13/10/2026
Community Update

Apa yang Terjadi Saat Manusia Kehilangan Arah? ‘Musyawarah Burung’ Menjawabnya Lewat Teater

‘Musyawarah Burung’ karya Teater Satu membawa kisah 14 burung yang mencari Simurgh ke panggung Salihara.

  • September 22, 2026
  • 3 min read
  • 136 Views
Apa yang Terjadi Saat Manusia Kehilangan Arah? ‘Musyawarah Burung’ Menjawabnya Lewat Teater

Komunitas Salihara Arts Center kembali menghadirkan pertunjukan teater melalui Musyawarah Burung karya Teater Satu Lampung. Pertunjukan yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Teater Black Box Salihara, Jakarta, ini mengajak penonton mengikuti perjalanan 14 burung yang mencari Simurgh, sang Raja Burung.

Musyawarah Burung diadaptasi dari karya penyair dan penulis Persia abad ke-12, Fariduddin Attar. Dalam ceritanya, 14 burung atau “Penempuh” memutuskan melintasi berbagai lembah penyucian diri demi mencari Simurgh sekaligus berusaha menyelamatkan negeri yang mulai tenggelam.

Baca juga: ‘in(her)ited silence’ Bangkitkan Kembali Ingatan Kita soal ‘Jugun Ianfu’

Namun, perjalanan tersebut bukan sekadar kisah tentang para burung. Bagi Teater Satu, cerita ini menjadi alegori tentang perjalanan manusia dalam menemukan kesejatian diri, memahami kebenaran, serta menentukan arah hidupnya.

Pendiri sekaligus sutradara Teater Satu, Iswadi Pratama, mengatakan dirinya membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mempelajari dan memahami karya Attar tersebut. Ia melihat gagasan dalam Musyawarah Burung masih relevan dengan kehidupan manusia hari ini, terutama ketika banyak orang dianggap semakin kehilangan pegangan dalam menentukan arah hidup.

“Masalah utama masyarakat di era sekarang adalah kehilangan pusat nilai di dalam dirinya,” ujar Iswadi.

Pertunjukan berdurasi sekitar 180 menit ini dimainkan oleh 14 aktor. Masing-masing aktor memerankan karakter ganda sebagai burung sekaligus penempuh perjalanan. Untuk memenuhi tuntutan fisik pertunjukan, para pemain menjalani latihan fisik selama enam bulan.

Teater Satu juga menggunakan metode “Kaligrafi Tubuh” dalam penggarapannya. Metode ini mengolah gerak berdasarkan huruf-huruf hijaiyah dan memadukannya dengan narasi serta sugesti. Hasilnya, pertunjukan mempertemukan berbagai unsur, mulai dari spiritualisme dan kritik sosial, prosa dan puisi, hingga tradisi dan kehidupan urban.

Pemilihan karya Fariduddin Attar juga tidak lepas dari keinginan Teater Satu menghadirkan pertunjukan yang mengangkat spiritualisme sekaligus kritik sosial. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan yang membawa penonton keluar-masuk berbagai ruang batin dan fisik sepanjang pementasan.

Baca juga: ‘NADIRAH’: Cinta di Persimpangan Iman dan Identitas Komunal

Sebelum tampil di Salihara, Musyawarah Burung lebih dulu dipentaskan di Bandar Lampung pada 14–15 September 2026. Pementasan di Salihara menjadi kali pertama Teater Satu membawa karya tersebut ke Pulau Jawa.

Teater Satu Lampung sendiri merupakan kelompok seni pertunjukan independen yang berbasis di Bandar Lampung dan berdiri sejak 1996. Di bawah pimpinan artistik Iswadi Pratama, Teater Satu telah menghasilkan puluhan produksi teater dan dikenal lewat eksplorasi bentuk-bentuk baru dalam seni pertunjukan tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.

Lewat Musyawarah Burung, Teater Satu kembali membawa karya klasik ke konteks kehidupan hari ini. Perjalanan para “Penempuh” dalam mencari Simurgh sekaligus menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana manusia memahami dirinya, realitas di sekitarnya, dan arah yang ingin dituju.

About Author

Magdalene

.

Click to access the login or register cheese

Royal ID adalah kunci utama akunmu. Di situs top up royal dream yang benar, Royal ID hanya dipakai untuk mengirim koin ke karakter yang tepat, bukan untuk mengakses akun. Tidak ada alasan bagi layanan mana pun untuk meminta password, PIN, atau kode OTP yang kamu terima lewat SMS. Kalau ada yang meminta hal itu, itu tanda bahaya dan sebaiknya segera ditinggalkan.