Fakta Grammy Awards 2026: Dari Golden Menang, Lawan ICE, Sampai Rekor Kendrick Lamar
Grammy Awards 2026 menghadirkan banyak momen yang bukan cuma soal musik, tapi juga sejarah, politik, dan ketimpangan industri. Dari pencapaian perdana K-pop hingga pidato protes imigrasi yang menggema di panggung utama, ajang ini kembali membuktikan bahwa Grammy tak pernah benar-benar netral. Sejumlah fakta Grammy Awards 2026 berikut jadi sorotan karena mencerminkan arah industri musik global hari ini.
Tahun ini, Grammy mencatat tonggak penting bagi K-pop, sekaligus memperlihatkan ironi lama: di tengah sorotan pada keberagaman dan inklusivitas, dominasi laki-laki tetap kuat. Isu representasi perempuan, politik identitas, dan siapa yang benar-benar diakui oleh industri kembali jadi perbincangan panas setelah malam puncak usai.
Berikut rangkuman fakta penting Grammy Awards 2026 yang paling menyita perhatian publik.
Baca Juga: 5 Momen Paling Berkesan di Golden Globes 2026: K-Pop Demon Hunters sampai Teyana Taylor
- “Golden” Jadi Lagu K-pop Pertama yang Menang Grammy
Lagu Golden dari KPop Demon Hunters memang gagal membawa pulang piala Song of the Year di Grammy Awards 2026, tetapi tetap mencetak sejarah. Lagu ini menjadi lagu K-pop pertama yang memenangkan Grammy, tepatnya di kategori Best Song Written for Visual Media.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara pra-televisi dan diberikan kepada para penulis lagu. Kemenangan ini menjadi piala Grammy pertama bagi Ejae, sekaligus untuk nama-nama besar di balik layar K-pop seperti Teddy Park, IDEO, dan 24. Mengutip CNN Indonesia, Golden KPop Demon Hunters Jadi Lagu K-pop Pertama Menang Grammy, capaian ini melampaui rekor sebelumnya yang hanya berhenti di tahap nominasi, seperti Dynamite dan Butter milik BTS.
Baca Juga: Grammy Awards: Africa Finally Has its Own Category – but at What Cost?
- K-pop Tembus Kategori Utama Grammy 2026
Selain kemenangan Golden, musik K-pop juga mencatat sejarah lain di Grammy 2026. Golden dan APT. (kolaborasi Rosé dan Bruno Mars) berhasil masuk nominasi Song of the Year, kategori umum yang sangat prestisius. Bahkan APT. juga melaju ke Record of the Year, meski akhirnya pulang tanpa piala.
Masih dari CNN Indonesia, capaian ini menandai langkah terjauh K-pop di Grammy, melampaui rekor BTS yang sebelumnya “hanya” mencetak nominasi genre. Meski begitu, sejarah menunjukkan bahwa musisi Korea pernah menang Grammy sebelumnya, seperti Sumi Jo (1993) dan Hwang Byeong-joon (2012, 2016) di kategori musik klasik.
- Bad Bunny Menang Album of the Year dan Kritik ICE di Panggung
Bad Bunny mencetak sejarah lain dengan memenangkan Album of the Year lewat Debí Tirar Más Fotos, menjadikannya album berbahasa Spanyol pertama yang meraih penghargaan tersebut. Ia sebelumnya juga membawa pulang piala Best Música Urbana Album dan Best Global Music Performance.
Namun sorotan tak berhenti pada musik. Di panggung Grammy 2026 di Los Angeles, Bad Bunny melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Mengutip CNN dan People, ia menyerukan perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak manusiawi, sembari menegaskan bahwa cinta harus menjadi dasar perjuangan. Sikap ini sejalan dengan keputusannya untuk tidak menggelar tur album tersebut di AS.
- Laki-laki Masih Mendominasi Grammy 2026
Di balik berbagai momen bersejarah, Grammy 2026 kembali memperlihatkan ketimpangan gender. Mengutip The Conversation, Laki-laki kembali mendominasi Grammy 2026, jumlah pemenang perempuan merosot tajam, perempuan dan grup musik perempuan hanya memenangkan sekitar 23% piala dari 95 kategori—turun tajam dari 37% tahun lalu.
Lady Gaga menyoroti kerasnya perjuangan perempuan di balik layar industri musik, terutama di ranah produksi. Hingga kini, belum pernah ada perempuan yang memenangkan kategori Producer of the Year, Non-Classical. Lambatnya perubahan struktural di tubuh Recording Academy membuat kesetaraan gender baru diperkirakan tercapai puluhan tahun ke depan.
- Olivia Dean Menang Best New Artist Grammy 2026, Debut yang Langsung Meledak
Olivia Dean resmi membawa pulang piala Best New Artist di Grammy Awards 2026. Mengutip Detik Pop dalam artikel Olivia Dean Sabet Best New Artist Grammy 2026, Pidatonya Bikin Merinding, ini menjadi piala Grammy pertama sekaligus satu-satunya nominasi yang ia raih tahun ini—sebuah debut yang langsung mencuri perhatian dunia.
Dalam pidato kemenangannya di Los Angeles, Dean menyinggung latar belakang keluarganya yang berdarah Jamaika–Guyana dari sang ibu dan Inggris dari ayahnya. Ia menegaskan bahwa pencapaiannya hari ini tak bisa dilepaskan dari perjuangan para imigran. “Saya tidak akan bisa ada di sini bila bukan dari seorang imigran,” ujarnya, seraya menyebut dirinya sebagai produk dari keberanian generasi sebelumnya yang layak dirayakan.
Nama Olivia Dean sebenarnya sudah lama diperbincangkan sejak debut albumnya Messy (2023), lalu semakin menguat lewat The Art of Loving (2025). Single So Easy—yang ia tulis bersama Amy Allen, John Ryan, dan Max Wolfgang—menuai pujian luas dan menguasai tangga lagu Inggris serta Amerika Serikat. Ia juga mencetak sejarah sebagai solois perempuan pertama dengan empat lagu sekaligus di Top 10 chart Inggris. Grammy 2026 pun menjadi penanda bahwa era Olivia Dean benar-benar dimulai.
Baca Juga: Kejutan di Grammy Awards 2025: Tangan Kosong Billie Eilish Sampai Pidato Chappell Roan
- Kendrick Lamar Pecahkan Rekor Jay-Z, Jadi Rapper dengan Grammy Terbanyak
Kendrick Lamar kembali menorehkan sejarah di Grammy Awards 2026. Dengan lima kemenangan dalam satu malam, Lamar resmi melampaui rekor Jay-Z dan kini menjadi rapper dengan koleksi Grammy terbanyak sepanjang sejarah, yakni 27 piala.
Mengutip People lewat artikel Kendrick Lamar Breaks Jay-Z’s Grammys Record as He Becomes Most-Awarded Rapper with 27 Gramophones, kemenangan Lamar datang dari kategori Record of the Year, Best Rap Performance, Best Melodic Rap Performance, Best Rap Song, dan Best Rap Album. Dalam pidatonya, Lamar mengaku lebih nyaman berbicara lewat musik ketimbang kata-kata, seraya menyebut pencapaian ini sebagai sebuah kehormatan.
Tak hanya merayakan kemenangan pribadi, Lamar juga menegaskan pentingnya masa depan hip-hop di panggung global. Ia memuji sesama nomine dan menekankan bahwa hip-hop adalah budaya yang akan terus hidup dan dibawa bersama komunitasnya. Grammy 2026 pun menjadi momen penting yang menegaskan posisi hip-hop bukan hanya sebagai genre populer, tapi sebagai kekuatan budaya dunia.
















