Women Lead
December 29, 2020

Angkat Gelas Minuman Tinggi-tinggi untuk Lewati Tahun Paling Brengsek

Mari kita bersulang karena telah bertahan melewati salah satu tahun terburuk dalam sejarah.

by Candra Aditya
Lifestyle
Cheers Toast Beer Party Rawpixel
Share:

Tahun 2020 akan tercatat sejarah sebagai salah satu tahun terburuk, atau paling tidak, tahun yang akan paling diingat. Memang betul, ini bukan pertama kalinya dunia menjadi lumpuh karena virus. Tapi karena COVID-19 hadir di saat semua manusia praktis menggenggam ponsel dan terobsesi untuk mendokumentasikan setiap detik hidup mereka, 2020 resmi akan menjadi salah satu tahun yang paling dikenang. Akan ada dokumentasi yang tak terhingga tentang 2020.

Saya sudah membayangkan pembicaraan kumpul-kumpul 5-10 tahun lagi. “Remember 2020?” Membayangkannya saja sudah melelahkan.

Biasanya akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan jurus “Refleksi Akhir Tahun”. Hampir setiap penulis akan melakukan kilas balik, apa saja yang terjadi tahun ini sesuai dengan ketertarikan mereka masing-masing. Entah itu buku, film, musik atau tentu saja gonjang-ganjing kehidupan selebriti.

Baca juga: Duh, Angka Pengangguran Muda Naik Gara-gara Pandemi

Kalau 2020 adalah tahun normal, teman saya bernama Mumu Aloha pasti sudah akan mengajak satu geng untuk nongkrong di Blok M dan membahas tentang apa saja yang terjadi selama satu tahun terakhir. Tapi seperti yang saya bilang di paragraf pertama, 2020 bukanlah sembarang tahun. Ini mungkin tahun paling sial yang pernah ada. Dan kita semua merasakannya secara bersamaan.

Dan karena tahun ini adalah tahun paling brengsek, paling menyebalkan, paling mengesalkan yang pernah ada, saya menolak untuk menulis yang berat-berat. Sebaliknya saya mengajak kalian semua untuk mengangkat minuman favorit kalian ke atas udara dan bersulang. Mari kita semua bersulang untuk:

  1. Bertahan di Tengah Pandemi

Kalau kalian semua masih bisa membaca artikel ini (entah tiduran atau duduk sambil melihat lini masa sosial media) berarti kalian selamat dari gangguan virus COVID-19 jahanam itu. Entah kalian memang belum kena atau berhasil sembuh, saya mengucapkan selamat buat kalian semua. This virus is a bitch. Dan kita semua harus menghadapinya dengan berbagai akrobat komedi tragis para pejabat/orang yang bertugas menangani ini.

Bayangkan, kurang dari 10 bulan lalu, ada Menteri Kesehatan yang bisa bilang bahwa untuk menghadapi virus ini adalah dengan, “Santai saja”. Belum lagi ada kementerian yang membuat kalung anti-corona nirfaedah yang bahkan jadi fashion statement pun sangat buruk. Yes, kita semua bertahan dari cengkeraman COVID-19 bahkan dengan semua banyolan tak lucu itu.

  1. Tidak Melakukan Apa-apa Selama Pandemi

Sungguh tahun yang menakjubkan. Enggak ngapa-ngapain dan mendapatkan pujian. Ya. Tidak melakukan apa-apa jauh lebih baik daripada pergi keluar meskipun disarankan untuk tinggal di rumah saja. Kalau kalian merasa enggak produktif selama 2020, tidak apa-apa. Kita semua merasa demikian. Ada begitu banyak waktu kosong di tahun 2020 dan enggak ada satu pun buku di rak buku saya yang saya sentuh. Sebegitu lelahnya saya dengan tahun ini, mau membuka halaman buku saja malas. Jadi mari bersulang untuk doing nothing.

  1. Tetap Waras

Saya tidak menyangka bahwa dibutuhkan berbagai macam akrobat mental untuk bertahan supaya tidak gila selama karantina tahun 2020 ini. Terutama bagi anak-anak perantau yang tinggal sendirian di rumah kos atau di apartemen. Bagi kalian semua yang sendirian selama 2020, angkat gelas kalian tinggi-tinggi. Ini tidak mudah. Saya punya kucing dan alhamdulilah saya ada teman untuk berbicara meskipun makhluk tersebut tidak membalas apa pun yang saya ucapkan. Jadi bagi kalian semua yang bisa tetap waras selama 2020, angkat gelas kalian tinggi-tinggi.

Baca juga: Sialnya Lulus Kuliah Saat Pandemi, Nantikan Pekerjaan yang Tak Pasti

  1. Terus Waspada

Bagi kalian yang paranoid selama 2020, angkat gelas kalian ke atas. Memang menjadi paranoid itu menyebalkan tapi menjadi waspada selama 2020 ternyata sebuah senjata rahasia. Menjadi waspada adalah kunci. Bagi kalian yang selalu sedia sabun tangan, masker, hand sanitizer, dan membeli semua rempah yang ada di pasar supaya badan tetap sehat, bugar, dan terjaga dari virus, selamat buat kalian. Kalian sungguh menginspirasi. Semoga kebiasaan ini tidak berhenti di tahun ini saja. Semoga kalian bisa menginspirasi banyak orang untuk melakukan yang sama.

  1. Tetap Optimistis

Kepada semua keluarga yang ditinggalkan oleh saudara/kerabat karena COVID-19, saya turut berduka. Saya tidak punya kata-kata lain selain kalimat bela sungkawa dan semoga bencana ini segera selesai. Saya menghindari untuk menjadi orang yang self-centered tapi kalau kemarin saya bisa menangis seharian gara-gara kucing kecil yang saya adopsi meninggal dunia, saya tidak bisa membayangkan apa yang Anda rasakan ketika orang yang Anda sayangi pergi duluan karena virus menyebalkan ini.

Bagi kalian yang tetap nongkrong santai selama 2020, tetap makan di restoran meskipun disarankan untuk membawa pulang ke rumah, nongkrong beramai-ramai karena stuck di rumah itu menyebalkan sekali, pergi liburan bersama orang sekampung dan dengan santainya menyebar informasi di sosial media bahwa virus ini tidak berbahaya, virus ini harmless dan semua ini hanya konspirasi raksasa-raksasa farmasi untuk bisa menguasai dunia, I have nothing else to say but fuck you. Seriusan.

Baca juga: 3 Cara Hadapi Ketidakpastian di Tengah Pandemi

Terakhir, mari kita semua berterima kasih kepada semua hal yang telah membuat kita lupa dengan COVID-19. Saya berterima kasih kepada para seniman yang tetap menghibur saya dan menjaga saya agar tetap merasa normal di tahun 2020. Taylor Swift, terima kasih atas dua album kejutannya. Dua Lipa, terima kasih atas Future Nostalgia-nya yang membuat kamar kos saya terasa seperti Duck Down Bar. Terima kasih kepada BlackPink yang membuat saya menjadi K-Popper tahun ini.

Terima kasih kepada semua tontonan yang membuat kita semua tetap bisa tetap betah di rumah. Kepada semua pembuat drama Korea yang ada di Korea Selatan: Kamsahamnida. Tanpa rusuhnya rumah tangga Sun-Woo, mungkin 2020 akan menjadi lebih suram. Kepada pembuat Start-Up, terima kasih telah memecah belah kami. #TimNamDosan dan #TimHanJiPyeong sesungguhnya adalah cara kami untuk bisa tetap waras di tahun 2020 ini. Kepada pembuat Emily In Paris, terima kasih telah membuat kami selama enam jam lupa keberadaan COVID-19. Menyaksikan Lily Collins terobsesi dengan cowok ganteng dengan latar Paris yang cantik selama 10 episode ternyata adalah resep yang pas untuk membuat 2020 ini menjadi bisa agak sedikit ditelan.  

Oh, yang paling penting, kepada semua orang yang mempunyai andil dalam membuat vaksin dan akhirnya berhasil menciptakan vaksin COVID-19: Terima kasih banyak. Berkat kalian, 2020 akhirnya memiliki sedikit cahaya di ujung terowongan gelap ini. Percayalah, cahaya kecil ini menjadi penyemangat bagi kami semua untuk tetap bisa menghadapi hari dengan sedikit lebih optimis.

Semoga 2021 menjadi tahun yang lebih baik. Karena vaksin masih dalam perjalanan, jangan lupa untuk tetap melakukan apa pun yang perlu kita lakukan agar kita tidak kena virus ini/menyebarkan virus ini. Tetap saling jaga diri dan terus waspada.

Last but not least, silakan minum minuman favorit kalian and repeat after me: Fuck you, 2020!

*Ilustrasi oleh Rawpixel

Candra Aditya adalah penulis, pembuat film, dan bapaknya Rico. Novelnya ‘When Everything Feels Like Romcoms’ dapat dibeli di toko-toko buku.