang mereka buat tidak mengganggu kepentingan umum.
Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Pusat meminta peserta aksi tidak melakukan pembakaran ban. Hal itu disampaikan Reynold setelah peserta mempertanyakan alasan polisi memadamkan api tersebut.
Baca juga: RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan Demo 27 Agustus, Kenapa Tuai Kritik
“Kita memfasilitasi, tadi kalian audiensi kami yang fasilitasi, tapi tidak perlu bakar ban, itu yang kami mohon,” kata Reynold kepada peserta yang mempertanyakan kenapa api mereka dimatikan.
Mobil komando kemudian meminta Kapolres memundurkan anggotanya yang mendorong-dorong massa. Peserta di mobil komando juga mengatakan tidak akan lagi membakar ban.
Pukul 16.00 WIB, massa BEM SI membubarkan diri setelah melakukan foto bersama. Sementara itu, massa LMND mulai membereskan alat-alat aksi ke mobil komando dan meninggalkan lokasi setelah menyampaikan tuntutan mereka.





















