January 31, 2020
Tips Kencan Ekonomis Nan Romantis Ala SJW

Kencan ala SJW tidak mahal dan menguras kantong, bahkan bisa berguna bagi masyarakat.

by Selma Kirana Haryadi
Lifestyle
Healthy_Relationship_Relasi_Setara_Kesetaraan_Gender_KarinaTungari
Share:

SJW atau Social Justice Warrior, alias pejuang keadilan sosial, awalnya adalah sebutan peyoratif bagi orang-orang yang terlalu ngegas dalam membela kesetaraan dan keadilan. Tapi akhirnya semua yang menunjukkan kepedulian sedikit saja soal keadilan sosial jadi diledek SJW. Jadi mari klaim saja sebutan itu (biar enggak serius-serius amat).

Banyak yang bisa kita pelajari dari SJW ini, salah satunya cara buat kencan yang ekonomis tapi tetap romantis. “What? Itu mah sobat misqueen kali?” pikirmu. Eits, tidak begitu. SJW sadar bahwa tidak semua hal bermakna harus didapatkan dari uang dan tempat-tempat mewah (itu jebakan kapitalisme, kawan!).

Kencan tidak perlu mahal dan menguras kantong. Itu jelas. Tidak perlu juga selalu melakukan hal yang klise dan mainstream seperti candlelight dinner atau nongkrong di mal dan kafe. Melakukan hal-hal yang jarang dilakukan orang banyak justru bisa memberikan pengalaman dan kisah menarik. Kita bisa melihat berbagai hal dari perspektif berbeda, sekaligus meredefinisi makna romantis bersama pasangan dengan memperluas wawasan dan pemikiran terhadap hal-hal yang ada di sekitar kita.

Jadi ngapain, dong? Dalam pembukaan film komedi romantis Two Weeks Notice yang dibintangi Sandra Bullock dan Hugh Grant, ada adegan pasangan aktivis yang ikut demo bareng-bareng. Nah, ini bisa jadi salah satu ide. Mungkin kalian bisa mempererat hubungan dengan berdemo di depan Istana Merdeka sambil mengenang sosok Munir dan Marsinah.

Ide kencan lainnya, simak berikut ini.

  1. Pergi ke perpustakaan atau toko buku bekas

Siapa yang bisa lupa adegan Rangga dan Cinta yang nge-date ke pasar buku Kwitang dalam film remaja Ada Apa Dengan Cinta?. Kencan ke toko-toko buku bekas adalah salah satu pilihan kencan yang mengasyikkan sekaligus mencerdaskan. Kamu bisa pergi ke Kwitang, Terminal Senen, Taman Ismail Marzuki, atau Pasar Buku Kenari. Enggak perlu mengeluarkan uang banyak buat mendalami pemikiran-pemikiran kritis para filsuf, menyelami kisah para pejuang nasional, sejarah keruntuhan rezim, sampai sejarah komunisme di Indonesia lewat buku-buku lama (dan biasanya bekas) di sana.

Mau yang lebih ekonomis lagi? Kunjungi perpustakaan, terutama Perpustakaan Nasional di Jakarta Pusat yang gedungnya relatif baru, luas, dan yang jelas gratis.

Baca juga: 5 Hal Kurang Berfaedah dalam Persiapan Pernikahan

  1. Menyusuri museum

Tiket masuk ke museum-museum di Jakarta yang dimiliki pemerintah cukup ridiculously cheap sih. Ke Museum Nasional di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, saja cuma Rp5.000 per orang alias goceng. Museum-museum lainnya punya harga tiket masuk yang bervariasi tapi tetap saja sangat terjangkau. Jumlah museum di Jakarta ada puluhan, mulai dari Museum Tekstil sampai Museum Wayang dan Museum Seni Rupa, atau Museum Layang-layang dan Taman Prasasti. Bisalah itu jadi puluhan akhir pekan bersama pacar tanpa berat di ongkos.

  1. Nonton di festival film atau bioskop indie

Di bioskop umum yang kebanyakan ada di dalam pusat perbelanjaan, kita cuma bisa menonton film-film populer yang dijadwalkan tayang. Itu pun filmnya tidak bebas sensor karena memang penduduk di Indonesia ini diibaratkan atau dikondisikan tidak bisa berpikir secara mandiri (maaf SJW-nya kumat). Belum lagi godaan jajan dan belanja, yang lebih mahal dari tiket menonton film.
Sebagai gantinya, kamu bisa menonton film-film non-mainstream di festival-festival film, yang sering diadakan di lembaga-lembaga kebudayaan atau kedutaan asing. Rata-rata penayangannya tidak dipungut bayaran. Atau kamu bisa ke bioskop independen di Jakarta.

Meski harus bayar sedikit (ada juga yang gratis), paling enggak film-film yang diputarkan lebih variatif dan bisa menjadi alternatif pemikiran. Apalagi kalau kamu dan pasangan anaknya anti-kapitalisme banget. Pergi ke bioskop indie bisa jadi sarana memajukan usaha kecil dan rintisan

Asyiknya lagi, kamu bisa nonton sambil berdiskusi dengan pasangan. Se-“kiri” apa pun topik diskusinya, enggak bakal ada yang mengganggu, apalagi melaporkan ke polisi. I think.

  1. Ikut Kamisan

Pacaran sambil menyuarakan keadilan, kenapa enggak? Di aksi Kamisan, kita bisa menyaksikan langsung perjuangan para aktivis dan korban dalam memperjuangkan keadilan bagi mereka yang tertindas sejak 20 tahun silam. Kita juga bisa mendengar langsung berbagai kisah dan pengalaman di seputar koridor hak asasi manusia (HAM) dari para saksi. Kita bisa tahu kondisi nyata perjuangan para aktivis dan bagaimana para pemangku kebijakan menanggapi suara-suara mereka. Sambil kencan, kita bisa sambil membuka mata dan meningkatkan kepedulian terhadap hal-hal di sekitar kita yang sering kali luput dari perhatian.

Baca juga: Pasangan dalam Film yang Tak Seharusnya Jadi #CoupleGoals

  1. Masak bareng

Masak bareng juga bisa jadi hal yang kamu lakukan bareng pasangan di rumah atau indekos. Selain bisa bereksperimen memasak berbagai menu makanan dan minuman, kamu juga bisa melakukannya sambil melestarikan lingkungan hidup. Kamu bisa mengira-ngira takaran porsi makanan untuk berdua supaya nanti tidak ada yang terbuang. Kamu juga bisa gotong-royong bareng pasangan buat menghabiskan makanan, tanpa harus merasa sungkan makan sepiring berdua karena diliatin orang lain. Selain itu, kamu bisa memilih menggunakan alat-alat dan bahan-bahan masak yang ramah lingkungan. Sesudah masak, sampahnya dibikin kompos, deh. Oooh, Greta will be proud!

  1. Hunting foto

Supaya tetap jadi warga negara yang melek politik dan kondisi sosial masyarakatnya, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat yang memiliki banyak cerita, tapi sering kali diabaikan banyak orang. Apalagi kalau kamu wartawan, atau pacaran sama wartawan. Sambil kencan, bisa sambil liputan juga. Kamu bisa mengunjungi bantaran Sungai Ciliwung sambil memotret keseharian warga yang tinggal di permukiman sekitar. Atau ke berbagai pasar di Jakarta untuk menyaksikan perjuangan hidup kelas pekerja. Banyak sisi human interest yang bisa kamu ambil dari balik lensa kameramu. Tak menutup kemungkinan, kamu justru menemukan fenomena sosial yang belum diketahui banyak orang sebelumnya. Setelah ini, mudah-mudahan hatimu dan pasangan jadi tergerak untuk memperjuangkan hak mereka yang tertindas.

  1. Ikut kegiatan volunteer bareng

Liburan tiba, tapi bingung mau ngapain? Jadi tenaga sukarela bisa jadi jawabannya. Jangan sendirian, ajak juga pacarmu buat ikutan. Kamu bisa ikut berbagai jenis kegiatan, mulai dari mengajar anak-anak kurang mampu, pemberdayaan teman-teman difabel, membantu para korban bencana alam, sampai jadi volunteer di festival film atau perpustakaan. Bukan cuma bermanfaat buat berdua, tapi juga membantu orang lain.

Ilustrasi oleh Karina Tungari

Selma adalah reporter magang di Magdalene. Di tengah tumpukan tugas kuliahnya, Selma suka mendalami isu-isu politik, gender, dan hak asasi manusia. Hubungi Selma di Instagram @selma.kirana.