Women Lead
March 19, 2021

‘Effortless Beauty’: Standar Ganda Kecantikan yang Mustahil Dicapai

Dandan tapi tidak seperti dandan itu sebuah usaha yang sulit dicapai dan standar ganda lain terkait kecantikan perempuan.

by Syarafina Vidyadhana
Lifestyle // Health and Beauty
Standar kecantikan ganda
Share:

“Perbaiki penampilan sedikit kapan saja ada kesempatan. Itu selalu mungkin,” barangkali inilah yang akan dikatakan Dalai Lama di semesta alternatif. Tidak ada yang ingin terlihat jelek. Bukan kamu, bukan juga saya, dan bukan siapa pun, setidaknya tidak di semesta ini. Itulah mengapa saya, mungkin bersama dengan banyak orang di dunia ini khususnya perempuan, sangat bersyukur atas penemuan make-up dan Forever21 (dan tentu saja, feminisme).

Seperti keterampilan lainnya dalam hidup, berdandan juga membutuhkan latihan, dan saya telah berlatih hampir sepanjang hidup saya. Saya telah belajar berjalan dengan hak tinggi sejak saya berusia delapan tahun dan berhasil setidaknya memakai lipstik, gaya Claire Standish, bahkan sebelum saya melakukan ciuman pertama. Tetapi dalam hal kebijaksanaan, tidak ada guru yang lebih baik dari media. Mereka telah mengajari saya semua yang saya ketahui tentang penampilan.

  1. Cara memilih warna concealer yang tepat (dan bagaimana hal tersebut dapat mengubah penampilanmu dari Bella Swan menjadi Snow White);
  2. Kuas mana yang paling penting (saya tidak mampu membeli semuanya sekaligus);
  3. Memakai baju sedikit norak merupakan tren baru.

Baca juga: Apa Salahnya ‘Make Up’ Walaupun di Rumah Saja?

Anyway.

Saya punya pengakuan kecil. Baru-baru ini, saya mendapati diri saya melakukan apa yang masyarakat kita anggap berbohong. Daftar di bawah ini adalah beberapa di antaranya, dari yang paling dapat ditoleransi hingga yang sulit diterima.

1. Sebelum kencan pertama, saya biasanya membeli baju baru untuk menyelamatkan diri saya dari kebingungan berjam-jam lamanya di depan lemari. Khususnya minggu itu, saya telah membeli gaun biru yang sangat manis (dengan unicorn kecil di sana-sini) untuk kencan pertama tersebut. Tetapi teman saya yang saya mintai pendapatnya, tidak setuju dengan pilihan saya.

“Kamu kayak yang usaha banget,” katanya. Takut dengan pikiran itu, saya langsung berganti pakaian dan akhirnya memakai blus dan jin yang membosankan. Saya tidak ingin teman kencan saya mengetahui bahwa saya menghabiskan begitu banyak waktu untuk memperbaiki penampilan saya. Tidak, saya tidak ingin dia memperhatikan usaha saya. Saya ingin dia melihat saya sebagai gadis sederhana dan santai, yang bisa dia ajak makan makanan di pinggir jalan bersamanya pada hari-hari dia bokek.

2. Pada kesempatan lain, saya mengenakan rok terusan bermotif bunga ke kampus. Komentar orang-orang terhadap penampilan saya adalah suatu hal yang sudah saya antisipasi, mulai dari “kamu terlihat cantik hari ini” hingga “mau ke mana, sih? Rapi bener. ” Justru reaksi saya sendiri yang membuat saya terkejut. Inilah yang saya katakan kepada mereka masing-masing: Saya belum sempat mencuci baju; ini satu-satunya yang tersisa di lemari saya. Sebenarnya, saya memiliki banyak pakaian bersih lainnya di lemari saya. Saya hanya tidak ingin terlihat dangkal di depan teman-teman saya yang pintar.

3. Kalau kamu melihat ke dalam kantong make-up saya, kamu akan mendapati bahwa warna lipstik favorit saya adalah apa yang dikatakan tutorial YouTube sebagai MLBB (My Lips But Better), dan saya telah menggunakan palet “No Make-up Make-up" sepanjang yang bisa saya ingat. Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan warnanya, saya benar-benar menyukai tampilan produk tersebut pada diri saya dan saya tidak berencana untuk berhenti menggunakannya. Tetapi menurut saya branding-nya sendiri sangat mengganggu. Dari semua slogan, kenapa harus “No Make-up Make-up”?

Dalam pembelaan saya, hal itu belum tentu bohong (bukan?). Persis seperti penyamaran bunglon di pohon atau ikan bluestripped fangblenny dalam laut, mereka lebih merupakan perwujudan dari naluri bertahan hidup saya di dunia kecantikan yang diidealkan. Faktanya, mereka adalah mekanisme bertahan saya terhadap ketakutan yang lebih besar daripada rasa takut terlihat jelek: Rasa takut terlihat seperti seseorang yang berusaha keras. (Bahkan ada ketakutan yang lebih besar lagi: takut ketahuan mencoba). 

Baca juga: Raisa dan Ekspektasi Cantik Natural

Media Langgengkan Standar Kecantikan Mustahil

Tanpa disadari, sekali lagi media, sebagai guru yang memiliki banyak informasi dan persuasif, baru saja mengajari saya pelajaran lain tentang penampilan: Bahwa "cantik alami" dan “cantik tanpa usaha" adalah pujian terbaik yang dapat didapatkan perempuan saat ini, dan bahwa perempuan akan berusaha mati-matian—atau dalam kasus saya, berbohong—untuk mendapatkan kata sifat ini.

Saya merasa konyol karena definisi "menawan" dan "cantik" yang ditetapkan media tidak mungkin dicapai "secara alami" dan "tanpa susah payah". Tidak pernah dalam hidup saya mendengar kata sifat oksimoron yang menyakitkan seperti itu. Dan tidak pernah dalam hidup, saya begitu terkejut dengan diri saya sendiri, tentang seberapa dangkalnya saya.

Itulah mengapa saya merasa dikhianati ketika penyanyi favorit saya Beyoncé menyanyikan “… Saya bangun seperti ini: flawless…” di VMA. Saya merasa bahwa panutan saya, seperti halnya media, mendorong perempuan untuk mencapai hal yang mustahil. Bagaimana seseorang bisa bangun seperti "ini"? Saya tidak tahu bagaimana pendapatmu, tetapi satu-satunya cara agar saya bisa bangun seperti "ini" adalah dengan:

  1. Bangun pagi-pagi sekali, katakanlah jam lima pagi,
  2. Mandi,
  3. Pakai baju,
  4. Meluruskan rambut,
  5. Pakai make-up,
  6. Kembali tidur,
  7. Bangun lagi jam delapan

Atau:

  1. Tidak mencuci muka dan tidur dengan make-up yang masih saya pakai pada malam sebelumnya, yang mana terlihat sangat menjijikkan.

Baca juga: Stop Nilai Diri dan Perempuan Lain dari Penampilan Fisik

Melihat Kembali Definisi ‘Flawless’

Sampai akhirnya, saya menyadari bahwa saya memandang ujaran Beyonce dengan cara yang salah. Beyoncé tidak mengatakan apa-apa tentang bangun dengan penampilan "menawan" atau "cantik". Dia berkata dia "bangun seperti ini: f-l-a-w-l-e-s-s", dan flawless ini adalah kondisi pikiran. Hal ini tidak ada hubungannya dengan produk kecantikan atau pakaian mewah, dan semuanya berkaitan dengan penerimaan dan kepemilikan diri. (Meskipun itu akan menjadi penampilan yang lebih memberdayakan jika dia menyanyikannya dengan piyama dan tanpa riasan.)

Saya mungkin tidak "cantik secara alami" atau "cantik tanpa usaha", tetapi setidaknya sekarang, berkat Beyonce, saya menyadari bahwa saya tidak perlu menjadi seperti itu. Sekarang saya sempurna--setidaknya menurut ibu saya, Beyonce, dan saya sendiri. Sejak saya bangun pagi, saya bisa merasakan ketakutan-ketakutan saya tadi menghilang sedikit demi sedikit.

Sekarang, saya telah menerima bahwa tidak ada salahnya mencoba menjadi seseorang yang berpenampilan lebih baik, dan bahwa penampilan saya bukanlah suatu bawaan, hal itu tidak datang secara alami dan bukannya tanpa usaha. Penampilan saya ini diperoleh dengan praktik bertahun-tahun dan mengecap berbagai pengetahuan. Dan tidak ada yang salah dengan itu.

Artikel ini diterjemahkan oleh Jasmine Floretta V.D. dari versi aslinya dalam bahasa Inggris.

 

Syarafina Vidyadhana adalah lulusan Sastra Inggris di Universitas Indonesia. Dia menyukai makanan Cina dan film-film Mike Leigh. Dia ingin menjadi seorang guru suatu hari nanti. Sapa dia di @poisonavi_