07/10/2026
Issues Politics & Society Safe Space

Saat ‘Hotline’ Bunuh Diri Membludak dan Antreannya Mengular

Antrean hotline bunuh diri 119 mengular, jumlah konselor juga tidak memadai. Ada empat langkah yang bisa dilakukan pemerintah buat cegah bunuh diri, apa saja?

  • October 7, 2026
  • 7 min read
  • 9 Views
Saat ‘Hotline’ Bunuh Diri Membludak dan Antreannya Mengular

Peringatan Pemicu: Artikel ini mengandung cerita bunuh diri dan ide bunuh diri, jika sedang tidak siap, kami anjurkan tidak melanjutkan membaca.

Tut… Tut… Tut…

Mohon maaf petugas kami masih melayani penelepon lainnya. Anda juga dapat berkonsultasi melalui WhatsApp chat kami di nomor 081380073120. Silakan hubungi kami kembali beberapa saat lagi.

Begitu jawaban mesin dari hotline 119 ext. 8 saat coba saya hubungi (24/9) pukul 12.36 siang. Selang 8 menit, pada pukul 12.44 saya kembali menghubungi hotline tersebut. Jawaban yang saya terima sama. Kemudian saya mencoba layanan konseling pesan WhatsApp di nomor yang dilampirkan, tetapi saya kembali diminta menunggu.

“Terima kasih telah menghubungi layanan Healing119.id. Saat ini Anda sedang berada dalam antrian layanan Hotline Healing119. Psikolog Klinis atau Konselor akan segera membalas pesan Anda. Mohon untuk menunggu.”

Saya pun menunggu mendapat giliran konseling seharian penuh. Namun, hingga artikel ini ditulis (28/9), pesan saya tak kunjung mendapat balasan.

Percobaan ketiga saya lakukan keesokan harinya (25/9) pukul 18.41 sore, saya kembali menghubungi 119 ext. 8, dan panggilan saya masih tidak dijawab. 

Seperti itulah pengalaman saya saat mencoba menghubungi hotline bunuh diri Healing119.id, yang merupakan layanan bantuan krisis psikologis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Tak satu pun panggilan maupun pesan saya diterima. 

Padahal, mengutip Harvard T.H. Chan School of Public Health, sebuah studi di Houston terhadap 153 penyintas percobaan bunuh diri menemukan, 24 persen responden mengatakan durasi pertimbangan bunuh diri mereka kurang dari lima menit, 24 persen lainnya 5-19 menit, 23 persen berdurasi 20 menit hingga 1 jam, 16 persen responden 2-8 jam, dan 13 persen berada dalam rentang 1 hari atau lebih.

Studi lain dari Deisenhammer terhadap penyintas percobaan bunuh diri di rumah sakit menemukan 48 persen responden memiliki durasi pertimbangan bunuh diri dalam waktu 10 menit sebelum percobaan dilakukan.

Dengan kata lain, pertolongan pertama terhadap orang yang sedang dalam masa krisis bunuh diri perlu dilakukan secepatnya. Namun, dari pengalaman saya menghubungi hotline bunuh diri, menunjukkan layanan hotline bunuh diri yang disediakan pemerintah belum mampu menampung semua panggilan.

Baca juga: Perempuan, Kesehatan Jiwa, dan Akses yang Tak Pernah Netral

Jumlah Penelepon dan Konselor Timpang

Belakangan, beredar informasi antrean layanan Healing119.id mengular dan mencapai 500 panggilan dalam sehari. Hal ini saya konfirmasi ke Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI Imran Pambudi. Diwawancarai via WhatsApp (24/9), ia mengonfirmasi layanan panggilan 119 ext 8. Memang tembus 500 penelepon dalam sehari, tepatnya mencapai 579 panggilan perhari. 

Namun, ia menegaskan perlu dibedakan antara jumlah panggilan yang masuk dengan jumlah pengguna. “Karena satu orang dapat mengakses layanan lebih dari satu kali. Jika memperhitungkan pengguna yang mengakses baik melalui telepon maupun WhatsApp, rata-rata terdapat sekitar 557 pengguna Healing119.id per hari,” ungkapnya.

Ia mengaku jumlah panggilan pada tahun ini meningkat daripada tahun sebelumnya. Di periode Agustus 2025 sampai Desember 2025, panggilan perhari yang biasa diterima berada di angka 450 sampai 500 panggilan. Namun, sejak Maret 2026 jumlah panggilan meningkat menjadi 550 sampai 600 perharinya.

Imran menambahkan, berdasarkan data terbaru, pada bulan Agustus 2026 terdapat 17.936 orang yang mengakses panggilan telepon dan 8.897 mengakses melalui WhatsApp. Dalam setahun terakhir (31 Juli 2025-31 Agustus 2026), tercatat ada 214.138 panggilan dan 70.778 pesan teks WhatsApp.

Imran sendiri mengakui jumlah konselor yang ada saat ini tidak memadai untuk menangani jumlah panggilan yang semakin membludak. 

“Tidak memadai,” ucap Imran.

Dari pemaparan Imran, sampai dengan Agustus 2026, sebanyak 165 psikolog klinis sudah bergabung sebagai relawan konselor dalam empat batch. Kini, ada 56 psikolog klinis yang bertugas. Dalam sehari, terdapat delapan shift kerja dengan masing-masing memiliki rentang waktu tiga jam. Dengan begitu, dalam satu shift terdapat tujuh orang yang melayani hotline.

Baca juga: Kebijakan yang Memihak Kwir adalah Pencegahan Bunuh Diri Terbaik

Inisiatif Lembaga Non-Profit dan Tantangannya

Benny Siauw, pendiri lembaga advokasi pencegahan bunuh diri bernama Into The Light, mengatakan hotline bunuh diri yang mudah diakses sangat penting, setidaknya sebagai bentuk intervensi krisis dan pertolongan pertama bagi seseorang yang memiliki dorongan bunuh diri.

“Hotline itu kan intervensi krisis, ya. Jadi ketika dia naik pemikiran bunuh dirinya, dia diintervensi dengan adanya hotline ini. Dia bisa ditelepon sama si (yang) memiliki pemikiran bunuh diri,” ujar Benny.

Ada data yang sejalan dengan pernyataan Benny. Dari studi yang dilakukan Gould dkk. (2007) di Amerika Serikat terhadap 1.085 penelepon hotline bunuh diri, ditemukan bahwa terdapat penurunan signifikan terhadap pemikiran bunuh diri selama sesi telepon berlangsung. Dengan diikuti penurunan rasa keputusasaan dan penderitaan psikologis beberapa minggu setelahnya.

Hadirnya layanan bantuan yang belum memadai di Indonesia dan tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan mendorong beberapa lembaga swadaya secara sukarela membuka helpline. Benny mengatakan Into The Light pernah membuka jalur bantuan krisis bunuh diri lewat saluran e-mail.

“Jadi kita menampung e-mail mereka, terus di situ kita arahkan mereka ke mana (layanan bantuan psikologis) terdekat. Nah, itu yang dilakukan sebisanya,” jelas Benny.

Benny bercerita masyarakat yang mengakses layanan e-mail sempat membludak kala itu, terutama jika sedang ada peristiwa bunuh diri yang terjadi dan ramai di media massa. Namun, layanan tersebut hanya bertahan sampai 2018. 

Alasan layanan ini ditutup menurut Benny dikarenakan meskipun Into The Light telah mengarahkan seseorang ke layanan kesehatan jiwa terdekat, mereka tetap terhalang aksesnya karena biaya, jarak, atau keterbatasan fasilitas. Sehingga Benny melihat perbaikan yang diperlukan bersifat struktural, karena itu kini Into The Light berfokus pada advokasi kebijakan. 

Benny juga memaparkan bagi lembaga non profit, ada sejumlah tantangan yang dihadapi ketika membuka layanan helpline bunuh diri. Antara lain ketidakpastian pendanaan, kebutuhan sumber daya manusia, hingga manajemen burnout.

“Kurang lebih kerja-kerja komunitas itu pertama funding kan enggak jelas. Global funding itu enggak jelas, terus arahan dari lokal juga national strategy-nya belum ada nih mau ke mana,” papar Benny.

Tantangan-tantangan itu yang menurut Benny kerap menghambat ikhtiar komunitas saat berupaya menyediakan layanan bantuan krisis.

Baca juga: Bertahanlah, untuk Sehari Lagi, Lagi, dan Lagi

Perbaikan ‘Hotline’ Sambil Berbenah Struktural

Peningkatan kualitas layanan hotline Benny nilai penting, tetapi mesti dibarengi dengan penguatan sistemik dari segi hukum, fasilitas, dan layanan kejiwaan. Sebagaimana amanat Pasal 75 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UU Kesehatan), yang menyatakan upaya kesehatan jiwa termasuk upaya pencegahan bunuh diri melalui pencegahan faktor risiko bunuh diri, pencegahan timbulnya pemikiran tentang menyakiti diri sendiri, dan pencegahan percobaan bunuh diri.

Benny mengatakan, meskipun sudah ada dasar hukum, tetapi Indonesia belum memiliki strategi nasional pencegahan bunuh diri yang kuat. Menurut Benny, Indonesia bisa mengimplementasikan inisiatif dan panduan global World Health Organization (WHO) untuk mencegah bunuh diri, yakni LIVE LIFE.

LIVE LIVE merangkum empat intervensi utama atau strategi penanganan inti. Pertama, Limit access to the means of suicide atau membatasi akses terhadap sarana atau alat yang biasa digunakan untuk bunuh diri. Seperti benda beracun, senjata tajam, atau obat-obatan tertentu. 

“Membatasi akses termasuk racun, tempat berbahaya, senjata, ini yang kita bilang dengan limiting access ke alat bunuh diri yang mana itu justru bentuk intervensi yang paling teruji efektivitasnya untuk mencegah dia melakukan percobaan bunuh diri,” ujar Benny.

Selanjutnya Interact with media for responsible reporting yang berarti mendorong media massa agar memberitakan isu bunuh diri secara bertanggung jawab, misalnya tidak merinci metode bunuh diri. “Bagaimana melaporkan itu supaya enggak triggering, menggunakan etik, menghargai privasi,” paparnya.

Kemudian Foster life skills in adolescents adolescents, yakni menerapkan program peningkatan kapasitas kecakapan hidup dengan mengajarkan orang muda menavigasi kehidupan, berelasi, dan mengelola emosi. Terakhir, Early identification, assess, manage, and follow up atau proses mengenali individu yang berisiko bunuh diri sejak dini melalui layanan kesehatan, saluran krisis, dan dukungan sebaya.

Keempat hal tersebut menurut Benny penting untuk dimasukkan ke dalam strategi nasional pencegahan bunuh diri. Benny mengatakan hadirnya hotline tetap penting untuk pertolongan pertama, tetapi pencegahan bunuh diri tidak bisa berhenti di penyediaan hotline. 

Panggilan yang membludak di layanan Healing119.id menunjukkan bahwa sistem pencegahan bunuh diri yang ada saat ini belum betul-betul memadai, sehingga banyak masyarakat mengalami krisis dan berbondong-bondong menggunakan hotline.

“Jadi ini empat hal yang justru penting banget untuk masuk ke dalam national suicide prevention strategies, selain adanya hotline,” pungkas Benny.

About Author

Muhammad Rifaldy Zelan

Muhammad Rifaldy Zelan adalah penyuka makanan pedas tapi gak suka berkeringat. Ia juga suka duduk-duduk di taman dengan pikiran kosong.

Click to access the login or register cheese

Royal ID adalah kunci utama akunmu. Di situs top up royal dream yang benar, Royal ID hanya dipakai untuk mengirim koin ke karakter yang tepat, bukan untuk mengakses akun. Tidak ada alasan bagi layanan mana pun untuk meminta password, PIN, atau kode OTP yang kamu terima lewat SMS. Kalau ada yang meminta hal itu, itu tanda bahaya dan sebaiknya segera ditinggalkan.