Women Lead
July 22, 2021

Bagaimana Menjadi Seorang Feminis yang Romantis?

Feminis tidak mampu menjadi benar-benar romantis? Salah. Inilah cara kamu bisa menjadi seorang yang romantis dan tetap setia pada semangatmu.

by Dinda Royhan
Lifestyle
Share:

Ada kesalahpahaman mendasar bahwa feminis membenci laki-laki, bahwa kita tidak membutuhkan laki-laki, dan bahwa kita adalah sekumpulan robot yang tidak mampu mencintai seseorang. Salah. 

Seorang feminis mungkin tidak membutuhkan seorang laki-laki untuk memberinya makan, tetapi dia mungkin masih menginginkan seseorang untuk dicintai dan mencintainya. Faktanya, feminis adalah sosok romantis terbaik, karena ketika dia berkencan dengan seseorang, itu karena dia ingin, bukan karena dia membutuhkan orang lain untuk memperbaikinya atau mendefinisikan nilai dirinya.

Saya seorang feminis dan romantis, dan saya menyia-nyiakan satu setengah tahun mencoba untuk membuat seseorang mencintai saya kembali, ketika saya tahu dia melihat banyak perempuan lainmeskipun dia berulang kali menyangkal tentang hal ini. Saya mencoba membuatnya mencintai saya dan hanya saya, dan itu sangat menyakitkan. Pengalaman saya itu melibatkan keraguan diri, malam tanpa tidur, dan sikap membenci diri saya sendiri.

Baca juga: Saya Ingin Mencintai Laki-laki sebagai Mitra

Saya adalah orang yang mencoba apa saja untuk menjadi tipe perempuan yang disukainya. Dia mengagumi perempuan lain yang merokok, jadi saya mencoba merokok, meskipun saya membencinya. Saya melakukannya dengan harapan bisa menjadi perempuan yang sangat disukainya. Tapi ya… itu tidak berhasil dan saya senang itu tidak berhasil.

Berbulan-bulan kemudian, saya menyadari selama satu setengah tahun, saya benar-benar lupa fakta bahwa saya adalah seorang feminis, ketika saya memaksakan diri untuk menjadi seseorang yang bukan saya, seiring kebutuhan saya akan persetujuan dari seorang laki-laki. Namun, hal yang saya pelajari dari pengalaman saya adalah bahwa saya sebenarnya bisa menjadi seorang romantis dan feminis pada saat yang bersamaan. Perempuan mana pun bisa.

Jika kamu seorang feminis dan romantis, ingatlah, tentu saja kamu sangat bisa jatuh cinta, karena kamu memiliki hati yang berfungsi dan indah. Kamu akan bertemu seseorang yang sangat kamu sukai dan kamu akan memberi tahu dia mengapa kamu sangat menyukainya.

Dia akan tersipu dan mengatakan dia sangat menyukaimu juga. Kamu akan mengecupnya pada malam dan pagi hari karena kamu tidak bisa menahan rasa itu. Kamu akan memiliki waktu yang paling indah bersama, hanya kamu dan dirinya, dan dunia tiba-tiba tidak penting. 

Untuk sementara kamu berhenti membaca berita, ya karena untuk apa? Hidupmu begitu indah; dunia dan kekacauannya tidak dapat mengganggumu lagi. Untuk sementara kamu akan membuatnya merasa seperti orang terbaik di dunia, dan dia juga melakukannya dengan senyumnya yang manis dan menawan. Kamu seorang yang romantis dan kamu tidak perlu malu akan hal itu. 

Namun, jika kamu seorang feminis dan romantis, kamu tetap harus selalu mengingat nilai-nilai feminis yang kamu yakini juga. Ketika dia mampu membuatmu begitu jatuh cinta, kamu masih harus tetap menjejak bumi, karena kamu tahu setiap penerbangan harus mendarat sebelum kehabisan bahan bakar. 

Ketika dia mengatakan dia mencintaimu, percayalah padanya, tetapi kamu masih harus mencintai dirimu sendiri lebih dari yang pernah dia lakukan. Kamu telah bekerja sangat keras untuk menjadi diri kamu sendiri, dan jika seseorang datang dan mengagumi kerja keras kamu, itu bagus. Namun, kamu perlu menghargai perjuangan yang telah kamu lakukan selama ini, karena kamu melakukannya sendiri. Itu adalah sesuatu yang pantas mendapat tepuk tangan meriah selama 10 menit.

Baca juga: Ketika Laki-laki Feminis DIvonis Takut Istri

Namun yang lebih penting, kamu tidak pernah harus bersaing untuk mendapatkan persetujuan seseorang atas nilai kamu sendiri. Jika ada lebih dari satu perempuan dalam hidupnya yang mencoba untuk memenangkan hatinya, kamu harus ingat bahwa asmara bukanlah kompetisi. Nilai dirimu bukanlah objek untuk dipertandingkan atau diberi skor oleh siapa pun, termasuk laki-laki yang sangat kamu sukai. 

Ingatlah dalam setiap kompetisi akan selalu ada yang menang dan kalah. Saya tahu betapa menggoda kedengarannya untuk menjadi pemenang bagi perempuan yang kompetitif dan kuat seperti dirimu, tapi tolong, jangan coba-coba bersaing. Ketika kamu kalah, itu akan sangat menyakitkan. Bahkan jika kamu menang pada akhirnya, perempuan lain yang kita coba berdayakan dengan nilai-nilai feminis yang kita miliki akan menjadi pecundang, dan kita akan membuat mereka mempertanyakan nilai diri mereka sendiri. Tidak ada seorang pun yang pantas melewati fase menyakitkan itu. Bukan kamu, bukan juga dia. 

Lagipula, tipe laki-laki yang menikmati kompetisi seperti itu adalah tipe laki-laki yang paling tidak seksi, seorang misoginis. Laki-laki seperti ini adalah alasan mengapa kita perempuan berhenti menjadi diri kita yang sebenarnya, alasan di mana kamu mulai menjadi seseorang yang sama sekali bukan dirimu sendiri.

Baca juga: Ketika Cinta Mencintai Rangga Secara Feminis

Dia seharusnya merasa beruntung telah dicintai secara mendalam oleh perempuan kuat sepertimu. Jika dia tidak menyadari apa yang ada di depannya, kamu hanya perlu pergi. Saatnya untuk menjadi egois dan memberikan cinta yang ingin kamu berikan kepada diri kamu sendiri, bukan orang lain.

Namun, jika kamu benar-benar ingin bersaing, maka kamu masih dapat bergabung dengan klub debat, berjuang untuk jadi yang terbaik di kelasmu, berlari 10 km, atau membuat banyak karya seni yang sangat indah. Kompetisi apa pun bisa dilakukan, tetapi bukan tentang laki-laki, tidak pernah tentang laki-laki.

Artikel ini diterjemahkan oleh Jasmine Floretta V.D. dari versi aslinya dalam bahasa Inggris.

Ilustrasi oleh Karina Tungari 

Dinda Royhan adalah seorang feminis romantis berusia 20 tahun yang sedang mempelajari kerja sosial, yang menghabiskan sebagian besar hari Sabtunya dengan buku dan film.