Women Lead
January 06, 2021

5 Alasan Mengapa Kamu Perlu Baca Fanfiction Genre Angst

Ketimbang membaca alur cerita percintaan yang itu-itu saja, para penggemar fanfiction mulai beralih ke genre yang lebih menantang hati yaitu genre angst.

by Jonesy
Lifestyle
Share:

Dalam kondisi pandemi, orang-orang banyak mencari kegiatan lain agar tidak bosan di rumah mulai dari kegiatan offline seperti bermain board game, menanam tanaman, olahraga, hingga menghabiskan waktu di dunia online. Bagi fangirl dan fanboy, salah satu aktivitas favorit mereka adalah membaca fanfiction dengan beragam genre, mulai dari genre romance hingga genre angst yang menyayat hati.  

Genre angst adalah sebutan untuk salah satu genre cerita fiksi yang digunakan dalam fanfiction untuk  plot cerita yang super sedih dan mengandung alur yang membuat depresi. Tentu saja karakter utama dalam ceritanya dibuat menderita karena cinta yang tidak berbalas atau konflik lainnya. Genre ini juga sering kali memasukkan unsur character death atau salah satu karakter dibuat mati untuk membuat plot lebih kompleks. 

Mengapa Orang Menyukai Genre Angst?

Di dalam fanfiction, genre angst tidak melulu berakhir dengan plot yang super menyedihkan. Ada juga cerita-cerita dengan genre ini yang berakhir bahagia. Beberapa orang memang sengaja menghindari genre angst karena tidak kuat karakter favorit atau couple favoritnya (OTP) disakiti, maka dari itu penting bagi kita sebagai fangirl atau fanboy  teliti dalam melihat tag genre dalam sebuah karya fanfiction.

Sebagian orang mungkin terheran-heran, mengapa masih ada orang yang menyukai alur cerita super depresif dan menyayat hati seperti yang ada di genre angst. Menurut sebuah penelitian dari Ohio University, orang-orang yang membaca  cerita dengan alur sedih membuat mereka merasa dapat bersyukur dengan hidup mereka. 

Baca Juga: K-Popers juga WNI: Ketika Penggemar K-Pop Tolak Omnibus Law

Berikut ini beberapa alasan kenapa genre angst bisa jadi pilihan favoritmu setelah romance.  

1. Genre Angst Lebih Relatable

Siapa sih yang belum pernah patah hati atau harus memendam perasaannya pada orang yang bertahun-tahun kita sukai? Nah, sering kali cerita-cerita seperti ini muncul dalam genre angst. Misalnya saja, dalam fanfiction dari fandom Haikyuu dengan cerita Kageyama Tobio. Ia dikisahkan harus kehilangan Hinata Shouyou, partnernya dalam bermain voli, karena ditelikung oleh Miya Atsumu. Rasanya kokoro (hati) ini sakit banget. Apalagi kalau di dalam cerita tersebut digambarkan pergulatan hati Kageyama yang melihat Hinata bahagia dengan Atsumu.  

Konfliknya memang terlihat sederhana, namun bagi sebagian orang yang pernah mengalami hal ini, rasanya pas baca fanfiction-nya itu kita jadi berempati banget dengan karakternya, dan bilang “Omg so relatable!”

Baca Juga: ‘Fandom’ K-Pop, Pekerja Migran Warnai Hubungan Indonesia-Korea Selatan

2. Hati Bisa Plong Karena Menangis Akibat Membaca Genre Angst

Biasanya kalau sedang  sedih tapi susah buat mengeluarkan air mata, kita memilih untuk menonton film sedih atau membaca cerita sedih. Nah, genre angst ini tepat banget untuk melepaskan beban di hati dan mujarab bagi kamu yang mau menangis bombai.

Cerita dengan genre angst akan semakin sempurna sedihnya jika ada bumbu drama amarah yang dipupuk sedemikian rupa sampai meletus alias slow burn. Memang dalam membaca genre angst itu tidak bisa terburu-buru, harus diresapi betul-betul tiap katanya agar sedihnya semakin mantap. Kalau sudah agak lelah, saya sarankan untuk beristirahat sejenak. Nah, setelah kita bersedih-sedih ria, enaknya setelah itu kita cari fanfiction dengan genre  fluff  atau plot cerita yang super manis nan menghangatkan hati.

Baca Juga: Red Velvet, MAMAMOO, dan ITZY: Idola K-Pop dan Bahasa Feminis Mereka

3. Mengajarkan Kita untuk Berlapang Dada

Ketika kita masih kecil, kita hanya mengenal cerita orang baik versus orang jahat dengan dunia yang serba hitam-putih dan kita ingin orang baik selalu mendapatkan kebahagiaan. Ketika kita beranjak dewasa, dunia tidak lagi hitam dan putih serta definisi happy ending menjadi banyak ragamnya. Di dalam genre angst, semua tidak lagi hitam-putih dan apa pun akhir kisahnya kita hanya ingin yang terbaik untuk sang karakter. Walaupun kemungkinan akan berujung pada kematian.

4. Konflik yang Beragam dan Kompleks Poin Plus

Setelah belajar lapang dada dengan akhir ceritanya, bagi orang yang menyukai genre angst  akan lebih mudah menikmati plot yang disuguhkan. Nah, serunya plot dalam genre angst ini konfliknya sangat kompleks. Ditambah lagi, dengan beragamnya alternatif semesta atau alternate universe ceritanya membuat kita punya pilihan beragam untuk OTP kita. Genre angst sangat tepat untuk kamu yang bosan dengan konflik yang itu-itu melulu.

Baca Juga: ‘Start-Up’ Picu Perang Kubu Rasa Pilpres, Bedah Teori Cinta Segitiga

5. Memahami Beragam Emosi Lewat Genre Angst

Bagi kamu seorang penulis fanfiction yang spesialisasinya menulis genre angst, biasanya waktu untuk menulis kita gunakan juga untuk memahami perasaan-perasaan karakter di dalam cerita tersebut. Sebagian dari kita terkadang perlu berkontemplasi terlebih dahulu sebelum menulis konflik yang akan dihadapi, alhasil kita jadi memiliki waktu untuk melatih indra perasa kita untuk mengartikan emosi-emosi yang sehari-hari kita alami.