Women Lead
January 18, 2021

Drakor ‘Cheat on Me if You Can’, Janji Setia Berujung Ancaman Kematian

Drama Korea ini mungkin bisa jadi pengingat bagi para istri untuk tidak mendiskon nilai diri jika sang suami coba-coba berselingkuh.

by Sica Harum
Culture // Korean Wave
Share:

Drama Korea Cheat on Me if You Can, atau dikenal juga dengan judul If I Cheat, I Die, mengisahkan dinamika rumah tangga pasangan penulis dan pengacara terkenal, dibumbui  perselingkuhan serta misteri pembunuhan, serta ditambah unsur komedi yang kental.

Dari luar, pasangan Kang Yeo-joo (Cho Yeo-jeong) dan suaminya, Han Woo-sung (Go Joon) tampak seperti pasangan harmonis. Keduanya sama-sama punya tampilan visual yang enak dipandang dan punya banyak pencapaian.  

Yeo-joo adalah penulis buku-buku misteri kriminal best seller yang spesialisasinya mengupas pembunuhan. Sedangkan Woo-sung bekerja sebagai pengacara perceraian yang ahli membongkar perselingkuhan. Banyak kliennya menjadi kaya raya karena uang kesepakatan, sehingga ia pun mendapatkan komisi besar. 

Woo-sung juga terkenal lewat acaranya di TV, dan dijuluki “Suami Nasional” karena kerap menunjukkan kesetiaan dan rasa cinta kepada sang istri.

Namun sesungguhnya, Woo-sung hanyalah fuckboy yang tengah “insaf” ketika jatuh cinta pada Yeo-joo dan mengajaknya menikah. Bahkan Woo-sung sampai menulis janji, “If I cheat, I die.”

Janji itu menjadi bom waktu berbahaya baginya. Di tengah pernikahan mereka yang tampak harmonis itu, Woo-sung selingkuh lagi.

Drama Korea Soal Perselingkuhan yang Rapi

Tak ingin cepat mati gara-gara janjinya sendiri, Woo-sung melakukan perselingkuhan dengan sangat rapi dan teliti. Sebagai pengacara perceraian yang sering menarget perselingkuhan para bos besar, ia tahu betul semua celah yang memungkinkan lelaki ketahuan. Laki-laki itu juga memperhitungkan semua metode dan alibi, dan sangat cermat menghilangkan bukti.

Bahkan ia memberi hadiah parfum kepada perempuan lain, sama dengan parfum istrinya, agar tak ada bau lain di baju yang ia kenakan. Tak sekali pun Woo-sung lupa membersihkan baju dari kemungkinan ada rambut yang menempel.

Woo-sung tahu, istrinya merupakan pengamat yang sangat andal dan jitu karena sering melakukan riset untuk buku-bukunya. Sebagai penulis misteri pembunuhan yang terkenal, Yeo-joo kerap memikirkan cara-cara kematian yang baru, termasuk memikirkan benda-benda yang masuk akal sebagai alat pembunuhan. Ia juga pandai menganalisis situasi psikologi seseorang dan menilai latar belakang hanya dari benda-benda yang dikenakan, bahkan bau parfum atau sampo seseorang.

Baca juga: ‘The World of the Married’: Pelakor, Drakor, dan Inspirasi Sekelas Ted Talks

Suatu hari, Woo-sung nyaris kena batunya. Ia berselingkuh dengan perempuan yang ternyata teman lama sang istri, Baek Soo-jung. Woo-sung berniat berhenti, namun Soo-jung tak terima dan malah menampakkan diri di rumah pasangan itu, bahkan makan malam bersama. Meski rahasia tak terbongkar, Woo-sung sadar ini hanya masalah waktu.

Namun, bukan di situ itu kisruhnya. Kekacauan terjadi ketika jasad Soo-jung ditemukan mengambang di Sungai Han setelah hilang berhari-hari.

Woo-sung yang sadar kepergok kamera CCTV saat menghampiri apartemen tempat kencannya dengan Soo-jung, berusaha mengamankan barang bukti agar tidak semena-mena dicurigai. Sementara itu, Yeo-joo lebih dulu dicurigai polisi karena sempat bertemu muka dengan kawan lamanya itu sebelum kematian.

Rupanya misteri ini hanyalah simpul awal yang harus diurai, melibatkan pasangan detektif, hingga intel bayaran. 

Sekali Fuckboy Tetap Fuckboy

Berbalut misteri dengan unsur komedi, drakor ini mungkin malah bisa jadi pengingat bagi para istri untuk tidak “mendiskon” nilai diri jika sang suami coba-coba berselingkuh. Sebab seorang suami bisa berselingkuh karena memang dirinya yang insecure dan tak mampu menjaga kesetiaan, atau bahkan iseng,  bukan karena istri yang kesulitan menjaga bobot tubuh, sibuk berkarier, atau lupa dandan.

Bahkan jika ia memiliki istri yang sepakat membuat perjanjian pernikahan “kejam” dengan penalti kematian, para playboy yang hobi selingkuh tak akan bertobat. Seperti Woo-sung yang justru meningkatkan level perselingkuhan secara hati-hati dan terukur, karena tahu kecerdasan perempuan yang ia nikahi.

Woo-sung bahkan sampai berhati-hati membeli hadiah untuk istri, dengan menghitung semua kemungkinan sejauh apa hadiah itu berbalik menjadi alat untuk membunuhnya.

Saat membeli rangkaian bunga, ia memilih bunga-bunga berkelopak kecil yang mudah rontok dan tak berduri. Ketika membeli kalung pun Woo-sung wanti-wanti pada penjaga toko, “Pilihkan yang halus dan rapuh,” sambil menyingkirkan kalung rantai tebal yang tengah jadi tren. 

Baca juga: Buat yang Belum Bisa ‘Move On’: ‘Start-Up’ Episode 17

Meski temanya agak gelap, unsur komedi yang kental dalam drama ini membuat adegan suami istri itu tampak menarik, bahkan menyegarkan.

Bayangkan sebuah adegan makan malam ulang tahun pernikahan di restoran rooftop, dan Yeo-joo berkomentar, “Sepertinya kamu melakukan kesalahan ya. Jika terlalu serius, jangan katakan padaku. Di sini agak berbahaya.” Ia berkata begitu sambil melirik ke dinding pembatas kaca yang tak seberapa tinggi di sisi mereka, seolah mengancam: Sekali dorong, bisa tamat riwayatmu, suamiku. 

Chemistry suami istri ini terasa kuat dalam dinamika kehidupan pernikahan, termasuk pada adegan-adegan kilas balik ketika mereka jatuh cinta. Apakah chemistry ini akan memaafkan kebohongan yang barangkali bukan hanya milik Woo-sung semata?

Misteri rasa komedi

Cheat on Me if You Can produksi stasiun TV KBS2 ini mencetak rating tinggi ketika tayang perdana Desember 2020 berkat kesegaran tema dan kuatnya para pemeran. Banyak adegan mendebarkan, namun jarang berujung sadis. Semacam sudah deg-degan, eh malah dibikin ketawa. Tiap adegan yang membawa penonton menjadi overthinking berkali-kali dibuat patah. 

Yeo-joo sangat pas dimainkan Cheo Yeo-jeong, yang sebelumnya sukses berperan sebagai nyonya kaya di film peraih Oscar, Parasite, hingga istri tertindas yang beranjak tangguh di Woman of 9.9 Billion.

Sebagai Yeo-joo, ia tampil dingin dan misterius hingga membuat Woo-sung yang fuckboy sungguh penasaran. Yeo-joo juga terlihat pintar, independen, percaya diri, sekaligus mematikan.

Sedangkan Go Joon yang terbiasa berlakon dalam drama-drama romantis kembali menunjukkan sisi goofy yang menggemaskan, seperti ketika berakting dalam drakor My Baby. Sosok Woo-sung yang romantis penuh hormat pada istrinya sangat meyakinkan sebagai fuckboy yang expert.

Masih tersisa delapan episode berdurasi masing-masing 30 menit untuk menuntaskan kisah ini, termasuk menjawab apa pesan besar di balik kematian Baek Soo-jung, si teman lama sang istri yang juga selingkuhan sang “Suami Nasional”. Sungguh membuat penasaran!

Sica Harum adalah penulis lepas. Sesekali bereksperimen di dapur dan berkebun. Wordpress enthusiast yang menyukai drama Korea. Berdomisili di Depok, Jawa Barat.