August 29, 2019
5 Tips Mencari Tahu Potensi Diri

Tidak semua orang memiliki bakat dan kemampuan yang menonjol. Bagaimana caranya mengetahui potensi diri kita?

by Shafira Amalia, Reporter
Issues // Politics and Society
Hak_Seksual_Reproduksi_Remaja_Karina
Share:

Beberapa orang sejak kecil sudah memiliki bakat yang menonjol sehingga jelas, jenis sekolah dan karier apa yang akan ditempuhnya. Adik saya, misalnya, sejak balita sudah menjadi kutu buku dan terobsesi dengan sains. Kini dia sudah kelas 3 SMA di jurusan IPA dan mantap mengambil kuliah jurusan Geologi tahun depan.

Namun banyak orang tidak memiliki bakat dan kemampuan yang menonjol. Kemampuan akademisnya rata-rata saja dan minatnya pun bukan yang bisa membuka jalan karier. Bagi orang-orang seperti ini, bagaimana cara mengetahui potensi diri agar tidak membuang-buang waktu atau uang dengan, misalnya, memilih jurusan kuliah yang salah?

Psikolog Nirmala Ika Kusumaningrum dari Yayasan Pulih mengatakan, pengembangan potensi diri berarti kita mengembangkan kemampuan yang kita miliki dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Potensi diri ini bisa termasuk kapasitas intelegensi, sikap, dan kepribadian.

“Mengetahui potensi apa yang ingin kita kembangkan adalah sesuatu yang sangat penting karena dapat membantu kita untuk fokus mengasah kemampuan yang sudah kita miliki,” katanya.

“Kan kasihan jika ada orang yang tidak mengenali potensi dirinya, mengikuti alur saja terus. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di bidang itu, ia baru menyadari minat dan potensi dia bukan di bidang tersebut. Sayang saja, karena waktu yang digunakan untuk potensi yang tidak cocok sama dia ternyata dapat digunakan untuk potensi yang lain yang ia sudah miliki,” lanjutnya.

Tetapi bagaimana caranya mencari tahu dan mengembangkan potensi diri kita sendiri? Berikut adalah 5 tips dari Nirmala.

1. Melakukan tes untuk melihat potensi diri

Menurut Nirmala, inilah satu upaya paling mudah untuk mencari tahu tentang potensi diri kita. Ada banyak tes potensi diri yang dapat kita lakukan, mulai dari analisis sidik jari dan gambar, atau tes kepribadian di psikolog.

Dengan menentukan kepribadian dan kecenderungan yang kita punya, ujar Nirmala, kita dapat menentukan juga hal-hal yang cocok dengan kita. Mungkin kita cenderung memiliki kepribadian yang dominan, sehingga lebih cocok di bidang yang membutuhkan kepemimpinan dan pemikiran yang kritis seperti jurnalistik. Atau mungkin kita memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berempati kepada orang lain, sehingga bisa bergelut di bidang hubungan masyarakat atau psikologi.

2. Mencoba berbagai macam kegiatan

Walaupun prosesnya lebih panjang daripada tes kepribadian, cara ini memungkinkan kita untuk mengetahui apa yang kita suka dan apa yang kurang cocok untuk kita.

Penting bagi kita untuk menyadari kemampuan yang kita punya terlebih dahulu, ujar Nirmala. Misalnya, ibu kita pintar menyanyi. Apakah kita memiliki kemampuan yang sama? Jika iya, pertanyaan selanjutnya, apakah kita senang dan nyaman melakukannya? Kalau memang senang, maka terus kembangkanlah potensi diri itu.

Kalau kita merasa senang melakukannya tetapi belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukannya dengan baik, maka asah terus kemampuan tersebut. Jika kita pada akhirnya menyadari bahwa mungkin hal ini tidak cocok dengan kita, maka belum terlambat untuk kita mencari potensi lain yang ada di dalam diri kita.

Baca juga: 5 Cara Dobrak Stereotip Peran Gender dalam Keluarga

3. Berpikiran terbuka

Nirmala menjelaskan pentingnya menyadari bahwa potensi diri tidak selalu terkait dengan bidang akademis, tetapi juga bisa karakteristik kita. Selain itu, kita juga harus terbuka juga dengan berbagai alternatif pengembangan. Potensi tidak terpaku pada hal-hal yang sudah umum dilakukan dalam masyarakat.

Kita juga bisa menemukan potensi-potensi kita yang mungkin tidak dimiliki orang banyak. Yang paling sering kita dengar adalah potensi untuk berbisnis, atau di bidang musik dan olahraga. Tapi kecenderungan lain seperti pandai memimpin atau kemampuan untuk mendengarkan dan berempati kepada orang lain juga adalah juga sebuah potensi yang patut digali dan diasah.

4. Diskusi dengan orang-orang terdekat

Terkadang kita sendiri tidak menyadari potensi-potensi yang kita miliki, namun orang lain lebih bisa melihatnya dengan jelas. Guru di sekolah, misalnya, memperhatikan bahwa kita lebih cekatan memecahkan soal-soal Fisika daripada menghafal pelajaran Biologi. Atau

kita dapat memahami bahasa dengan cepat. Mungkin juga keluarga kita menyadari potensi kita dalam keterampilan, memasak, atau merawat anak kecil atau orang tua. Jangan malu untuk bertanya, mungkin kita lebih bisa melihat diri kita sendiri dari perspektif orang lain.

5. Fokus dan tekun pada bidang-bidang yang kita sukai

Setelah menentukan potensi-potensi yang kita miliki, kita juga harus memastikan bahwa kita bahagia melakukan hal-hal ini. Saat kita sudah yakin dengan potensi dan kebahagiaan kita dalam suatu bidang, jangan ragu untuk mengembangkannya. Teruslah belajar dan mengasah potensi yang kita miliki agar bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang-orang sekitar kita.

“Tidak usah memaksakan, pasti ada waktunya untuk menemukan potensi diri. Yang penting kita sadar bahwa menemukan potensi diri dapat membantu kita dengan pilihan minat dan karier kita ke depannya,” kata Nirmala.

Artikel ini adalah bagian dari kampanye 1001 Cara Bicara, hasil kerja sama Magdalene dan SKATA, sebuah inisitiaf digital yang membantu pemerintah Indonesia dalam membangun keluarga melalui perencanaan yang lebih baik.

Shafira Amalia merupakan lulusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Demi memenuhi hasrat dan kegemarannya dalam menulis, Shafira mengalihkan mimpinya dari menjadi diplomat ke menjadi reporter. Menurut Shafira, berjuang menghancurkan patriarki tak kalah menariknya dengan cita-cita dia bertemu dengan Billie Eilish.

Follow Instagram Shafira di @sapphire.dust.