Women Lead
March 17, 2021

6 Tips Mengatur Keuangan untuk Pasangan Baru Menikah

Menikah bukan cuma soal foto unyu dan #relationshipgoals tapi banyak aspek yang harus diatur, termasuk keuangan.

by Finansialku.com
Lifestyle
Budgeting_Anggaran_Finansial_KarinaTungari
Share:

Menikah dan rumah tangga bukan soal foto unyu dan kemesraan yang bisa dipamerkan di media sosial. Ada banyak hal yang harus diatur dan dikelola, salah satunya yang terpenting adalah soal keuangan.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa 80 persen alasan perceraian adalah soal ekonomi. Untuk itu, kepiawaian dalam mengatur keuangan merupakan keterampilan yang harus diasah sejak masih pengantin baru.

Bagaimana cara mengatur keuangan? Memahami cara dan strategi mengatur keuangan keluarga yang tepat adalah salah satu kunci bagi pasangan muda untuk dapat memiliki keharmonisan dalam berkeluarga.

Pada kenyataannya, mengatur keuangan bagi pasangan muda adalah hal yang penuh dengan tantangan. Kamu dan pasangan perlu belajar bersama dan terus berkembang menjadi lebih baik dalam cara mengatur keuangan, agar tahu mana yang harus diperbaiki dan mana yang dipertahankan. Tips berikut ini dapat menjadi permulaan bagi para pasangan muda dalam mengatur keuangan.

  1. Menyamakan Persepsi Tentang Uang

Cara kamu berpikir tentang uang dan bagaimana mengelolanya sangat ditentukan oleh pengalaman pribadi kamu sendiri, seperti cara orang tua mengajarkan nilai uang kepada kamu, atau kelas keuangan yang mungkin pernah kamu. Karenanya, tidak ada cara untuk mengetahui sikap seseorang terhadap uang tanpa komunikasi yang terbuka.

Cara kamu dan pasangan memahami uang sangat penting. Sebagian besar dari kita memahami nilai uang dari ajaran orang tua dan sangat mudah untuk membuat asumsi bahwa setiap orang percaya hal yang sama. Konflik keuangan yang timbul dalam pernikahan sebagian besar disebabkan oleh perbedaan persepsi tentang bagaimana seharusnya uang dikelola. Karenanya, hal yang paling dasar yang harus dilakukan adalah menyamakan persepsi kamu tentang uang dengan pasanganmu.

  1. Terbuka Tentang Kondisi Keuangan Masing-masing

Sebagai pasangan muda yang baru menikah, aset dan utang kamu sekarang saling terkait. Karenanya, perlu keterbukaan untuk saling mengakui kondisi keuangan masing-masing. Aset dan tabungan apa saja yang kamu punya? Investasi apa yang kamu miliki? Apakah kamu ada utang kartu kredit? Apakah ada cicilan-cicilan yang belum lunas? Berapa besar penghasilan yang kamu dapatkan yang dikelola untuk semua kebutuhan keuangan?

Baca juga: Cara Mulai Bisnis dengan Modal Kecil Buat Kamu yang Baru Lulus Kuliah

Diskusikan dengan terbuka tentang uang yang kamu miliki kepada pasangan. Dengan mengetahui keuangan masing-masing, berarti kamu dan pasangan sudah dapat memulai untuk mengelola keuangan bersama-sama. Artinya, semua kondisi keuangan yang tadinya menjadi milik masing-masing sudah menjadi milik bersama yang akan diatur dan dikelola bersama-sama.

Kamu dapat memiliki tabungan atau investasi bersama. Dan juga dapat menentukan utang mana yang ingin diprioritaskan untuk dilunasi terlebih dahulu. Dalam jangka panjangnya, kamu dan pasangan dapat mengatur keuangan bersama sedemikian rupa sesuai kesepakatan bersama.

  1. Menentukan Tujuan Keuangan Bersama

Setelah kamu saling memahami dan mengerti tentang kepemilikan uang masing-masing, diskusikan hal yang ingin kamu miliki atau lakukan. Mungkin saja kamu ingin merintis dan mengembangkan usaha. Namun, pasangan kamu tidak menyetujui dan menginginkan uang tersebut digunakan untuk hal yang lain.

Penetapan tujuan dan perencanaan hidup adalah kunci untuk pernikahan yang berhasil. Pengertian satu sama lain diperlukan dalam hal ini agar tidak ada masalah ke depannya nanti. Sama seperti menyelaraskan keyakinan mendasar kamu pada uang, menyelaraskan tujuanmu dan pasangan akan membantu mencegah konflik. Rencanakan tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang kamu dan pasangan ingin wujudkan.

  1. Melakukan Pencatatan Pengeluaran dan Pemasukan

Ini adalah salah satu hal yang sering terlewatkan dan dianggap sepele saat melakukan perencanaan keuangan. Padahal, mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya sangat membantu untuk menghitung dan mengevaluasi apa saja pengeluaran yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan dapat dikurangi di bulan berikutnya. Catatan ini berguna agar keuangan kamu dan pasangan lebih terpantau.

Setelah membuat catatan dan mengevaluasinya, akan lebih baik lagi apabila kamu dan pasangan membuat anggaran belanja dan menetapkan pengeluaran maksimal per bulannya, sehingga kamu dan pasangan dapat menghindari pengeluaran yang seharusnya tidak terjadi.

Baca juga: Tips Kebebasan Finansial untuk Orang Tua Tunggal

  1. Siapkan Proteksi Keuangan dan Dana Darurat, Minimalkan Utang

Sebagai pasangan muda yang baru menikah, sangat penting untuk mengutamakan proteksi keuangan dan dana darurat sebagai fondasi keuangan keluarga baru kamu. Alokasikan penghasilanmu dan pasangan untuk menabung keperluan dana darurat.

Biasanya, dana darurat ini digunakan untuk kebutuhan mendesak dan tidak terduga, misalnya sakit ringan, peralatan rumah tangga yang rusak, dan kebutuhan lain sebagainya. Untuk perlindungan terhadap risiko yang membutuhkan biaya yang besar, kamu dan pasangan dapat mengambil asuransi. Nantinya itu sangat membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kamu dan pasangan juga harus memperhatikan sikap terhadap utang. Jangan biasakan diri untuk menambah utang. Lebih baik jika kamu hidup sedikit lebih berhemat dan menikmati kondisi apa adanya bersama pasangan daripada menumpuk utang. Karena jika kamu atau pasangan terbiasa berutang, maka biasanya akan memunculkan masalah lainnya dalam keluarga, apalagi jika sampai terlilit utang.

  1. Jujur kepada Pasangan, Bekerja sebagai Tim

Cobalah untuk saling jujur kepada pasangan, komunikasikan setiap hal atau keputusan yang berhubungan dengan uang. Saling jujur membuat kamu dan pasangan menjadi semakin mudah untuk berkomunikasi dalam segala hal mengenai keuangan maupun hal yang lainnya di dalam keluarga baru kalian. Hal ini juga akan mencegah “kejutan-kejutan” tidak menyenangkan nantinya.

Bekerja sebagai tim akan sangat membantu kamu dan pasangan dalam menyelesaikan segala persoalan, termasuk berjuang dalam mengelola keuangan untuk lebih baik lagi. Ketika kamu sudah berada dalam satu keluarga, berarti kalian adalah sebuah tim yang menentukan bagaimana keluarga ini nantinya. Kamu dan pasangan harus saling melengkapi satu dengan yang lainnya, termasuk dapat saling menerima kelemahan dalam mengelola keuangan. 

Akan ada banyak gesekan dan tantangan yang harus dikomunikasikan dan didiskusikan agar kamu dan pasangan dapat belajar dan bertumbuh bersama menjadi semakin baik dalam merencanakan dan mengatur keuangan. Nikmati saja proses tersebut sebagai suatu perjalanan bersama. Sampai suatu saat, dengan sendirinya kamu dan pasangan akan mempunyai kesepakatan dan sinergi yang baik dalam merencanakan dan mengatur keuangan.

Artikel ini adalah hasil kerja sama Magdalene dengan finansialku.com untuk mendukung literasi keuangan anak muda dan UMKM.

Ilustrasi oleh Karina Tungari.