Women Lead
October 19, 2020

Magdalene Raih Champions Award 2020 Kategori Media

Magdalene meraih Champions Award 2020, sebuah apresiasi untuk kerja-kerja dalam isu keragaman gender dan seksualitas.

by Tabayyun Pasinringi, Reporter
Community
Share:

Magdalene menerima penghargaan Champions Award 2020, yang diinisiasi forum pemuda lintas iman Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) Indonesia, untuk kategori media. Melalui penghargaan tersebut, Magdalene dinilai telah memproduksi berita tentang gender maupun seksualitas dengan berimbang tanpa memicu stigma maupun diskriminasi kepada komunitas ragam gender dan seksualitas.

Pemimpin redaksi Magdalene Devi Asmarani mengatakan, penghargaan yang diberikan oleh YIFOS merupakan pengakuan penting atas peran media dalam merepresentasikan semua kelompok dan gender, secara adil serta memanusiakan, dan secara bersamaan merayakan atau menampilkan keberagaman yang ada.

“Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa semua memiliki hak dasar yang sama apapun gender atau orientasi seksualnya,” kata Devi pada malam penganugerahan yang berlangsung secara virtual, Sabtu (17/10).

Champions Award 2020 merupakan pemberian penghargaan kepada individu maupun organisasi yang telah menciptakan ruang aman untuk masyarakat khususnya individu ragam gender dan seksualitas di Indonesia. Sekretaris Nasional YIFoS Indonesia, Ael Napitupulu mengatakan, anugerah tersebut diberikan untuk menginspirasi serta apresiasi individu atau kelompok yang bekerja di isu keberagaman gender dan seksualitas.

Baca juga: Kepanikan Moral dan Persekusi atas Minoritas Seksual di Indonesia

“Di Indonesia sudah banyak dari komunitas LGBT atau ally yang memang secara sukarela bekerja, karena melihat isu ini adalah suatu kebutuhan yang penting untuk memperjuangkan hak minoritas dan isu keberagaman gender maupun seksualitas. Kami (YIFOS) kemudian merasa baiknya memberi apresiasi untuk teman-teman, ” ujarnya.

Kategori nominasi Champions Awards 2020 meliputi, media, tokoh agama, komunitas muda, alumni queer camp, lembaga bantuan hukum, jurnalis, sekutu atau ally, orang muda, dan influencer. YIFOS tidak menentukan siapa pihak yang menjadi nominasi, melainkan menyelenggarakan sistem voting secara terbuka kepada publik dan harus menyertakan alasan logis memilih individu atau organisasi tersebut.

Baca juga: Magdalene Primer: Memahami Gender dan Seksualitas

Untuk kategori media, Ael berpendapat media maupun jurnalis berperan dalam mempengaruhi cara berpikir dan bersikap masyarakat, maka hasil tulisan yang diproduksi harus berimbang agar publik dapat belajar.

“Ada beban moril yang dilekatkan kepada media, sehingga membuat pemberitaan jangan sampai memupuk kebencian atas satu kelompok,” kata Ael.

Champions Award 2020 yang pertama kali dilaksanakan tahun ini juga didukung oleh Koalisi Indonesia untuk Seksualitas dan Keberagaman (KITASAMA). Ael mengatakan penganugerahan seperti ini mampu memberikan visibilitas untuk orang yang bekerja di isu gender dan seksualitas, agar terjalin kerja sama dan solidaritas dari mereka yang fokus pada isu tersebut.

“Kita harus bekerja dan bersinergi bersama karena apa pun isu yang menjadi concern akan sulit tercapai tanpa bantuan satu sama lain. Harapannya lewat ini kita tidak sendirian bekerja dalam isu ini dan nanti bisa berkolaborasi lebih banyak lagi,” ujarnya.

Tabayyun Pasinringi adalah penggemar fanfiction dan bermimpi mengadopsi 16 kucing dan merajut baju hangat untuk mereka.