Women Lead
January 14, 2021

10 Tips Mengatur Anggaran Pribadi, Perbaiki Kondisi Keuangan

Ikuti Tips membuat anggaran yang mudah dan efektif, agar keuangan kita lebih baik.

by Fransiska Ardela, S.T.
Lifestyle
Financial_Keuangan_KarinaTungari
Share:

Membuat anggaran? Memangnya perusahaan?

Jangan salah, individu atau rumah tangga perlu banget membuat rencana pengeluaran, buat memastikan kita selalu memiliki cukup uang untuk kebutuhan kita, terutama hal-hal yang paling mendasar dan penting.

Membuat anggaran secara otomatis membuat kita bisa mengatur diri mereka sendiri untuk dapat melunasi utang lebih cepat dan mencapai tujuan tabungan dari waktu ke waktu. Ini adalah sebuah praktik pengeluaran yang cerdas.

Kalau belum pernah melakukannya, kamu bisa mulai membuat anggaran sekarang juga untuk memperbaiki keuangan kamu. Apalagi pandemi membuat banyak orang terpukul secara finansial, sehingga penting sekali mengatur keuangan kita dengan lebih baik.

Jangan khawatir, merencanakan keuangan pribadi secara sederhana tidak membutuhkan dasar pendidikan akuntansi atau bisnis, kok. Simak saja tips-tips praktis berikut untuk membuat anggaran dengan mudah dan efektif.

  1. Buat Anggaran di Awal Bulan

Perencanaan sebaiknya dilakukan di awal periode, misalnya pada awal bulan. Seminggu sebelum awal periode, duduklah dan rencanakan aktivitas dan pengeluaran kamu bulan depan.

Misalnya, kamu mungkin memiliki rencana janji bertemu dokter atau ada jatuh tempo asuransi. Setelah kamu merencanakan seluruh pengeluaran, tetapkan anggaran yang realistis. Jika kamu kebingungan dengan cara membuat anggaran yang baik, banyak kok fitur-fitur atau aplikasi digital pembuatan anggaran yang bisa kamu unduh di Google Play Store maupun App Store.

Baca juga: 5 Tips Mulai Investasi Saham Ketika Pandemi

  1. Tips Membuat Anggaran, Praktikkan “Budgeting to Zero

Budgeting to Zero (penganggaran ke nol) berarti melacak setiap rupiah yang kamu peroleh dan memberinya tempat dalam anggaran kamu sampai kamu tidak memiliki satu rupiah pun untuk disisihkan.

Misalnya, gaji kamu Rp10 juta per bulan. Setelah menganggarkan biaya tetap, menabung kontribusi, investasi, dan tambahan lainnya, kamu tidak boleh punya uang lagi.

Penganggaran ke nol ini dapat menunjukkan ke mana uang kamu pergi dan memberikan setiap rupiah yang kamu peroleh sebuah tujuan yang jelas.

  1. Tentukan Kebutuhan vs Keinginan

"Kebutuhan" adalah sesuatu yang wajib untuk kesejahteraan fisik, mental, dan finansial dasar kamu, seperti makanan, sewa kos atau rumah, dan pembayaran utang. Ini harus selalu menjadi faktor dalam anggaran kamu. Sisanya, selain yang di atas, hampir semua bisa dikategorikan dalam "keinginan".

Meski demikian, pastikan untuk menganggarkan hal-hal yang termasuk dalam “keinginan”. Pertimbangkan aturan 50/20/30, yang mengalokasikan sekitar 30 persen dari pendapatan kamu untuk hal-hal non-esensial.

  1. Jaga Tagihan dan Kuitansi Tetap Teratur

Jaga agar tagihan dan kuitansi kamu tetap teratur sehingga Kamu bisa merujuk kembali ke tagihan untuk mengeceknya. Ini mungkin juga berguna untuk keperluan pajak. Kamu dapat memilih untuk mengarsipkan secara fisik atau elektronik, yang terpenting adalah sortir dokumen Kamu menurut bulan atau akun untuk mempermudah pencarian.

Baca juga: Anak Bukan Investasi, Cegah Kesalahan Finansial Orang Tua

  1. Tips Membuat Anggaran, Gunakan Akun Terpisah

Banyak yang menggunakan beberapa rekening untuk menjaga segala sesuatunya tetap teratur, dan hal itu terbukti efektif. Misalnya, memiliki rekening koran terpisah untuk pengeluaran tetap seperti sewa dan pembayaran mobil.

Hal ini memudahkan untuk melihat uang yang harus kamu keluarkan setiap bulan untuk kategori yang lebih fleksibel dari anggaran kamu, seperti makanan. Ini juga mencegah kita memakai anggaran penting untuk kebutuhan tidak mendesak.

  1. Utamakan Pembayaran Utang

Prioritaskan pembayaran utang untuk menghemat biaya pembayaran bunga dan mengurangi beban finansial. Pembayaran utang juga akan memperbaiki credit score kamu, sehingga kamu bisa memperoleh kredit yang lebih baik ke depannya.

  1. Menabung Dahulu, Baru Belanja

Kebanyakan orang memilih untuk berbelanja terlebih dahulu dan menyimpan yang tersisa. Hal ini membuat menabung menjadi opsi dan tidak konsisten. Mulai sekarang, prioritaskan dan alokasi-kan menabung dalam anggaran kamu.

“Jangan simpan apa yang tersisa setelah dibelanjakan, alih-alih menghabiskan apa yang tersisa setelah menabung,” ujar Warren Buffett.

  1. Mulailah Persiapkan Masa Pensiun

Kamu mungkin pernah mendengarnya sebelumnya, tetapi kami akan mengulanginya lagi: Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai menabung untuk masa pensiun. Memulai lebih awal akan memastikan bahwa kamu tidak menunda kewajiban kamu. Kamu akan menikmati manfaatnya kemudian jika memulai lebih dini.

  1. Tips Membuat Anggaran, Persiapkan yang Tidak Terduga

Terkadang semua perencanaan tidak dapat mempersiapkan kita untuk pengeluaran tak terduga. Hal-hal seperti perbaikan mobil atau PHK tidak mungkin dapat diprediksi. Itulah mengapa sangat penting untuk memasukkan dana darurat ke dalam anggaran Kamu. Kami menyarankan kamu memiliki setidaknya jumlah dana darurat ideal sesuai kondisi Kamu.

  1. Rencanakan Pembelian Besar

Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk membeli barang mahal seperti laptop atau TV baru, kuncinya adalah perencanaan. Tentukan tanggal yang kamu inginkan untuk melakukan pembelian, dan persiapkan dananya dengan aplikasi. Dengan demikian, kamu bisa mempersiapkan dana untuk membeli barang dengan tepat dan menghindari yang namanya utang.

  1. Sertakan Cadangan

Terkadang pengeluaran tidak sesuai dengan anggaran Kamu. Di situlah memiliki cadangan menjadi berguna. Namun, pastikan kamu tidak menggunakannya sebagai alasan untuk mengeluarkan uang berlebihan di kategori kamu yang lain.

Jika kamu terus-menerus mengalami kelebihan anggaran untuk makanan, belanja, atau area lainnya, pertimbangkan untuk mengubah anggaran daripada menyalurkannya ke cadangan kamu.

  1. Sesuaikan Anggaran Setiap Periode

Anggaran tidak dapat dipaksakan, dan hidup selalu mengalami perubahan. Pertimbangkan untuk  menyesuaikan ulang anggaran Kamu setiap bulan untuk mengetahui seberapa baik kamu telah mematuhinya. Jika Kamu melihat pembelanjaan berlebihan secara konsisten di satu kategori dan pembelanjaan yang kurang di kategori lainnya, ratakan anggaran kamu untuk membuatnya lebih dapat dicapai.

Baca juga: 6 Cara Hidup Hemat Anak Kos Tanpa Harus Telan Obat Maag

  1. Buat Tujuan yang Spesifik dan Realistis

Ingatlah bahwa tujuan yang paling mudah dicapai adalah SMART - spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan tepat waktu.

Daripada mengatakan, "Tahun ini, saya ingin menabung lebih banyak," cobalah, "Saya ingin memiliki simpanan Rp10 juta untuk dana darurat sebelum 31 Desember."

  1. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

Membiasakan diri dengan rutinitas anggaran baru mungkin membutuhkan waktu.

Anggaran kamu mungkin tidak sempurna untuk pertama atau kedua kalinya. Tapi jangan menyalahkan diri sendiri.

Bersikaplah baik kepada diri sendiri dan anggaran kamu saat kamu menyesuaikan diri dengan rutinitas baru kamu. Fokus pada pengambilan keputusan harian dengan mempertimbangkan tujuan penganggaran Kamu untuk membantu membangun kebiasaan baru.

Artikel ini adalah hasil kerja sama Magdalene dengan finansialku.com untuk mendukung literasi keuangan anak muda dan UMKM.

Ilustrasi oleh Karina Tungari.