Women Lead
September 18, 2020

Mari Acungkan Jari Tengah pada Tahun 2020

Saat anak rantau sudah mati gaya di kamar kos di tengah pandemi, apa yang harus dilakukan?

by Candra Aditya
Lifestyle
Share:

Saya bukan ahlinya, tapi setidaknya hal-hal berikut ini telah membuat saya tetap waras dalam tujuh bulan sejak Maret 2020 atau Awal Dari Semua Kekacauan™. Tadinya saya mau menulis tentang Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan, salah satu film hidden gem tahun 2004 yang sangat saya cintai. Tapi kemudian Jakarta memberlakukan lockdown lagi so…

Sekedar peringatan, tips-tips di bawah ini tidak mujur 100 persen. Tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Terutama jika kamu anak perantau yang tinggal sendirian tanpa saudara. Terutama jika kamu jomblo. Dan 10 tahun tinggal sendiri di Jakarta tanpa saudara membuat hal-hal berikut ini ternyata lumayan membuat saya tidak segitu kesepiannya.

1. Cari hobi yang bisa dilakukan di kos/rumah

Ketika kamu terperangkap di kos 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, mencari hal-hal yang memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan personal adalah kuncinya. Carilah aktivitas yang membuatmu senang. Terserah hobi tersebut dianggap dangkal atau enggak penting. Kamu tidak harus mengikuti tren merawat tanaman kalau kamu enggak minat. Kamu enggak harus ikutan lari kalau kamu enggak suka olahraga. Kalau hobi kamu hanya main Twitter, just do it. Kalau hal tersebut bikin kamu lupa sejenak bahwa kita sedang menghadapi pandemi, lakukan saja. Ini waktu yang tepat untuk itu.

2. Mulailah dream project yang sudah lama tertunda

Kita semua punya satu proyek ambisius yang selalu kita tunda atau kita abaikan karena memang enggak ada waktu. Ini adalah saat yang tepat untuk kembali mengerjakan proyek tersebut. Kita betul-betul dipaksa untuk tinggal di dalam ruangan selama mungkin. Jadi kenapa tidak dimanfaatkan untuk mengerjakan dream project tersebut? Sudah lama ingin membuat film pendek? Bikin! Ingin membuat novel? Mulai tulis. Mau bikin zine, bikin remix BTS x Mang Odading? Silakan. Mau bikin daftar selebtwit mana yang paling sering blunder? Sok.

3. Berbuat kebaikan sebanyak mungkin

Oke, ini kedengarannya pamrih tapi saya merasa jauh lebih baik setelah saya melakukan satu kebaikan. Entah itu memberi makan kucing liar, memberikan like di postingan Instagram teman saya dengan tulus atau bahkan iseng membuat jamu dan membagi-bagikannya ke teman-teman terdekat saya. Percayalah. Melakukan sesuatu yang baik akan membantu pikiranmu. Dan kita butuh untuk saling bantu di masa seperti ini. Menurutmu, kenapa saya repot bikin daftar ini?

Baca juga: Kiat Bertahan di Tengah Pandemi dari Seorang Penyintas

4. Mulai baca buku atau tonton film/serial yang sudah ada di daftar

Jangan pernah terbebani kalau misalnya film-film yang akan kamu tonton bukan suatu mahakarya pemenang penghargaan. Kalau kamu memang mau menyelesaikan Gossip Girl atau mau baca ulang One Piece dari jilid pertama, silakan lakukan. Saran saya: semakin banyak episode dari tontonan yang akan kita tamatkan, semakin bagus. Gilmore Girls, The Good Wife, Grey's Anatomy, Friends dan serial yang punya lebih dari 5 musim sangat direkomendasikan.

5. Self-care itu penting

Ini waktunya untuk egois. Contohnya: Keluarga nyinyir karena kamu belum menikah. Dalam keadaan normal, mungkin kita bisa hanya membalas dengan haha-hihi. Sekarang adalah yang tepat untuk mengeliminasi semua hal negatif yang bisa membuat mental kita down. Mulai mute orang-orang menyebalkan yang kamu ikuti hanya karena "kenal"/teman/anggota keluarga. Jangan respons orang-orang yang tugasnya hanya menguji emosi jiwa. Jangan balas email/chat pekerjaan di luar jam kerja. Jangan pernah malu untuk memanjakan diri sendiri.

6. Nikmati semua yang kamu rasakan

Kalau kamu sedang sedih, ya sudah, sedih aja. Enggak usah ditahan. Kalau lagj merasa capek, bilang saja capek. Walaupun sendirian di kamar dan enggak ada lawan bicara, bilang saja, "Gue capek." Kamu perlu tahu bahwa semesta mendengarkanmu. Rasakan saja.  Sedih-sedihnya, enggak enak-enggak enaknya, enggak nyaman-enggak nyamannya. Kita semua ada di posisi yang sama jadi kamu harus tahu bahwa kamu enggak sendirian. Dan kamu tahu? Semua yang berawal, pasti ada akhir. Termasuk pandemi ini. Ingat bahwa kita semua akan ketawa ngakak di masa yang akan datang ketika ingat betapa kacrut-nya 2020.

Baca juga: Mampukah Milenial sebagai Generasi ‘Sandwich’ Baru Bertahan Ketika Pandemi?

7. Mulailah masak sendiri

Bagi kamu yang suka masak pasti sudah tahu kenikmatannya. Bagi yang belum tahu, ini adalah kesempatan bagi kamu untuk tahu magisnya masak sendiri. Enggak perlu harus mulai masak rendang. Bikin saja yang gampang dulu. Mulai dengan telur dadar. Bahkan kalaupun gagal, setidaknya kamu tahu skill kamu sampai di mana.

8. Beres-beres kamar

Kamar yang bersih adalah resep untuk namaste dalam hidup. Bagi anak kos yang terjebak dalam ruang sempit yang sama, punya kamar yang bersih adalah langkah krusial untuk tetap waras. Dan rasa lelah setelah bersih-bersih kamar akan membantu untuk tidur lebih lelap.

9. Adopsi kucing liar

Oke, ini propaganda saya agar kucing-kucing luar sana punya rumah. Tapi kamu tidak tahu betapa berubahnya hidup saya setelah Rico masuk dalam kehidupan saya. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana saya bisa menghadapi 2020 tanpa adanya kucing kesayangan saya itu. Pada akhirnya, Rico lebih menyelamatkan saya daripada sebaliknya. Punya kochenk yang bisa dielus setiap saat adalah terapi. Bahkan kalau mereka tidak bisa bicara bukan berarti mereka teman curhat yang buruk.

10. Bersyukur

"Can, bersyukur apanya? Kita punya pemerintah yang lebih mementingkan ekonomi daripada nyawa rakyat!"

Ya, betul sekali. Tapi kamu masih bisa komplain dengan akses internet dan akun Netflix. Kamu masih bisa makan. Kamu masih enggak bingung mau tidur di mana. Kamu masih bisa menulis twit. Masih bisa ketawa nonton Tiktok Jelek. Masih bisa nyengir lihat drama Korea. Masih bisa liat video klip Dynamite di YouTube. Masih bisa update story di Instagram. Masih punya pekerjaan. Memang lebih mudah untuk mengeluh. Tapi mengeluh terus enggak akan ada solusinya. Mending nikmati saja. Misalnya, ya, pemerintah kita kacrut. Tapi tidak pernah membosankan.

Candra Aditya adalah penulis, pembuat film, dan bapaknya Rico. Novelnya ‘When Everything Feels Like Romcoms’ dapat dibeli di toko-toko buku.