Women Lead
July 19, 2021

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton ‘The Devil Judge’ Sekarang

Drama Korea ‘The Devil Judge’, ketika persidangan dibuat seperti reality show dan masyarakat dapat menghukum langsung terdakwa.

by Jonesy
Culture // Korean Wave
Alasan Nonton The Devil Judge
Share:

Bagi kamu penggemar drama Korea (drakor), pasti sudah tahu, dong, produksi teranyar tvN, The Devil Judge? Awalnya, saya hanya tertarik dengan premis yang ditawarkan oleh drakor bergenre misteri ini, tetapi, di luar ekspektasi, drakor tersebut ternyata sangat setimpal untuk ditonton.   

Sinopsis The Devil Judge

Drakor misteri ini bercerita tentang Korea Selatan berlatar distopia: Krisis ekonomi, politik, hingga kesehatan. Dalam kondisi yang sangat-sangat kacau itu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum terkikis.

Beruntung ada sosok seperti Kang Yo-Han (Ji Sung) yang menjadi “oase” dan menyemai harapan bahwa supremasi hukum masih bisa tegak di tengah kekacauan itu. Pria yang berprofesi sebagai hakim ini membuat proses persidangan yang sebelumnya tertutup, ditayangkan di televisi nasional. Tidak hanya itu, masyarakat pun bisa ikut menghukum terdakwa melalui proses pemungutan suara lewat sebuah aplikasi.

Dalam persidangan, Kang Yo Han tentu tidak sendiri, ia ditemani oleh dua orang hakim pendamping, hakim Kim Ga On dan hakim Oh Jin Joo. Berbeda dari hakim Oh Jin Joo, Kim Ga On tidak seratus persen percaya dengan motif Kang Yo Han mengadakan persidangan transparan macam ini. Bersama dengan teman baiknya, Yoo Soo Hyun (Park Gyu Young) yang seorang detektif, Ga-On pun menelusuri motif di balik tindakan Kang Yo Han, yang tak ia sangka menuntunnya pada masa lalu Kang Yo Han nan kelam. 

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa ‘River Where the Moon Rises’ Bukan Drakor Sejarah Biasa

Dari premis awal tentang persidangan yang dibuat secara langsung di televisi nasional saja, saya langsung kepincut. Setelah menonton hingga episode 5, saya bisa bilang dengan pede, drakor The Devil Judge tak kalah seru dari Vincenzo. Ditambah lagi, penulis naskah dari The Devil Judge, Moon Yoo seok yang juga menulis naskah untuk drakor Ms. Hammurabi. Sehingga, tak perlu lagi dicemaskan kepiawaiannya.

Nah, berikut ini beberapa alasan kenapa kamu harus nonton drakor misteri The Devil Judge.  

The Devil Judge Mempunyai Sinematografi dan Musik Latar yang Apik 

Tidak hanya diperkaya alur cerita yang mantap, The Devi Judge memiliki sinematografi yang apik dan memanjakan mata. Beberapa latar tempat sebelumnya tidak ada, dibuat sangat realistis dengan efek yang super keren. Tak hanya itu saja, latar musik yang digunakan dalam tiap episode sangat mendukung alur cerita drakor The Devil Judge. 

Tidak seperti drama bertema hukum pada umumnya, sinopsis The Devil Judge lebih kompleks dan menarik. Salah satu penyebabnya lantaran penggambaran teknologi yang digunakan oleh elit tertentu untuk meraup keuntungan pribadi, jelas ditonjolkan. Drakor misteri ini juga sering disebut memiliki latar distopia, sebab karakter-karakternya menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan, tidak manusiawi, dan menakutkan. 

The Devil Judge Paparkan Ketimpangan Hukum

Sejak awal Kang Yo-Han selalu mengatakan, tujuan dibuatnya persidangan secara terbuka lewat saluran televisi ini, agar proses hukum berjalan secara transparan serta masyarakat dapat berpartisipasi dalam persidangan ini. 

Baca Juga: Drama Korea ‘Navillera’ dan Mengejar Mimpi Saat Lanjut Usia

Alasan ini masuk akal dalam semesta The Devil Judge, di mana elit tertentu memanfaatkan keistimewaan mereka untuk kabur dari jerat hukum. Walaupun acara persidangan ini disokong oleh elit-elit politik dan musykil dimenangkan lawan, Kang Yo Han selalu memiliki banyak kejutan misterius untuk penonton.

Isu Kekerasan Seksual dalam Dunia Kerja

Tidak hanya ketimpangan kelas, isu kekerasan seksual di tempat kerja menjadi topik yang sering masuk dalam tiap episode drakor tersebut. Salah satu contohnya pada episode 5 The Devil Judge, terdakwa yang merupakan aktor, melakukan kekerasan seksual terhadap rekan sesama aktor. Di situ dijelaskan, kasus seperti ini sering kali terjadi namun tak pernah diangkat. 

Persoalan kebiri untuk pelaku kekerasan seksual pun jadi sorotan dalam episode ini. Tidak tanggung-tanggung, jaksa penuntut meminta agar Kang Yo Han memberikan hukuman kebiri fisik alih-alih kimiawi, padahal hukuman kebiri tidak melindungi korban dari kekerasan seksual. Nah, ini menjadi dilema Kang Yo Han sebagai seorang hakim.

Karakter Perempuan yang Multidimensi

Walaupun drama Korea ini protagonis utamanya adalah laki-laki, karakter-karakter perempuan digambarkan secara realis dengan identitas berlapis. Hal ini bisa dilihat dari karakter Menteri Kehakiman, Cha Kyung Hee, ketika harus meneken persetujuan hukuman cambuk untuk anaknya sendiri. 

Baca Juga: Drakor ‘Mr. Queen’, Aset Negara dan Bentuk ‘Soft Power’ Korea Selatan

Karena insiden ini, di satu sisi, Cha Kyung Hee ingin sekali menolong anaknya, namun di sisi lain, ia tak ingin mengorbankan kariernya sebagai Menteri Kehakiman.   

Gambaran Nyata Ekses Buruk Media

Jika kamu pernah menonton serial dokumenter Trial by Media, kamu akan melihat bagaimana pemberitaan media terhadap kasus hukum berdampak pada masyarakat. Begitu pula yang digambarkan dalam setiap acara persidangan dalam The Devil Judge.

Dengan dalih transparansi dan demokratisasi, persidangan yang dilakukan secara langsung ini sangat memengaruhi opini masyarakat. Salah satu contohnya, episode 5 The Devil Judge menunjukkan, anak-anak mempraktikkan praktik hukuman cambuk yang disiarkan secara langsung.

Baca Juga: ‘Because This Is My First Life’ Soroti Ragam Perjuangan Perempuan Kelas Menengah

Bromance yang Bikin Deg-degan 

Alasan terakhir, bagi kamu yang suka dengan adegan-adegan bromance, kamu kudu banget menonton drama Korea ini. Dalam setiap episodenya, adu akting Ji Sung sebagai Kang Yo Han dan Park Jin Young sebagai Kim Ga On benar-benar membuat fangirl berdebar. Sebab, hubungan yang mulanya dibalut ketidakpercayaan, lama-lama justru tampak makin mesra. Mesranya seperti apa? Sudah, lebih baik langsung tonton saja drama ini ya, kamu bisa menikmatinya di layanan streaming Viu dan Vidio.