November 18, 2019
Sajak Aan Mansyur 2: Bersama Daras & Sahda Menunggu Ibu Pulang dari Kantor

“Kalian telah melepaskan anak yatim abadi dari dalam diriku.”

by Aan Mansyur
Culture // Prose & Poem
Share:

Bersama Daras & Sahda
Menunggu Ibu Pulang dari Kantor

Aku akan mengakui satu kesalahan, sebelum
            seseorang di antara kami melukai kalian:

            “Laki-laki sudah terlatih sebagai laki-laki
            bahkan sebelum mereka lahir. Kehidupan
            cuma kesempatan singkat & terlambat
            untuk memperbaiki diri.”                  

Tertawalah, Anakku. Atau, menangislah!
            Kalian telah melepaskan anak yatim abadi
            dari dalam diriku. Ayah kini seorang anak
            berisi hanya impian & ketidaktahuan.

Aku berharap kalian mau mengadopsiku—
            jadi sepasang mata bagiku menjaga




            kilau kelahiran baruku yang semoga;
            jadi benak terbuka bagiku memandang
            dunia rumah yang maha membentang;

            jadi tangan lembut yang melindungi aku
            dari mencelakai kalian.

Terpejamlah, Anakku. Atau, tersenyumlah!
            Ibu sebentar lagi pulang — & sore ini
            aku akan mulai belajar minum kopi
            tanpa mengotori bajuku sendiri.

Baca juga: Sajak Aan Mansyur 3: Makan Malam di Restoran Baru

M. Aan Mansyur bekerja sebagai pustakawan di Katakerja, sebuah ruang kreatif dan ruang sosial, di Makassar. Bukunya yang sudah terbit antara lain “Kukila” (GPU, 2012) dan “Melihat Api Bekerja” (GPU, 2015).