February 13, 2020
Cara ‘Move On’ dari Mantan ala Harley Quinn dalam ‘Birds of Prey’

Harley Quinn dalam film ‘Birds of Prey’ mencontohkan beberapa cara untuk ‘move on’ dari mantan pacar.

by Patresia Kirnandita, Junior Editor
Lifestyle
Birds of Prey
Share:

Tokoh supervillain DC Harley Quinn sangat bergantung pada kekasihnya, Joker. Sikap manipulatif musuh Batman tersebut membuat Quinn susah sekali keluar dari hubungan mereka yang toksik. Hingga akhirnya, dalam film Birds of Prey yang ditayangkan di Indonesia sejak 5 Februari lalu, diceritakan bahwa sejoli ini putus.

Perasaan tidak berarti, tidak punya perlindungan lagi, dan hilang arah awalnya menyelimuti Quinn. Hingga pada suatu titik, Harley lelah dengan keterpurukannya dan orang-orang yang menganggap dia bukan apa-apa tanpa sosok Joker.

Kalau kamu baru putus cinta dan merasa berat sekali menjalani hidup dengan status kembali lajang, kamu bisa meniru cara-cara yang dilakukan Quinn seperti tergambar dalam film ini. Tentu saja tanpa perlu menjadi penjahat dulu dan beraksi nekat seperti dia.

  1. Bersedihlah secukupnya

Sangat wajar jika saat kamu baru putus, kamu merasa sedih luar biasa. Rasanya hal-hal kecil bisa membangkitkan memorimu dengan sang mantan dan itu menyakitkan.

Beberapa orang barangkali memilih menutupi rasa sedihnya dan terus menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Ada yang tetap tersenyum dan tertawa bareng teman-teman, melarutkan diri dalam kesibukan kerja atau studi, padahal dalam hatinya merasa kosong dan merana.

Daripada menutupi kesedihan demi terlihat tegar di depan orang-orang, akan lebih baik bila kamu tetap mengakui dan menerima kesedihanmu. Mau menangis, silakan. Mendengar musik-musik mellow dan menonton serial drama yang ceritanya mirip kisah cintamu, monggo. Tumpahkan saja, asalkan jangan larut sampai begitu lama. Kalau kata Hindia dalam lagu “Secukupnya”, “Kita semua gagal, ambil sedikit tisu, bersedihlah secukupnya”.

Bersedih terlalu lama bisa mengganggu aktivitas yang mesti kamu jalani. Jika sampai begini, yang harus kamu perbaiki bukan lagi hanya hatimu yang patah karena si mantan, tetapi juga pekerjaan atau kuliahmu yang berantakan. Mungkin ditambah relasimu dengan orang lain yang merenggang.     

  1. Salurkan emosimu

Dalam Birds of Prey, Harley Quinn tampak puas sekali setelah dengan emosional mencopot kalung berinisial J dari lehernya dan kemudian meledakkan Ace Chemicals, tempat kenangannya bersama Joker. Eits…jangan berpikir buat melakukan hal vandal serupa, ya. Yang ingin di-highlight dari adegan itu adalah tentang menyalurkan emosi-emosi negatif yang muncul setelah putus.

Ada banyak cara buat menyalurkan kemarahan, kesedihan, atau kekecewaan dari kegagalan relasi dengan mantan. Kalau butuh teriak, lakukanlah, tapi jangan di tempat yang mengganggu tetangga, teman, atau keluarga. Jajal bernyanyi di tempat karaoke untuk meluapkan emosi negatifmu. Kalau mau menangis ketika menyanyikan theme song saat masih pacaran, oke-oke saja. Curhat sama teman juga fine-fine saja, asal jangan dalam seminggu lima kali kamu cerita hal yang sama. Lewat olahraga juga bisa. Bagi sebagian orang, berlari atau berolahraga yang banyak cardio-nya saat dirundung kemarahan atau kesedihan membantu mereka mengurangi beban, sekecil apa pun itu.

Baca juga: Film ‘Joker’, Kematian Sulli, dan Gagal Paham Tentang Gangguan Mental

Sementara buat sebagian lainnya, seni menjadi tempat mereka menumpahkan perasaan dan pikiran tentang penggalan kisah lalunya. Ada yang memilih menggambar, menulis, atau menari. Setelah lama pulih dari sakit setelah putus, kita bisa melihat gambar-gambar atau tulisan yang kita buat ketika emosional dulu, mengulas balik bagaimana kita berproses melewati masa sulit kehilangan pacar. Harapannya, setelah melihat itu semua, kita bisa mengapresiasi diri sendiri yang sudah mau berjuang hingga mencapai titik yang jauh lebih baik.

Kalau di Birds of Prey, Harley melampiaskan emosinya kepada Joker dengan cara melempari gambar mantannya itu dengan pisau. Bisa juga ini dicoba, asal jangan merusak dinding rumah. Apa pun boleh dijajal, asalkan jangan destruktif buat diri sendiri dan orang lain.

Tidak jarang seseorang menyimpan dendam kepada mantannya setelah putus hubungan. Satu hal yang dapat kita catat dari Birds of Prey—terlepas dari adegan pasca-putus hubungannya, Quinn berpesan bahwa secara psikologis, balas dendam jarang sekali mendatangkan katarsis (semacam kelegaan emosional) yang kita harapkan. Karena itu, jauhkan ide-ide untuk membalas perlakuan buruk mantanmu. Semakin kamu mengingat dia dan hal-hal darinya yang melukaimu, semakin lama kamu bisa menjalani hidup dengan baik-baik saja sebagai single lagi.

  1. Lakukan hal-hal menyenangkan lain

Patah hati bisa berarti pintu untuk memprioritaskan diri sendiri dulu kembali terbuka. Kalau kemarin-kemarin pikiran kita masih lebih sering diisi kepentingan si mantan, cobalah untuk meluangkan waktu untuk merawat diri. Salah satunya dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan menurut kita. Berdekade-dekade silam, film Sound of Music (1965) sudah mengingatkan kita akan hal ini: “When I'm feeling sad, I simply remember my favorite things and then I don't feel so bad”.

Harley Quinn berpesan bahwa secara psikologis, balas dendam jarang sekali mendatangkan katarsis yang kita harapkan.

Dalam film ini, ada adegan ketika Quinn memesan sandwich kesukaannya setelah putus. Adegan ini begitu didramatisasi sampai-sampai saat dia gagal menyantap makanan itu karena harus bertarung dengan musuh-musuhnya. Ia sebal bukan main. Tapi poinnya adalah, ada loh, hal-hal di luar mantan yang bisa menyenangkan kita dan masih bisa kita akses atau dapatkan.

Selain makanan, mungkin kamu punya kegiatan favorit yang terlupakan sejak pacaran dulu. Hang out dan nginep di rumah teman sambil nonton, ngobrol, atau bercanda sampai pagi, misalnya. Atau binge-watching Netflix  seharian dan main game di akhir pekan, sampai main sama hewan peliharaan di rumah, solo travelling, atau main musik dan datang ke gigs tertentu yang sudah lama kamu lewatkan.

  1. Keluar dan temukan hal baru

Sebagian orang memilih untuk mendekam di kamar, larut dalam kesedihannya, dan tidak mau bersosialisasi. Untuk beberapa saat, oke-oke saja sih melakukan hal ini. Namun semakin lama kamu menyendiri, semakin lama pula kamu berkutat dengan kesedihanmu tanpa ada orang atau hal lain yang memberi perspektif lain.

Coba keluar rumah atau kamar. Di samping kembali bertemu dan mengobrol dengan teman-temanmu, kamu juga bisa menjalani hari-hari pasca-putus dengan melakukan hal baru. Harley Quinn memulainya dari sisi penampilan dengan memangkas rambutnya. Perempuan bertato hati di pipi ini juga mempunyai binatang peliharaan baru. Ekstrem sih, memang: hyena. Tapi setidaknya, dia punya outlet mencurahkan kasih sayang ke makhluk lain selain Joker setelah patah hati.

Tidak hanya itu, Quinn juga mengeliminasi teman-teman yang rupanya malah bersikap toksik baginya. Bukannya memberi penghiburan, mereka malah membicarakan Quinn di belakang. Perlahan, Harley bangkit, mencari kesenangannya sendiri hingga akhirnya bertemu perempuan-perempuan petarung lain yang akhirnya membentuk kelompok Birds of Prey. Ia juga berkawan dengan remaja putri tukang copet yang diselamatkannya dari kekejian si musuh, Black Mask. Hal ini mungkin tidak terpikirkan ketika ia dan seluruh dunianya digenggam oleh Joker.

Baca juga: Pasangan dalam Film yang Tak Seharusnya Jadi #CoupleGoals

Dari pengalaman Quinn menemukan hal-hal baru setelah putus, kita bisa menangkap bahwa menjalani petualangan baru tidak hanya memberi kesenangan pada saat tertentu saja. Itu juga sangat mungkin menggeser cara pandang serta sikap kita terhadap suatu masalah. Mungkin dulu kamu berpikir tidak ada hari menyenangkan tanpa si mantan, tapi begitu kamu keluar dan jajal ini itu yang baru, kamu bisa rasakan yang Shaden bilang, “Dunia belum berakhir bila kau putuskan aku”.

  1. Ingat, kamu tetap spesial tanpa mantan kekasihmu

Terkadang patah hati menjadi titik balik seseorang untuk mengambil sikap dan keputusan besar yang menguntungkan bagi diri. Ketika masih ada dalam hubungan beracun, seseorang tersimpan dalam satu gelembung besar nan tebal yang membuatnya alpa bahwa dirinya itu spesial tanpa kekasih sekalipun.  

Salah satu hal yang memberatkan Quinn ketika putus adalah penilaian dirinya yang jatuh karena dia bukan apa-apanya Mr. J lagi. Bukan cuma dia yang berpikir begitu awalnya, sekelilingnya pun beropini sama. Begitu besar sosok Joker di Gotham sehingga Quinn sempat berpikir ia hanya penjahat kecil tak berdaya yang siap dimangsa musuh-musuhnya di jalan. Suatu kali saat Quinn mabuk, ia curhat colongan ke Black Cannary yang baru dikenalnya, “A harlequin’s role is to serve. It’s nothing without a master,”

Kalau kamu mengidentifikasi diri seperti Quinn dalam relasi terakhirmu, buang pikiran kalau kamu bukan apa-apa tanpa status sebagai kekasih mantanmu itu. Sebelum kamu bertemu dia, tentu kamu sudah punya beragam kelebihan yang bisa saja terlupakan saat ini. Tapi kalau kamu kembali mendalami dan mencintai kelebihan-kelebihanmu dan tak berfokus pada kekurangan diri serta pengaruh mantanmu, kamu bisa jadi siapa-siapa. Bahkan, bukan mustahil lebih besar dari mantanmu!

Setelah melalui perjalanan panjang menyembuhkan patah hatinya seraya bertualang bareng petarung-petarung lain, Quinn menunjukkan dia bisa berdikari dan menyatakan dengan bangga, “I’m the one they should be scared of. Not you, not Mr. J. Because I’m Harley freakin’ Quinn.”

Ilustrasi diambil dari IMDB.

Patresia Kirnandita adalah alumnus Cultural Studies Universitas Indonesia. Pengajar nontetap di almamaternya. Ibu satu bocah laki-laki dan lima anak kaki empat. Senang menulis soal isu perempuan, seksualitas, dan budaya pop