Screen Raves

‘Hacks’: Komedi Kualitas Premium

Plot nemesis Ava dan Deborah dalam Hacks adalah jenis komedi yang tak boleh kamu lewatkan.

Avatar
  • June 9, 2022
  • 5 min read
  • 524 Views
‘Hacks’: Komedi Kualitas Premium

Ava Daniels (Hannah Einbinder) menemukan dirinya dalam kondisi yang sulit. Setelah tweet-nya viral (and not in a good way), dia sekarang diperlakukan seperti penderita penyakit kulit menular. Semua teman-teman menghindarinya, gebetan mencampakkannya. Efek paling buruk: tidak ada lagi orang di Los Angeles yang mau menggunakan jasanya sebagai penulis.

Di tengah kesialan itu, Ava mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk menjadi asisten/pemberi jokes untuk salah satu stand up comedian legendaris Deborah Vance (Jean Smart), yang sekarang sedang menikmati residensinya di Vegas.

 

 

Deborah Vance, konon membutuhkan penulis karena materi-materinya sudah mulai usang. Dia juga punya firasat akan segera didepak dari Palmetto Casino, tempatnya bekerja sebagai salah satu headliner.

Dia juga merasa bahwa sebentar lagi dia akan didepak dari pekerjaannya saat ini, salah satu headliner Palmetto Casino. Dua orang dari generasi lain, selera tak sama, dan tentu saja tongkrongan yang beda,  akhirnya terpaksa bersatu. Tentu saja kelucuan demi kelucuan hadir.

Baca juga: ‘Stranger Things 4 Vol. 1’: Eksplorasi ‘Satanic Panic’ dan Trauma Amerika 80-an

Hacks terasa mirip sekali dengan The Devil Wears Prada. Bedanya Ava adalah Andrea Sachs, tapi dalam industri komedi. Selain itu, Jean Smart sebagai Deborah Vance memberikan sentuhan berkelas dengan karakternya. Ia mungkin komedian, tapi  penampilan glamour dan bling-bling-nya tak kalah dengan Miranda Presley, si Pimred Runway.

Untungnya, Hacks lebih dari sekadar The Devil Wears Prada yang beda lokasi. Serial komedi yang satu ini menggigit dan bikin hangat hati. Humornya tidak terhingga dan dihadirkan dalam berbagai bentuk. Jokes per minute-nya hampir selalu berhasil. Namun, unsur dramanya juga sangat kuat. Hal inilah yang menjadikan Hacks menjadi tontonan yang sangat mengasyikkan.

Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Menit pertama kamu tertawa terbahak-bahak, berikutnya bisa jadi hanya diam karena pergulatan yang dilalui karakter-karakter ini terasa sangat nyata dengan konflik yang sungguh relatable.

Hate-love relationship antara Ava dan Deborah Vance diakhiri dengan cliffhanger, sungguh bikin gonjang-ganjing di musim pertamanya.

Ava dan Deborah ribut karena Deborah tak memakai materi baru yang mereka buat bersama, dan memilih memakai materi lamanya sendiri. Ava berhenti bekerja dan akhirnya melawan balik dengan mengatakan hal-hal yang buruk tentang Deborah Vance ke seorang executive Hollywood sebagai bahan sebuah series yang akan mereka kerjakan.

Sementara itu, sebelum manggung, Deborah Vance tersentuh dengan hadiah Ava dan akhirnya memutuskan untuk manggung dengan materi baru yang ternyata mendapatkan respons yang baik. Deborah Vance akhirnya memutuskan untuk road trip dengan Ava yang sudah kadung mengata-ngatai mantan bosnya.

Baca juga: 4 Rekomendasi Film India yang Urai Patriarki dengan Gamblang

Serial Hacks Musim Kedua yang Tak Kalah Lezat

Bagian terbaik dari serial musim kedua Hacks adalah pembuatnya. Mereka tidak menarik-ulur plot “kapan Ava akan mengatakan yang sejujurnya ke Deborah Vance”. Keputusan ini akhirnya membuat drama antara Ava dan Deborah Vance menjadi kaya, terutama karena dalam enam dari delapan episode Hacks musim kedua ini kita diajak untuk road trip bersama, tur keliling Amerika. Taruh dua orang yang berseberangan dalam satu bus, maka kamu akan mendapatkan komedi terbaik.

Dalam musim keduanya ini, kita melihat Ava dan Deborah Vance lebih dekat. Deborah versi “jalanan” dengan versi tur ternyata sama saja.

Dari awal Hacks muncul, kita sudah diperkenalkan dengan Deborah sang komedian legendaris. Salah satu yang sangat asyik diobservasi dalam musim kedua ini adalah plot Deborah menavigasi kariernya, setelah “gagal” di Las Vegas.

Pembuat Hacks menempatkan Deborah di posisi yang sulit. Selain kesenjangan kultur dan demografi umur yang susah dikontrol, Deborah harus mengetes materi-materi barunya yang tentu saja berisiko. Dan di sinilah kita melihat gambaran workaholic yang sebenarnya: bagaimana Deborah menelaah semua kagagalannya dan menjadikan semua ini emas. Menjadi seorang komedian sukses adalah pekerjaan yang berat. Apalagi ia seorang perempuan.

Salah satu episode mengupas perkara ini, dan ia dikemas apik. Kita akan paham mengapa Deborah Vance menjadi Deborah Vance di posisinya sekarang. Sebuah episode paling bittersweet.

Sementara Deborah sibuk untuk membuktikan dirinya masih relevan, Ava mencoba “bertobat” setelah melakukan kesalahan fatal yang membuat hubungannya dengan Deborah agak retak. Ava membuang smartphone-nya dengan ponsel jadul, menghindari alkohol dan menggenggam botol kombucha seolah-olah minuman tersebut adalah ramuan tabib yang bisa membuatnya lebih baik.

Usahanya lumayan menunjukkan niat baik, meskipun pada akhirnya Ava adalah Ava. Di salah satu episode, ketika mereka pergi tampil melawak di lesbian cruise jad salah satu kita juga bisa melihat kerentanan Ava. Sekaligus menonton adegan paling idiot sedunia (kamu harus menyaksikannya sendiri), ketika duo mentor-mentee ini mengapung di lautan dan terlihat sangat menyedihkan.

Baca juga: 7 Film Bollywood Terlaris yang Membicarakan Isu Sosial

Jean Smart, Si Legenda

Musim kedua serial Hacks berjalan dengan sangat mulus, lebih mulus dari musim pertama. Ia berjalan seperti sebuah misi penting dalam hidup karakternya. Golnya mungkin tidak sedramatis misi Ethan Hunt atau apa pun yang dilakukan Vin Diesel dalam serial Fast and Furious. Dalam konteks Hacks, apa yang Deborah lakukan adalah urusan hidup dan mati. Ini menyangkut masa depan kariernya. Dan untuk orang se-workaholic Deborah, ini adalah sebuah endgame yang sangat krusial.

Jean Smart, yang mendapatkan Emmy atas perannya ini melalui musim pertamanya, paham betul kedalaman tersebut. Dia tahu luar-dalam soal karakter ini. Sehingga tanpa bicara kita bisa melihat matanya berteriak. Seperti halnya aktor senior terbaik lainnya, Smart tahu bagaimana cara menyampaikan dialog kocak dengan tepat sasaran dan mengunyah adegan dramatis seperti tak ada hari esok.

Lihat bagaimana matanya berkilauan saat dia berhasil mendapatkan lukisan hanya demi mendapatkan spot untuk taping komedi spesialnya. Saya tidak kaget kalau Smart mendapatkan lagi Emmy keduanya tahun ini. Dia memang sebaik itu.

Hacks musim kedua diakhiri dengan sebuah kesuksesan (yang didapatkan dengan kerja keras yang luar biasa) dengan sedikit rasa yang pahit. Setelah delapan episode kita melihat Ava dan Deborah Vance bersama-sama, mereka tiba di sebuah ujung jalan di mana mereka seharusnya berpisah.

Sejauh ini HBO belum memutuskan apakah mereka memberi lampu hijau untuk Hacks musim berikutnya. Tapi untuk sementara ini, konklusi yang dibuat oleh Lucia Aniello, Paul W. Downs, dan Jen Statsky lumayan jelas.

Saking jelasnya, air mata saya sampai menetes.

 

Hacks dapat disaksikan di HBO GO


Avatar
About Author

Candra Aditya

Candra Aditya adalah penulis, pembuat film, dan bapaknya Rico. Novelnya ‘When Everything Feels Like Romcoms’ dapat dibeli di toko-toko buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *