August 17, 2019
Suatu Hari di Batavia

Seorang perempuan yang dipaksa menjadi pekerja seks oleh penjajah Belanda memutuskan untuk menentukan kemerdekaannya sendiri lewat tangannya.

by Chiara Situmorang
Culture // Prose & Poem
Share:

rumah pelacuran, 1873

i love you,” berulang-ulang
kamu tutur
i would kill a thousand men for you,
aku jujur”

aku senyum, tidak perlu sayang, cukup
ambilkan saja air dari sumur
supaya taman yang aku tanam ini
bertumbuh subur

puji Tuhan kamu sudah
balik, aku bersyukur
aku belum selesai menggali
kamu punya kubur

aku bercanda sayang, sini




aku hibur
sementara kamu di sini
waktu akan kuulur

masuklah sekarang, aku sudah
membuatkanmu sup jamur
ah, itu dia, pertama dan
terakhir kalinya kamu takur

tahu rasa itu? rasanya racun
kekejamanmu yang selalu terukur
pembalasan dua tahun terakhir: kali ini
kamu yang tersungkur

lihat, bukan tentaramu saja
yang punya senjata bayang
selamat beristirahat dan
selamat hari kemerdekaan, sayang

Chiara Situmorang adalah seorang mahasiswi Psikologi dan Kriminologi. Tidak, dia tidak (baca: belum) mempelajari kesenian profiling, dan iya, dengan tidak sengaja hampir semua tulisannya mengandung elemen misteri, kematian, atau pencarian identitas. Sepertinya seluruh hidupnya mengarahkan dia kepada pekerjaan sebagai penulis di acara TV Sherlock.