Women Lead
May 25, 2021

Mari Menangis Bersama Drama Korea ‘Move to Heaven’

Kalau mau menonton ‘Move to Heaven’, jangan lupa siapkan tisu karena drama Korea ini sungguh menyentuh.

by Candra Aditya
Culture // Korean Wave
Drakor Move to Haeven yang bikin sedih
Share:

Drama Korea adalah tontonan yang menyenangkan, tapi terkadang butuh komitmen untuk bisa menikmatinya. Tidak semua drama Korea langsung menohok dari awal. Ada beberapa yang memang sengaja mengatur tempo sehingga hook-nya baru terasa di episode kedua atau ketiga. Ini cukup jadi pekerjaan berat bagi sebagian orang karena durasi drakor cukup panjang, dengan rata-rata satu episode berlangsung sekitar 80 menit atau bahkan dua jam. Artinya, satu episode drakor setara dengan menonton Before Sunset.

Vincenzo, misalnya, adalah salah satu drakor terbaru yang banyak dibicarakan. Saya juga menikmatinya, karena Vincenzo ini sangat menghibur. Namun, durasi per episode yang hampir 1,5 jam menjadi salah satu alasan kenapa saya menunda-nunda untuk menontonnya.

Karenanya, ketika Move To Heaven dirilis, saya tidak segera mencicipi. Sampai akhirnya saya melihat bahwa durasi per episode hanya maksimal satu jam. Dan ternyata menonton drakor itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya lakukan.

Move To Heaven bercerita tentang Han Jeong-U (Ji Jin-Hee) dan anaknya Han Geu-Ru (Tang Joon-Sang), yang menjalankan bisnis pembersih trauma. Mereka menyediakan jasa untuk membersihkan tempat tinggal orang yang sudah tiada, terutama mereka yang sebelumnya tinggal sendirian atau memang sudah tidak mempunyai keluarga. Pekerjaan ini memang tidak mudah, tapi baik Jeong-U maupun Geu-Ru menjalankan profesi mereka dengan bahagia.

Ini bukan spoiler, tapi Jeong-U meninggal dunia akibat serangan jantung selepas mereka melaksanakan pekerjaan mereka. Jeong-U adalah seorang duda yang tidak memiliki keluarga lagi. Meninggalkan Geu-Ru adalah sebuah hal yang tidak ia inginkan karena anak laki-lakinya itu memiliki sindrom Asperger. Masuklah Cho Sang-Gu (Lee Jee-Hoon) ke dalam cerita.

Sang-Gu adalah adik tiri Jeong-U yang baru saja keluar dari penjara. Tidak seperti kakak tirinya yang penyabar, telaten, dan berkelakuan baik, Sang-Gu adalah seorang petinju bawah tanah yang urakan, seenak udel, dan tidak pernah mengurusi siapa pun, apalagi anak berkebutuhan khusus. Hadirnya Sang-Gu dalam dunia Geu-Ru akhirnya mengubah hidup keduanya dan mengajarkan kita apa itu arti move on.

Baca juga: Drama Korea ‘Navillera’ dan Mengejar Mimpi Saat Lanjut Usia

Move to Heaven Salah Satu Rekomendasi Drakor Terbaru 2021

Move To Heaven adalah sebuah drama yang sangat halus. Sesuai dengan bisnis yang dijalankan oleh karakter utamanya, treatment drama Korea ini begitu lembut sehingga efek setelahnya benar-benar terasa. Namun, drakor ini juga punya premis komedi klasik: Masukkan dua karakter yang berseberangan dalam satu ruangan, dan voila!, Anda akan mendapatkan komedi situasi yang paten.

Salah satu hal yang paling mencolok dari Move To Heaven adalah dia tidak extravaganza. Tidak ada yang berlebihan di sini, semuanya tipis-tipis. Kalau kamu biasanya gemas melihat dua karakter dalam drama Korea yang membutuhkan waktu sekitar 120 detik hanya untuk berciuman (karena pembuatnya harus menggunakan sudut 360 derajat ditambah dengan slow-motion setiap sepuluh detik sekali), kamu akan menyukai Move To Heaven karena tidak ada pengadeganan yang lebay, melainkan sangat realis. Bahkan ketika pembuatnya harus mengenalkan karakter-karakter yang kurang baik, penggambarannya sangat membumi.

Dari segi teknis, drama Korea Move To Heaven sangat memanjakan mata dan telinga. Gerakan kameranya begitu lembut dan palet warnanya menghangatkan penglihatan. Perhatikan bagaimana sutradara Kim Sung-Ho mengadegankan proses krja Geu-Ru—penuh hormat dan mendayu-dayu tapi tidak pernah jatuh ke level melodramatis. Musiknya juga tidak ada yang heboh atau balapan dengan adegan untuk memanipulasi emosi penontonnya. Tanpa musik yang memedih-medih, Move To Heaven sudah menyentuh. Itu karena skripnya yang brilian.

Baca juga: Kim Yeo-jin, Aktris Drama Korea ‘Vincenzo’ yang Juga Seorang SJW

Penulis Yoon Ji-Ryeon mengisi Move To Heaven dengan kisah-kisah yang sangat humanis. Tokoh-tokoh yang ditemui oleh Geu-Ru dan Sang-Gu setiap episodenya luar biasa menarik dan sangat variatif, dengan kisah dan drama mereka yang tidak kalah menariknya dengan drama inti. Jangan kaget kalau kamu (seperti saya) tiba-tiba berurai air mata ketika menyaksikan salah satu episodenya karena pasti akan ada satu kisah yang membuatmu terhubung secara emosi.

Drama Korea Move to Heaven mendefinisikan ulang makna keluarga dengan cara yang sangat menghibur tanpa kehilangan maknanya. Dengan casting yang sempurna, Move To Heaven adalah sebuah drama korea yang sangat saya rekomendasikan buat kamu. Buat yang tidak terbiasa menonton drama Korea, Move To Heaven akan membuat prasangka buruk kamu terhadap drakor sirna. Dan bagi pencinta drama korea, bersiaplah berkenalan dengan karakter-karakter menggemaskan yang akan menghangatkan hati kamu.

Move To Heaven dapat disaksikan di Netflix

Candra Aditya adalah penulis, pembuat film, dan bapaknya Rico. Novelnya ‘When Everything Feels Like Romcoms’ dapat dibeli di toko-toko buku.