Tokoh-tokoh dalam Epstein File: Dari Trump sampai Pangeran Andrew, Adakah Orang Indonesia?
Belakangan, Epstein Files kembali menjadi sorotan publik internasional. Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini merilis tahapan dari tiga juta dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Berkas-berkas ini dianggap membuka tabir dugaan kejahatan seksual dan perdagangan anak yang melibatkan elit dunia.
Teranyar, Departemen Kehakiman membagikan berkas data ke-9, hingga ke-12 pada 30 Januari, dengan total hampir 300 gigabyte dokumen baru.
Dokumen tersebut mencakup 7.535 email pribadi, kesaksian trauma para korban, catatan transaksi keuangan, dokumen hukum, sekitar 2.000 video, serta 180.000 foto. Sebagian materi disebut mengandung konten pornografi, termasuk dugaan keterlibatan tokoh terkenal dengan perempuan dibawah umur.
Jeffrey Epstein sendiri ditemukan meninggal dunia dalam sel penjara pada 2019 saat menunggu proses persidangan. Pihak berwenang menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri. Hingga kini, jumlah korban yang diduga terkait kejahatan Epstein diperkirakan mencapai 300 orang, dengan rata-rata korban berusia di bawah umur.
Dalam menjalankan aksinya, Epstein dibantu sejumlah asisten dan Ghislaine Maxwell yang berperan merekrut gadis-gadis muda.
Ini rangkuman nama sejumlah tokoh yang muncul dan beredar.
Baca Juga: Sejarah Perempuan yang Terlupakan: Seruan Feminisme Pancasila untuk Keadilan
1. Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi salah satu yang paling banyak disebut dalam Epstein Files. Sejumlah foto dan video memperlihatkan Trump berada bersama para perempuan dalam berbagai acara sosial. Salah satu video menunjukkan Trump merangkul perempuan, yang kemudian menjadi bagian dari dokumen resmi Departemen Kehakiman.
Trump membantah memiliki keterlibatan dengan Epstein. Dia menyatakan tidak memiliki hubungan dengan Epstein dan menilai Departemen Kehakiman seharusnya fokus pada hal lain.
“Saya tidak ada hubungannya dengan Jeffrey Epstein,” ujarnya, seperti dikutip dari Disclosetv.
Namun, dalam arsip email Epstein, tercatat komunikasi berulang antara Epstein dan Donald Trump JR. yang membahas politik, kebijakan, gosip, hingga urusan keluarga.
Nama Trump disebut ribuan kali dalam dokumen, dan hubungan sosial keduanya ditengarai telah terjalin sejak dulu, sebelum akhirnya berselisih.
Wakil Ketua Jaksa Agung Todd Blanch, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membela bahkan melindungi Donald Trump.
“Saya memastikan bahwa kami mematuhi undang-undang, kami mematuhi peraturan. Kami tidak akan melindungi atau melindungi siapa pun,” ujarnya pada konferensi pers (31/1).
Baca Juga: Protes adalah Hak: Aliansi Perempuan Indonesia Desak Negara Setop Kekerasan
2. Presiden AS Bill Clinton


Mantan Presiden Amerika Serikat periode 1993-2001, Bill Clinton, juga terseret dalam Epstein Files. Sejumlah foto memperlihatkan Clinton berada di kolam renang bersama Ghislaine Maxwell, serta gambar lain yang menunjukan kedekatannya dengan Epstein.
3. Pangeran Andrew Windsor
Dokumen Epstein Files turut menyeret Pangeran Andrew Windsor, adik raja Inggris Charles III. Sejumlah foto memperlihatkan Andrew bersama seorang perempuan yang terbaring. Meski dokumen tidak menjelaskan waktu dan lokasi pengambilan gambar, kesaksian korban bernama Virgina Giuffre menyebut Andrew melakukan pelecehan seksual saat ia berusia 17 tahun.
Kasus tersebut berujung pada pencopotan seluruh gelar kebangsawanan dan militer Pangeran Andrew oleh Kerajaan Inggris. Virginia Giuffre dilaporkan meninggal dunia pada April 2025, akibat bunuh diri dan depresi. Sementara itu, Andrew disebut masih menghindari proses pemeriksaan hukum.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mendesak Pangeran Andrew untuk bekerja sama dengan para penyidik.
“Saya selalu mengatakan siapapun yang memiliki informasi harus siap untuk memberikan informasi itu dalam bentuk apa pun yang diminta,” katanya seperti dikutip dari Aol.
Dalam korespondensi email Epstein, nama Andrew disebut lebih dari seratus kali, termasuk percakapan pada Agustus 2010 terkait tawaran pertemuan dengan seorang perempuan asal Rusia.
Baca Juga: Kenapa Kita Masih Tak Percaya pada Politisi Perempuan?
4. Peter Mandelson
Tokoh politik Inggris Peter Mandelson juga tercantum dalam Epstein Files. Email antara Mandelson dan Epstein menunjukkan komunikasi intens keduanya terkait politik, pertemuan pribadi hingga transaksi keuangan. Dalam salah satu email, Mandelson menyinggung keinginan menjalani kehidupan mewah dan membocorkan rencana kebijakan tarif pajak Inggris.
Komandan Polisi Metropolitan London menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan keterlibatan Mandelson. Akibat mencuatnya dokumen tersebut, Mandelson diberhentikan dari jabatanya sebagai duta besar Inggris untuk Washington. Komandan Kepolisian Metropolitan London, Ella Marriott mengaku telah menerima laporan diperiksanya Mandelson.
5. Elon Musk
Nama pengusaha teknologi atau pemilik X Elon Musk muncul dalam sejumlah korespondensi email Epstein. Salah satu pesan menunjukan rencana Musk menghadiri pesta di pulau pribadi Epstein.
“Berapa orang yang akan ikut naik helikopter ke pulau?” tanya Epstein pada 2012.
“Mungkin hanya Talulah dan aku. Hari atau malam apa yang akan menjadi pesta paling meriah di pulaumu?” jawab Elon Musk.
Namun email lanjutan dari Elon Musk menerangkan rencana tersebut gagal.
Berdasarkan arsip email dokumen Epstein Files, Elon Musk dan Epstein berkomunikasi antara 2012 hingga 2014. Epstein beberapa kali mengundang Musk untuk berkunjung ke pulau pribadinya.
Tokoh Lain
Selain nama-nama tersebut, Epstein Files juga mencantumkan sejumlah figur ternama antara lain, seperti Michael Jackson, Leonardo DiCaprio, Jay Z, Anwar Ibrahim, Hary Tanoe politisi Indonesia, Richard Branson, Miroslav Lajčák Presiden ke 72 UN, Howard Lutnick, Sarah Ferguson konglomerat Virgin Group, Steven Tisch pemilik New York Giants, serta Larry Summers mantan Menteri Keuangan Bill Clinton.
Hingga kini, penyebutan nama dalam dokumen belum menunjukkan keterlibatan kriminal dan masih memerlukan pembuktian hukum.
















