February 03, 2017
5 Cara Hadapi 'Catcall'

Kita tidak bisa melawan mereka secara frontal karena pasti akan kalah jumlah. Yang terpenting kita melawan dengan cara yang aman.

by Palupi S.
Issues // Politics and Society
Share:
Catcall sering dialami oleh perempuan. Catcall yang berupa siulan, candaan, komentar akan menimbulkan situasi yang  tidak nyaman karena membuat seseorang yang menghadapinya bingung, marah namun juga takut.

Bingung karena kadang kita tidak yakin apakah orang-orang itu melakukannya pada kita, ketika ada kata terlontar “cewek…” misalnya. Dan ketika kita memberanikan diri untuk menengok, tersangka akan melengos dan pura-pura tidak melakukan. Marah karena kita sebagai perempuan merasa dilecehkan, dan takut karena mereka bisa saja mereka berbuat lebih dari catcall.

Tetapi apakah kita cukup dengan merasa bingung, marah dan takut, menyimpan rasa kesal dan mengutuki mereka? Saya sering mendapatkan callcall seperti ini di jalan dan saya melawan mereka, dengan cara apa pun yang saya bisa dan saya rasa aman. Jadi berikut beberapa tips untuk menghindari atau melawan catcall.
 
  1. Menghindari kumpulan atau gerombolan laki-laki di pinggir jalan. Seperti yang kita tahu catcall sering dilakukan oleh laki-laki berkelompok. Ini akan membuat mereka merasa aman untuk mengganggu perempuan yang lewat dalam radius pandangan mereka. Dan laki-laki  yang berkumpul selain  mempunyai kemungkinan besar untuk menggoda, mereka juga  akan menertawakan perempuan yang sedang kesal dan “sombong” ketika mereka melakukan catcall. Menghadapi kumpulan laki-laki seperti itu hanya akan membuat kita tidak aman. Lebih baik putar balik jalan, jika sedang di jalan. Cari alternatif jalan lain, meskipun lebih jauh tapi aman. Bisa juga kita belok ke sebuah toko dan melihat-lihat beberapa barang di sana, sambil mengamati apakah mereka sudah pergi.
     
  2. Berhenti dan menatap mata mereka. Sekali-kali beranikan diri untuk tidak menunduk dan melihat ke arah mereka. Jika situasinya siang hari dan kamu harus melewati sekelompok laki-laki yang nongkrong di pinggir jalan, lalu mereka melemparkan catcall, berhentilah tepat di tempat kamu diteriaki dan tengok ke arah mereka.  Cara ini tidak akan membuatmu puas karena mereka akan bersiul-siul seolah tidak melakukan apa pun. Tapi cara ini cukup membuat nyali mereka ciut untuk melakukannya lagi pada kamu, karena gerakan mendadak kamu akan membuat laki-laki sedikit kaget, sebab mereka tidak menyangka reaksi perempuan semacam itu.
     
  3. Jawab dengan punggung dan lekas berlalu. Catcall biasanya dilakukan oleh laki-laki lebih dari dua orang. Pelaku catcall akan melakukan segala cara untuk membuat kita benci. Misalnya, jika seorang berhijab lewat dan mereka bersahut “Assalamualaikum…”, jika perempuan tersebut tidak menjawabnya, maka akan diteriaki sombong, dan dijadikan bahan tertawaan bersama. Jika dijawab pun, mereka akan bersama-sama bilang “alhamdulillahhh….” dan ditertawai bersama pula. Jika kamu ada dalam situasi seperti ini dan ingin menjawab,  jawab saja dengan kata pendek singkat dan sekenanya tanpa memandang ke arah mereka sedikitpun. Bisa juga mendadak pura-pura mengangkat telpon dan sibuk bercakap-cakap dengan lawan bicara di telepon.  
     
  4. Hindari menggunakan perhiasan menyolok. Jika kamu takut bahwa catcall mereka akan berlanjut pada perampokan, maka simpan dulu perhiasan berharga di dalam tas. Ini akan lebih membuat kamu percaya diri dalam melewati keadaan yang tidak menyenangkan tersebut.
     
  5. Lakukan dengan percaya diri dan selalu pastikan kamu aman. Kita tidak bisa melawan mereka secara frontal karena pasti akan kalah jumlah. Yang terpenting kita melawan dengan cara yang aman. Berikan tanda pada mereka bahwa kita tidak suka dan jangan main-main dengan itu. Catcall adalah salah satu cara untuk melecehkan perempuan, karena laki-laki mengharapkan catcall bisa meninggikan posisi mereka untuk bisa bebas memanggil-manggil perempuan asing dan menertawakannya. 


     
Catcall tidak hanya bisa terjadi ketika seorang perempuan sedang berjalan kaki. Saya pernah mengalami catcall bahkan ketika sedang naik motor. Waktu itu saya sedang naik motor sendirian dan di depan saya ada sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut beberapa laki-laki sepertinya para pekerja bangunan atau buruh harian. Mereka memandangi saya, menertawakan dan melemparkan suitan. 



Saya bisa saja berhenti dan membiarkan mobil tersebut melaju terlebh dahulu. Tetapi karena saya ingin membuat mereka tahu kalau saya benar-benar tidak suka dengan yang mereka lakukan, saya menutup kaca helm saya dan menambah kecepatan motor, menyalip mobil tersebut dan mengacungkan jari tengah pada mereka.           

Palupi S. adalah webtoonist comica.com (komikus web), dan aktif membuat cerita fiksi romance. Senang mendalami isu tentntang perempuan. Lulusan ilmu Agama dan Lintas Budaya dari Pascasarjana UGM.