26/10/2026
Community Update

Buku ‘Lari dari Kenyataan’: Refleksi Yasha Chatab Soal Tren dan Budaya Lari

Setelah lebih dari 17 tahun berkecimpung di dunia lari, ia melihat aktivitas ini sebagai cara untuk mengenal diri sendiri, membangun komunitas, dan kembali memahami kehidupan.

  • October 26, 2026
  • 2 min read
  • 11 Views
Buku ‘Lari dari Kenyataan’: Refleksi Yasha Chatab Soal Tren dan Budaya Lari

Yasha Chatab meluncurkan buku Lari dari Kenyataan di Jakarta Running Festival 2026 pada 22 Oktober 2026 di Jakarta. Buku ini mengajak pembaca merefleksikan alasan mereka berlari, mulai dari menjaga kesehatan, mencari komunitas, hingga menghadapi tekanan hidup. Berbekal pengalamannya selama lebih dari 17 tahun di dunia lari dan sebagai salah satu pendiri IndoRunners, Yasha melihat lari bukan sekadar olahraga, melainkan juga bagian dari gaya hidup dan perjalanan mengenal diri sendiri.

Baca juga: Berlari Demi Sehat, Pelari Jakarta Justru Dikepung Panas dan Polusi

Buku Lari dari Kenyataan bukan panduan untuk menjadi pelari yang lebih cepat, melainkan refleksi personal tentang hubungan antara lari, kehidupan, komunitas, dan perubahan budaya lari di Indonesia. Yasha mengangkat berbagai hal, mulai dari mindful running, pengalaman mengikuti maraton, perkembangan komunitas, hingga peluang bisnis dan industri kreatif olahraga.

Menurut Yasha, di tengah tren lari yang semakin populer, orang kerap berfokus pada pencapaian seperti personal best, medali, dan catatan waktu di aplikasi Strava. Padahal, pengalaman berlari juga bisa menjadi ruang personal yang tidak selalu perlu diukur atau dibagikan kepada orang lain.

Lewat buku ini, Yasha mengajak pembaca kembali mempertanyakan alasan mereka berlari. Apakah untuk mengejar target, menjaga kesehatan, mencari teman, atau sekadar mengambil jeda dari rutinitas sehari-hari? Baginya, lari bisa menjadi cara untuk memahami kemampuan diri, membangun relasi dengan orang lain, dan menemukan identitas baru.

Peluncuran buku ini berlangsung di Jakarta Running Festival 2026 pada 22–25 Oktober, yang melibatkan sekitar 300 komunitas. Pada 22 dan 23 Oktober, Yasha juga mengadakan sesi “Curhat Lari dari Kenyataan” di booth myBCA. Pengunjung diajak berbagi cerita tentang alasan mereka berlari, termasuk hal-hal yang mungkin selama ini sulit diungkapkan.

Baca juga: Kenapa Perempuan Masih Jarang Ikut Maraton?

Melalui Lari dari Kenyataan, Yasha ingin menunjukkan bahwa lari tidak selalu tentang melarikan diri dari masalah atau mengejar pencapaian. Sebaliknya, berlari bisa menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, hadir sepenuhnya, dan kembali memahami kehidupan. Seperti pesan dalam bukunya: “Mari kita lari! Bukan untuk kabur, tapi untuk kembali.”

About Author

Magdalene

.

Click to access the login or register cheese