Women Lead
June 14, 2021

BTS Meal dan Cara BTS ARMY Berbagi dengan Sesama

Saat McDonald’s Indonesia meluncurkan kampanye BTS Meal pada 9 Juni 2021, banyak driver ojol mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan pesanan.

by Retno Daru Dewi G. S. Putri
Culture // Korean Wave
BTS Meal dan Cara ARMY Berbagi dengan Sesama
Share:

Saat McDonald’s Indonesia meluncurkan kampanye BTS Meal pada 9 Juni 2021, banyak driver ojol mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan pesanan. Paket berwarna ungu yang berisikan minuman, sembilan potong nugget ayam, kentang goreng, serta dua saus cajun dan cabai manis ini adalah kolaborasi McDonald’s dan grup K-Pop BTS secara global. Kehadiran BTS Meal di Indonesia ini menuai banyak komentar dari warganet. 

Mereka yang sentimen dengan hal ini berkomentar di media sosial agar para driver ojol mematikan aplikasi mereka. Karena mengantre satu paket selama berjam-jam adalah hal yang tidak masuk akal dan melanggar protokol kesehatan. Ada juga yang berkomentar bahwa seharusnya penggemar BTS mengantre saja sendiri agar tidak merepotkan para driver ojol.  

Namun, para penggemar yang tergabung dalam BTS ARMY (Adorable Representative MC for Youth) menampik ujaran kebencian dengan berbagai bentuk kebaikan. Salah satu perhatian yang diberikan oleh para ARMY adalah penggalangan dana untuk berbagi makanan dengan para driver ojol. Kegiatan donasi yang diunggah melalui situs Kitabisa.com tersebut hingga saat ini sudah mencapai hampir Rp200 juta dalam kurang dari 48 jam. 

Baca Juga: Euforia BTS Meal: Salah Alamat Menghujat ARMY

Ainur Rasyidah (Sida), seorang BTS ARMY dan produser video lepas, mengatakan bahwa penggalangan dana tersebut sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum BTS Meal keluar di McDonald’s Indonesia. Menurut Sida, kesepakatan para penggemar untuk menggunakan jasa ojol memang disengaja karena keinginan BTS ARMY Indonesia untuk berbagi dengan para driver ojol. 

Tidak hanya penggalangan dana, para ARMY juga banyak yang menyiapkan makanan untuk diberikan kepada para driver ojol usai mengantar BTS Meal mereka. Bahkan beberapa ada yang memberi tips hingga Rp100 ribu sebagai ucapan terima kasih kepada driver ojol yang sudah mengantre selama berjam-jam.

ARMY Memesan BTS Meal Melalui Ojol Sengaja untuk Berbagi dengan Para Driver

BTS ARMY Indonesia juga membela diri dengan menunjuk para oportunis yang membeli BTS Meal untuk dijual kembali dengan harga selangit. Mereka yang membeli paket ungu tersebut namun bukan penggemar juga merugikan para ARMY, karena banyak yang mengira orang-orang yang memenuhi gerai McDonald’s namun hanya sekedar ikut-ikutan tren tersebut adalah bagian dari mereka. Sedangkan penggemar BTS di Indonesia sudah sepakat untuk memesan melalui ojol agar mereka bisa memberikan tanda terima kasih yang beragam kepada para driver.

Perencanaan yang dilakukan oleh ribuan BTS ARMY di Indonesia tidak diimbangi dengan penyelenggaraan yang baik dari pihak McDonald’s. Beberapa gerai harus ditutup untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan selama pandemi. 

Baca Juga: Tak Cuma ‘Photo Card’: Bagaimana Penggemar K-Pop Terlibat Aktivisme

Matangnya koordinasi para ARMY ternyata tidak hanya terjadi kali ini. Mereka sudah pernah melakukan penggalangan dana lainnya yang bermanfaat bagi sesama. Melalui situs kitabisa.com, BTS ARMY Indonesia turut mengumpulkan donasi untuk banjir bandang NTT bulan April lalu. 

Bentuk kebaikan lainnya yang dilakukan oleh BTS ARMY adalah penanaman pohon. Donasi yang dikumpulkan untuk menanam pohon menunjukkan kepedulian para ARMY terhadap lingkungan. Selain itu, mereka juga menunjukkan kepedulian akan kesehatan mental. Akun Twitter BTS ARMY Help Center Indonesian adalah bukti kepekaan para penggemar akan kondisi mental mereka sendiri dan orang lain. 

Kepedulian BTS ARMY ternyata tidak muncul begitu saja. Koordinasi yang baik untuk berbagi kebaikan ternyata merupakan sebuah bentuk imitasi yang mereka dapatkan dari idola mereka.

Berbuat Baik Ala BTS

Pada tahun 2018, kelompok yang terdiri dari Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V, dan Jungkook ini bekerja sama dengan UNICEF dalam kampanye anti kekerasan terhadap anak-anak dan remaja. Kampanye yang dinamakan Love Myself ini membawa BTS ke panggung PBB dan menyampaikan pidato yang sangat menyentuh. Pidato bertema Speak Yourself tersebut menjadi inspirasi bagi para penggemar BTS untuk tetap percaya dan sayang pada diri mereka sendiri. 

Wajar saja jika BTS ARMY Indonesia peduli akan kesehatan mental. Sebab, mereka memiliki Idola yang dengan gamblang mengajak para penggemarnya untuk mencintai diri sendiri dan berbuat baik kepada orang lain. 

Baca Juga: BTSxARMY: Gelombang Protes Global Melawan Rasisme

Contoh kebaikan dari BTS juga diinspirasi oleh donasi-donasi yang seringkali mereka lakukan. Penggalangan dana untuk membantu para korban Topan Ulyssess di Filipina adalah salah satunya. Tidak hanya itu, uang sejumlah satu juta Dollar Amerika turut disumbangkan mereka demi mendukung gerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat. 

Salah satu anggota BTS juga pernah menyumbangkan sejumlah uang ke pusat kanker di Korea. Yang menginspirasi bukan hanya kebaikan yang disalurkan melalui donasi namun cara mereka dalam melakukannya. Para anggota BTS tidak pernah mengumbar sumbangan-sumbangan yang mereka berikan. Hal ini menjadi nilai tambah yang semakin disukai oleh para ARMY.

Tidak heran jika BTS ARMY memiliki koordinasi yang baik dalam berderma dan memikirkan orang lain. Sebab, idola yang menjadi panutan mereka giat menyebarkan kebaikan kepada sesama.

Berbuat Baik Dimulai dari Diri Sendiri

Satu hal yang layak dipelajari dari fenomena ini adalah bagaimana BTS memanfaatkan ketenaran mereka. Kelompok musik ini tahu betul bahwa mereka memiliki banyak penggemar yang dapat diberdayakan untuk berbuat kebaikan. Sehingga, tidak hanya lagu-lagu yang dapat membangkitkan semangat pendengarnya, BTS juga berkampanye untuk mencintai diri sendiri dan memberi contoh dengan berdonasi. 

Sayangnya, tidak semua orang yang memiliki posisi dan kekuasaan mampu memanfaatkannya seperti BTS. Fenomena global ini belum bisa disaingi oleh figur-figur publik di Indonesia sendiri. Bukannya menebar kebaikan, idola-idola anak muda di sekeliling kita malah seringk ali mencari sensasi, mengungkapkan ujaran kebencian, dan bahkan menyalahgunakan tafsir agama.

Baca Juga: 7 Lagu BTS tentang Kesehatan Mental

Penggemar juga tidak semuanya sebijak BTS ARMY. Di sekitar kita, masih banyak penggemar tayangan-tayangan televisi yang bermutu rendah. Mereka yang menggemari idolanya juga tidak segan berperang di kolom komentar media sosial untuk membela panutannya yang belum tentu benar. 

Lantas, apakah kebaikan yang disebarkan harus menunggu mereka yang kita idolakan? Walaupun tidak semua orang menggemari BTS dan tergabung dalam BTS ARMY, koordinasi yang baik serta donasi yang mereka lakukan dapat menjadi contoh bagi kita semua. Memberi tips dan makanan kepada driver ojol, misalnya, tidak perlu menunggu adanya pesanan yang membludak seperti BTS Meal. Sehingga konsep kebaikan yang serupa dapat ditiru dan disalurkan ke orang lain.

Menggemari idola juga bisa dilakukan dengan berhati-hati. Layaknya BTS, pastikan mereka yang menjadi panutan memanfaatkan ketenaran dan kekuasaan mereka dengan manusiawi. Apalagi yang mampu mengajak kita untuk mencintai diri sendiri. 
Seperti BTS dan para BTS ARMY, mari menyayangi sesama dan diri sendiri. Bahkan, kebaikan tidak harus menunggu untuk dilakukan bersama idola dan orang lain. Seperti yang disampaikan oleh RM di pidatonya, Speak Yourself! Jadi dirimu sendiri, jangan menyerah, dan jangan berhenti berbuat baik kepada sesama.

Daru adalah pengajar bahasa Inggris di Lembaga Bahasa Internasional, Universitas Indonesia. Bersahabat dengan seorang BTS ARMY, karya BTS yang disukainya adalah Boy With Luv dan Dynamite. Daru memiliki minat pada topik-topik yang berkaitan dengan isu gender, kesehatan mental, filsafat, bahasa, dan sastra.