August 16, 2019
Rekomendasi Tempat untuk Tes HIV

Tempat-tempat ini menyediakan pelayanan tes dan penanganan HIV, dua di antaranya bahkan tidak memungut biaya tes.

by Shafira Amalia, Reporter
Lifestyle // Health and Beauty
HIV Thumbnail 69 Thumbnail, Magdalene
Share:

Masih banyak orang yang menolak untuk melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) karena menganggap bahwa HIV, dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), adalah sesuatu yang sangat menyeramkan. Ada juga yang masih ragu karena takut terhadap stigma negatif seputar HIV/AIDS yang identik dengan perilaku "nakal".

HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS dan memengaruhi kekebalan tubuh. Virus ini dapat menular melalui cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, air mani dan juga Air Susu Ibu (ASI). Tidak seperti beberapa dekade yang lalu, pengobatan untuk HIV sudah berkembang pesat dan jutaan orang dengan HIV (ODHA) dapat menjalankan hidup dan bekerja seperti non-ODHA.

Untuk itu, ada baiknya kita melakukan tes HIV sejak dini, terutama jika merasa gaya hidup kita berisiko. Semakin dini tes HIV dilakukan, semakin cepat kita mengetahui kondisi kesehatan kita dan mendapatkan penanganan yang sesuai jika terbukti positif HIV.

Tes HIV mudah dilakukan dan beberapa tempat bahkan tidak memungut biaya untuk itu. Berikut tempat-tempat yang kami rekomendasikan untuk menjalani tes HIV.

  1. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta

Sejak didirikannya poliklinik khusus untuk tes HIV pada 2007, RSCM sudah menjadi salah satu tujuan utama orang-orang yang ingin memeriksakan diri untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi HIV atau tidak. Ribuan orang per bulannya mendatangi Poli Unit Pelayanan Terpadu HIV (UPT-HIV) RSCM untuk melaksanakan tes.

Di RSCM, tes yang digunakan untuk memeriksa HIV disebut dengan tes ELISA yang memeriksa keberadaan antibodi HIV. Jika darah mengandung antibodi HIV, maka itu tanda bahwa tubuh sudah terinfeksi oleh HIV.

Selain tes darah, bila seseorang terbukti negatif HIV, dia akan diberi edukasi mengenai HIV dan bagaimana cara pencegahannya. Jika hasil tesnya positif, maka pasien akan dibimbing untuk mendapatkan penanganan yang sesuai ke depannya. Untuk mengetahui jadwal layanan, lihat laman resmi RSCM.

  1. RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah)

Sebagian besar RSUD di Indonesia telah menyediakan layanan pengecekan HIV. Selain hasil yang akurat, kamu juga akan ditangani oleh dokter-dokter yang sudah bersertifikat tingkat nasional. Jika kamu terindikasi positif HIV, kamu juga dapat langsung diberikan penanganan dengan baik, dengan harga yang cukup terjangkau.

  1. Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta

Ruang Carlo dibuka sejak 2009, awalnya untuk menjadi ruang rawat jalan bagi pasien HIV dan AIDS. Sejak 2011, RS St. Carolus bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno (YKS) untuk memberikan dukungan dalam bentuk pencegahan, pengobatan, dan pusat layanan perawatan untuk HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Menurut laman YKS, lebih dari 500 pasien baru mengunjungi Ruang Carlo untuk melakukan tes, dan 25 persen dari mereka positif HIV. Pelayanan Ruang Carlo tidak memungut biaya, dengan tes HIV dan konseling yang komprehensif.

Selain tes HIV, Ruang Carlo juga menyediakan terapi antiretroviral (ARV) untuk mengobati infeksi HIV dan menurunkan jumlah HIV dalam tubuh seseorang hingga level terendah (viral suppression). Terapi ARV sejak dini juga membantu menurunkan kemungkinan ODHA menularkan virus ke orang lain atau mengalami infeksi oportunistik seperti TBC.

Baca juga: Perempuan, Kelompok Rentan Hadapi Diskriminasi dalam Akses Layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi

  1. Klinik Procare PKBI, Jakarta

Lembaga swadaya masyarakat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) memiliki sebuah layanan kesehatan bernama Procare PKBI. Klinik Procare PKBI adalah salah satu klinik yang terpercaya, layanannya lengkap, dengan spesialisasi kesehatan reproduksi remaja. Klinik ini juga memiliki program Centra Mitra Muda (CMM), yang berperan sebagai pusat informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja.

Selain itu, klinik ini juga melayani Voluntary Counseling and Testing (VCT), yaitu tes yang dilakukan secara sukarela oleh seseorang untuk mengetahui status HIV-nya. Di klinik ini, tes HIV yang digunakan adalah tes cepat yang hanya membutuhkan 20-30 menit untuk menunjukkan hasil. Klinik juga menyediakan jenis tes lainnya dengan tes Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang sangat akurat.

Kita akan diberikan pilihan untuk melakukan konseling dengan konselor terlatih sebelum tes dan setelah mendapatkan hasil status HIV kita. Dalam konseling setelah melakukan tes, petugas konselor membuka hasil pemeriksaan darah di hadapan kita secara langsung. Hasilnya hanya boleh diberikan pada kita dan tidak boleh diberikan pada orang lain tanpa persetujuan. Dalam tahap ini, konselor akan membahas tindak lanjut apa yang bisa dilakukan setelah kita menerima hasil tesnya yang negatif (non-reaktif) maupun yang positif (reaktif).

  1. Lab Prodia dan Pramita, Seluruh Indonesia

Laboratorium Prodia dan Pramita sudah menjadi sebuah tujuan banyak orang jika ingin memeriksakan kondisi kesehatan mereka, termasuk tes HIV/AIDS. Tes yang dilakukan di kedua lab ini cukup mudah, salah satunya adalah dengan Viral Load Test.

Seperti tes darah biasa, lab akan mengambil darah kita dan mengukur jumlah virus per tetes darah atau per mililiter darah. Tes selanjutnya adalah dengan tes Anti-HIV untuk memeriksa keberadaan antibodi. Antibodi hanya akan terbentuk jika tubuh telah terinfeksi oleh virus HIV dan tubuh tersebut telah membuat sistem pertahanan tubuh yang disebut antibodi HIV. Hasil pemeriksaan berupa positif atau negatif terhadap ditemukannya antibodi atau tidak pada tubuh kita.

Biaya tes di kedua lab ini berkisar pada Rp1 juta-Rp1,5 juta.

  1. Klinik Angsamerah, Jakarta

Klinik Angsamerah yang terdapat di Menteng dan juga Fatmawati, Jakarta, adalah sebuah klinik yang memiliki spesialisasi dalam kesehatan reproduksi dan seksual. Untuk kita yang masih ragu untuk tes karena stigma yang mengelilingi HIV dan ODHA, Klinik Angsamerah menawarkan tes HIV yang dapat dilakukan secara anonim untuk menjaga kerahasiaan identitas kita. Tidak hanya itu, kita tidak harus menunggu lama untuk menerima hasil karena hasil pemeriksaan laboratorium untuk HIV hanya membutuhkan waktu satu jam.

Angsamerah juga menjadi pilihan bagi banyak orang karena di sini kita bisa menggunakan asuransi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) sehingga biayanya tidak terlalu memberatkan. Tes yang dilakukan di klinik ini juga menggunakan tes cepat yang mengacu pada standar panduan nasional Kementerian Kesehatan dan mengikuti rujukan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

  1. Klinik Globalindo, Jakarta

Globalindo adalah klinik yang didirikan oleh Yayasan Kasih Globalindo, sebuah organisasi non-profit yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan HIV serta Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya.

Klinik ini berfokus pada diagnosis dini dan pengobatan HIV untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh dan menghentikan penularan HIV. Seperti Ruang Carlo di RS St. Carolus, tes HIV di klinik ini juga tidak dipungut biaya. Tempat ini juga memiliki kebijakan strictly non-judgemental untuk memberikan rasa nyaman kepada pasien.

Shafira Amalia merupakan lulusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Demi memenuhi hasrat dan kegemarannya dalam menulis, Shafira mengalihkan mimpinya dari menjadi diplomat ke menjadi reporter. Menurut Shafira, berjuang menghancurkan patriarki tak kalah menariknya dengan cita-cita dia bertemu dengan Billie Eilish.

Follow Instagram Shafira di @sapphire.dust.