Women Lead
January 15, 2021

7 Lagu BTS tentang Kesehatan Mental

Ada tujuh lagu dari grup musik BTS yang membahas kesehatan mental, baik yang dialami anggotanya secara personal atau yang dirasakan sebagai tim.

by Tabayyun Pasinringi, Reporter
Culture // Korean Wave
Share:

Tahun 2020 menjadi tahun terburuk dengan berbagai bencana yang datang silih berganti. Mulai dari kebakaran hutan di Australia dan Amerika Serikat, banjir di Jakarta, hingga dan terutama karena ada pandemi COVID-19 yang membawa kesulitan dan tekanan, baik fisik, finansial, maupun mental untuk bagi masyarakat global.

Grup musik BTS, yang memang memiliki perhatian terhadap kesehatan mental kemudian mengeluarkan mini album BE untuk merespons pandemi. Lirik lagu “Life Goes On” menyampaikan rasa ketidakpastian yang universal, bagaimana suatu hari hidup banyak orang harus berhenti karena situasi ini.

BE sengaja dirilis untuk menghibur ARMY, penggemar BTS, maupun masyarakat global dengan lagu ragam genre yang menggarisbawahi pengaruh pandemi akan kondisi emosional dan mental seseorang.

Pada pidato di United Nations General Assembly sebelum album itu keluar, anggota BTS, Park Jimin, sempat menyampaikan rasa tidak berdaya dan menyaksikan “dunianya” yang dulu luas menjadi sempit dan terbatas dalam kamar saja. Ikut menanggapi hal itu, Min Yoongi alias Suga mengatakan, kamar itu memang kecil, tapi jangkauan dunia sudah sangat luas. Sebagai musisi, BTS kemudian siap dengan musik mereka untuk berkomunikasi dengan publik soal masa sulit akibat COVID-19.

Baca Juga: BTS dan ARMY: Bongkar Hegemoni Industri Musik Hingga Stereotip ‘Fangirl’ Obsesif

Sebelum album BE, grup musik asal Korea Selatan itu sudah sering mengangkat lagu tentang isu sosial yang dialami orang muda dan kesehatan mental. Suga kerap menyatakan pentingnya ada kesadaran soal kesehatan mental dalam masyarakat agar publik bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan dan membicarakannya secara terbuka.

Berikut adalah delapan lagu dari BTS yang membicarakan tentang kesehatan mental.

1. “Tomorrow” - Lagu tentang Kesehatan Mental dan Ketakutan yang Dialami Anak Muda

Banyak lagu dari awal karier BTS yang berpusat pada keresahan muda, salah satunya adalah “Tomorrow”. Jika menelisik lirik yang disampaikan lewat sudut pandang orang pertama ini secara saksama, lagu BTS tentang kesehatan mental ini menyatakan, selalu ada rasa tidak percaya diri dan kegagalan pada orang muda. Akibatnya kita selalu merasa hidup berjalan dengan stagnan dan tidak mendapatkan kepuasan. Namun, pada penghujung lagu, ada pesan yang disampaikan adalah untuk terus maju dan tidak boleh menyerah.

2. “The Last” - Lagu tentang Pengalaman Pribadi Suga dengan Isu Kesehatan Mental

Suga memang terkenal vokal membicarakan kesehatan mental. Dalam lagu dari proyek solonya sebagai Agust D, “The Last”, dia menarasikan pengalaman pribadinya menghadapi depresi dan anxiety saat  berusia 18 tahun. Kegelisahan yang dialaminya saat remaja tersebut ternyata masih ia rasakan sampai menjadi idola. Dalam klimaks lagu itu, dia bahkan menyebut bahwa ia seakan-akan telah ditelan bulat-bulat dan merasa ketakutan. Di penutup lagu, Suga menyampaikan ia telah menerima diri dan mengajak penggemar untuk berbangga atas dirinya.

Baca Juga: ‘Ice Cream’ dan Bagaimana BLACKPINK Pantas Dapat yang Terbaik

3. “Whalien 82” - Lagu Tentang Kesehatan Mental Remaja

Terinspirasi dari ikan paus dengan gelombang suara 52 Hz, lagu ini menyampaikan rasa kesepian dan terasing. Frekuensi nyanyian yang dimiliki 52 Hz whale tidak bisa didengarkan oleh pau-paus lain, sehingga ia menerima julukan the loneliest whale in the world. BTS menggunakan analogi itu untuk menyampaikan rasa kesepian dan alienasi yang dirasakan anak muda, seperti yang dialami paus tersebut.

4. “Epiphany”: Lagu Tentang Kesehatan Mental untuk Ajak Cinta Diri

Lagu solo dari anggota tertua BTS, Kim Seokjin, mengajak untuk melakukan refleksi diri dan mencintai diri sendiri. Terkadang seseorang akan terlalu keras pada dirinya sendiri sampai lupa bahwa jalan untuk memaafkan adalah untuk menerima diri apa adanya. Menurut Ana, seorang ARMY, “Epiphany” bagaikan sebuah tamparan untuk menyadarkan dirinya bahwa ia sering kali lupa untuk mencintai diri sendiri. 

Baca Juga: Red Velvet, MAMAMOO, dan ITZY: Idola K-Pop dan Bahasa Feminis Mereka

5. “Reflection”: Lagu untuk Menerima Diri Apa Adanya

Senada dengan “Epiphany”, “Reflection” yang merupakan lagu solo dari rapper RM untuk album Wings, juga merupakan refleksi untuk menerima diri apa adanya. Mirip dengan Suga dan “The Last”, lagu ini bagaikan narasi pribadi RM tentang keraguan dan kecenderungan tidak menyukai diri sendiri yang selalu hadir dan sulit disingkirkan, meskipun ia merasa bahagia dengan hidup yang dijalaninya. Melalui “Reflection” RM berharap bisa menerima diri apa adanya.

6. “Sea”: Lagu Tentang Keraguan BTS Sebagai Tim:

Sea” bagaikan kenangan BTS sebagai tim saat debut 2013 silam dan harus bersaing dengan grup-grup idola dari agensi besar. BTS yang berasal dari agensi kecil, Big Hit, merasakan kesulitan besar dan kekurangan secara finansial. Mereka berharap ada hari esok yang berbeda dan bisa mengantar mereka pada kesuksesan. Saat mereka mencapai puncak, tidak bisa dimungkiri bahwa selalu ada rasa lelah yang mendera. Meski demikian, segala aspek bisa dilihat sebagai momen baik dalam hidup.

Baca Juga: Industri K-Pop Memang Toksik, Tapi Kritik Terhadapnya Suka Salah Sasaran

7. “Blue & Grey”: Lagu Tentang Kesehatan Mental saat Pandemi:

Track ketiga dalam album BE juga memiliki tema tentang depresi dan anxiety, khususnya yang dirasakan selama masa pandemi. BTS memang tidak takut menunjukkan sisi gelap yang mereka rasakan lewat lagunya. Dalam “Blue & Grey”, yang dinyanyikan serta turut diciptakan oleh Kim Taehyung alias V, perasaan isolasi dan keresahan karena depresi itu dituangkan secara gamblang.

Tabayyun Pasinringi adalah penggemar fanfiction dan bermimpi mengadopsi 16 kucing dan merajut baju hangat untuk mereka.